Skip to content
101

New Policy: Telkom (TLKM) Pastikan Bisnis Satelit Absen dari Agenda Streamlining

John Moore - lintasnaya.com 3 mins read

New Policy: Telkom (TLKM) Fokus pada Bisnis Satelit dalam Strategi Perusahaan New Policy - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan kebijakan baru

New Policy: Telkom (TLKM) Pastikan Bisnis Satelit Absen dari Agenda Streamlining

New Policy: Telkom (TLKM) Fokus pada Bisnis Satelit dalam Strategi Perusahaan

New Policy – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan kebijakan baru yang menegaskan bisnis satelit sebagai pilar utama dalam pengembangan infrastruktur digital perusahaan. Dalam kebijakan ini, bisnis satelit tidak akan terlibat dalam program perampingan (streamlining) yang sedang dijalankan, dengan tujuan untuk memperkuat posisi TLKM sebagai perusahaan induk strategis (strategic holding digital) yang lebih kompetitif dan responsif. Kebijakan ini menjadi bagian dari kerangka rencana jangka menengah TLKM 3.0, yang dirancang untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan integrasi layanan konektivitas di berbagai sektor.

Penjelasan tentang Kebijakan Baru yang Mengubah Prioritas Bisnis

Kebijakan baru ini diterapkan sebagai respons terhadap perubahan lingkungan bisnis dan tantangan industri telekomunikasi yang semakin dinamis. Dengan mempertahankan bisnis satelit sebagai fokus utama, Telkom bertujuan untuk menegaskan perannya dalam menyediakan solusi konektivitas untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau, sektor maritim, serta industri yang membutuhkan cakupan jaringan luas. Strategi ini juga dirancang untuk meningkatkan sinergi antar unit bisnis, memastikan efisiensi operasional, dan menciptakan nilai tambah yang lebih signifikan.

Menurut laporan kuartal I/2026, bisnis satelit Telkom (Telkomsat) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 6,75% secara tahunan, dari Rp500 miliar menjadi Rp534 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh keberhasilan kolaborasi dengan Starlink, proyek on-the-counter (OTC), serta stabilisasi operasional pusat data. SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza, menjelaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kemampuan Telkomsat untuk mengelola potensi pertumbuhan di tengah persaingan yang ketat dan perubahan teknologi yang cepat.

“New Policy ini menegaskan bahwa bisnis satelit adalah elemen kunci dalam mengembangkan ekosistem digital yang lengkap dan andal,” kata Ahmad Reza dalam wawancara dengan Bisnis, Senin (22/6/2026).

Kontribusi Bisnis Satelit dalam Konsolidasi Infrastruktur Telkom

Dalam kerangka konsolidasi, bisnis satelit memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan total sektor B2B infrastruktur, yang mencapai Rp2,4 triliun pada kuartal I/2026. Mitratel menjadi kontributor utama dengan pendapatan sebesar Rp2,3 triliun, sementara NeutraDC berkontribusi sekitar Rp399 miliar. Nilai pendapatan Telkomsat yang berada di kisaran setengah triliun rupiah memperkuat perannya sebagai bagian dari struktur bisnis yang terintegrasi.

Keputusan TLKM untuk tidak memasukkan bisnis satelit dalam program perampingan bukan hanya berdasarkan pertimbangan keuangan, tetapi juga strategis. Dengan memfokuskan perhatian pada bisnis satelit, perusahaan dapat menjamin pengembangan teknologi dan layanan yang lebih inovatif, serta mempercepat ekspansi jaringan di wilayah-wilayah yang belum terjangkau. Selain itu, kebijakan ini juga memastikan bahwa bisnis satelit tetap menjadi pilar utama dalam menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan.

Strategi Telkom dalam memperkuat bisnis satelit juga mencakup penguatan kolaborasi dengan mitra strategis, baik dalam hal teknologi maupun operasional. Dengan mengoptimalkan kapasitas layanan digital, TLKM berharap dapat memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, energi, dan logistik. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar, sejalan dengan visi menjadi perusahaan digital yang mampu berkompetisi secara global.

New Policy: Telkom (TLKM) Tekankan Sinergi Infrastruktur dalam Penguatan Bisnis Satelit

Dalam menjalankan New Policy ini, Telkom tidak hanya fokus pada bisnis satelit, tetapi juga memperkuat sinergi dengan unit-unit infrastruktur lainnya, seperti jaringan serat optik, jaringan darat, pusat data, dan layanan cloud. Dengan integrasi yang lebih erat, bisnis satelit diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal dalam menyediakan layanan end-to-end yang kompetitif. Penguatan ini juga mendukung upaya perusahaan dalam menjaga ketangguhan operasional dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Menghadapi persaingan yang semakin ketat di tahun 2026, Telkom yakin bisnis satelit akan tetap menjadi salah satu pilar utama dalam mencapai target pertumbuhan dan peningkatan kinerja. New Policy ini menjadi dasar untuk memastikan bahwa bisnis satelit tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang lebih cepat dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. Dengan mempertahankan kebijakan ini, Telkom berharap dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Join the discussion