Latest Program: Koster Minta Bupati dan Wali Kota Dukung Sensus Ekonomi Bali
Koster Dorong Pemimpin Daerah Dukung Sensus Ekonomi Bali Latest Program – Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengajak seluruh kepala daerah se-Provinsi
Koster Dorong Pemimpin Daerah Dukung Sensus Ekonomi Bali
Latest Program – Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengajak seluruh kepala daerah se-Provinsi Bali untuk turut mendukung pelaksanaan Latest Program sensus ekonomi yang dijalankan Badan Pusat Statistik (BPS). Ia menekankan bahwa data hasil sensus ini menjadi acuan penting bagi para pemimpin wilayah dalam pengambilan keputusan pembangunan, terutama dalam mengidentifikasi potensi dan tantangan ekonomi di berbagai daerah.
Mengapa Sensus Ekonomi Penting?
Sensus ekonomi merupakan program nasional yang bertujuan mengumpulkan data secara menyeluruh tentang kondisi ekonomi masyarakat, mulai dari sektor usaha hingga tingkat kehidupan rumah tangga. Koster menegaskan bahwa Latest Program ini tidak hanya sekadar menghitung jumlah usaha, tetapi juga membantu memahami struktur ekonomi Bali dari tingkat provinsi hingga desa, sehingga dapat menjadi dasar untuk kebijakan yang lebih tepat dan terarah.
Target dan Proses Pelaksanaan
Koster menyatakan bahwa Latest Program sensus ekonomi akan terus diawasi secara real-time untuk memastikan capaian mencapai 100% pada 31 Agustus 2026. Sebagai bagian dari upaya ini, ia menekankan pentingnya keterlibatan Badan Perencanaan Daerah (BPD) di setiap kabupaten dan kota sebagai penjamin keberhasilan. Proses sensus akan dilakukan oleh petugas lapangan yang harus bersabar menghadapi berbagai kondisi, karena responden memiliki latar belakang dan kebutuhan yang berbeda.
“BPS yang mengerjakan ini, akan tetapi yang paling berkepentingan adalah Kepala Daerah, agar bisa bekerja dengan data, apalagi ini tentang data, supaya tahu struktur ekonomi Bali dari tingkat Provinsi hingga Desa,” ucap Koster.
Dalam Latest Program ini, BPS mencatat bahwa jumlah sasaran pendataan mencapai 1,71 juta unit usaha dan keluarga. Dari total tersebut, sekitar 647.337 unit usaha akan disensus, terdiri dari 1.803 usaha besar, 12.578 usaha kecil, serta 632.956 usaha mikro kecil. Koster menargetkan capaian 60% pada akhir Juli 2026 sebagai langkah awal menuju penyelesaian 100% hingga tanggal yang ditentukan.
“Tidak ada alasan bagi Denpasar, Badung, dan Gianyar, khususnya Denpasar yang daerahnya kecil secara geografis, harusnya capaian lebih tinggi dibanding Karangasem, Buleleng yang medannya jauh lebih berat,” ujar Koster.
Koster menekankan bahwa Latest Program sensus ekonomi akan menjadi sarana untuk mengukur kemajuan ekonomi Bali, termasuk dalam menilai dampak pembangunan terhadap perekonomian masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan harus terus dijaga konsistensinya, karena data yang akurat sangat vital dalam menentukan kebijakan masa depan. Selain itu, Koster berharap sensus ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks.
“Petugas sensus harus sabar, kadang mendatangi warga tidak ada di rumah, kemudian [jika] yang didatangi tidak siap,” ujar Koster.
Dengan Latest Program ini, Bali berharap dapat menghasilkan data yang lebih representatif dan bisa diandalkan. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam mengevaluasi kebijakan pemerintah, termasuk dalam menentukan alokasi anggaran dan program pembangunan yang lebih efektif. Koster juga berharap sensus ini dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan ekonomi lokal, sehingga masyarakat lebih mudah memahami dinamika perekonomian mereka sendiri.
