Skip to content
101

New Policy: Ericsson: Ekosistem 3,5 GHz Lebih Matang, 6 GHz untuk Jangka Panjang

Christopher Johnson - lintasnaya.com 3 mins read

New Policy: Ericsson Fokus pada 3,5 GHz yang Matang, 6 GHz untuk Jangka Panjang New Policy - Dalam New Policy yang baru diterapkan, Ericsson menegaskan bahwa

New Policy: Ericsson: Ekosistem 3,5 GHz Lebih Matang, 6 GHz untuk Jangka Panjang

New Policy: Ericsson Fokus pada 3,5 GHz yang Matang, 6 GHz untuk Jangka Panjang

New Policy – Dalam New Policy yang baru diterapkan, Ericsson menegaskan bahwa frekuensi 3,5 GHz menjadi pilihan utama dalam pengembangan jaringan 5G, sementara frekuensi 6 GHz akan diutamakan untuk strategi jangka panjang. Kebijakan ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur dan ekosistem teknologi yang optimal bagi operator telekomunikasi, terutama di tengah percepatan transformasi digital di Indonesia.

Kesiapan Frekuensi 3,5 GHz dalam Implementasi 5G

Ericsson Indonesia, melalui Ronni Nurmal, Head of Government & Industry Relations, menyatakan bahwa ekosistem frekuensi 3,5 GHz sudah cukup matang, baik secara teknis maupun ekonomi. Negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Cina telah menunjukkan keberhasilan penerapan pita frekuensi ini dalam menyediakan layanan 5G yang stabil dan berkelanjutan. Selain itu, sejumlah negara Eropa juga mengadopsi 3,5 GHz untuk mendukung kecepatan transfer data yang tinggi, terutama di area perkotaan.

“Frekuensi 3,5 GHz saat ini telah menjadi pilar utama dalam implementasi 5G secara global, dengan ekosistem perangkat dan jaringan yang telah siap digunakan,” jelas Ronni dalam wawancara dengan Bisnis, Senin (20/7/2026).

Kesiapan ekosistem aplikasi dan model bisnis yang sesuai menjadi kunci dalam memaksimalkan manfaat frekuensi 3,5 GHz. Menurut Ericsson, keberhasilan penyelenggaraan layanan 5G tidak hanya bergantung pada ketersediaan frekuensi, tetapi juga pada keterpaduan antara teknologi, regulasi, dan kebutuhan pasar. Dengan New Policy ini, Ericsson mengharapkan pelaku industri dapat memanfaatkan spektrum yang sudah tersedia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Pengembangan Frekuensi 6 GHz sebagai Strategi Jangka Panjang

Di sisi lain, Ericsson menyoroti potensi frekuensi 6 GHz yang lebih besar untuk pengembangan jangka panjang. Meski ekosistem teknologi di pita ini masih dalam tahap kematangan, frekuensi 6 GHz dianggap sebagai kunci untuk menghadapi kebutuhan data yang meningkat pesat, terutama seiring penggunaan AI, cloud computing, dan otomatisasi industri.

“New Policy Ericsson mengarahkan penekanan pada pita frekuensi 6 GHz sebagai bagian dari persiapan untuk layanan berkecepatan tinggi di masa depan,” tambah Ronni.

Penggunaan frekuensi 6 GHz diharapkan dapat mengatasi masalah kepadatan data yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang. Sejumlah sektor prioritas, seperti manufaktur, logistik, dan kesehatan, akan menjadi penggerak utama adopsi teknologi ini. Namun, menurut Ericsson, pita frekuensi ini membutuhkan waktu lebih lama untuk pengembangan karena masih memerlukan integrasi perangkat dan jaringan yang lebih lanjut.

Dalam New Policy, Ericsson juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan industri telekomunikasi untuk menyusun roadmap spektrum yang transparan. Ketersediaan frekuensi secara tepat waktu akan memastikan kepastian hukum bagi operator dalam menginvestasikan dana jangka panjang, sementara optimalisasi frekuensi 6 GHz diharapkan bisa meningkatkan kapasitas jaringan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Strategi Penyelarasan Spektrum untuk Pertumbuhan Ekonomi

New Policy Ericsson dirancang untuk menyelaraskan kebutuhan jaringan 5G dan 6 GHz, sehingga mampu memenuhi berbagai sektor yang berperan kritis dalam transformasi digital. Pita 3,5 GHz akan menjadi fondasi awal, sementara 6 GHz akan memperkuat kemampuan infrastruktur telekomunikasi untuk menyambut era teknologi berikutnya.

Kebijakan ini juga memperhatikan dinamika pasar yang terus berubah, termasuk permintaan layanan berkecepatan tinggi, kapasitas penyimpanan data, serta kebutuhan konektivitas untuk perangkat IoT. Dengan pendekatan yang terstruktur, Ericsson menegaskan bahwa penggunaan spektrum yang tepat bisa menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan.

Ericsson Indonesia mengakui bahwa kebijakan penyelenggaraan frekuensi perlu diiringi dengan langkah pemerintah dalam memberikan regulasi yang mendukung. “New Policy ini merupakan langkah penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi digital berjalan stabil dan berkelanjutan,” lanjut Ronni. Pemetaan frekuensi yang akurat akan membantu operator mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kualitas layanan.

Menurut Ronni, penerapan New Policy akan memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk meningkatkan kemampuan layanan bisnis dan industri. Pita 3,5 GHz, yang sudah terbukti efektif, akan digunakan untuk memberikan koneksi yang andal di berbagai wilayah, sementara pita 6 GHz akan menjadi pelengkap untuk aplikasi yang lebih canggih dan kompleks.

Dengan memperkuat ekosistem frekuensi 3,5 GHz dan menyiapkan pita 6 GHz secara bertahap, New Policy Ericsson diharapkan bisa menjadi referensi bagi operator lain dalam membangun strategi pengembangan jaringan yang lebih inovatif. Kebijakan ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong ekonomi digital Indonesia melalui penggunaan teknologi terkini.

Join the discussion