Skip to content
101

New Policy: MWC Shanghai 2026: Cina dan Asia Pasifik Pimpin Pasar Monetisasi AI Telco Global

Joseph Jones - lintasnaya.com 3 mins read

an Asia Pasifik Dominasi Pasar Monetisasi AI Telco Global New Policy kini menjadi strategi utama yang mendorong transformasi sektor telekomunikasi global

New Policy: MWC Shanghai 2026: Cina dan Asia Pasifik Pimpin Pasar Monetisasi AI Telco Global

MWC Shanghai 2026: Cina dan Asia Pasifik Dominasi Pasar Monetisasi AI Telco Global

New Policy kini menjadi strategi utama yang mendorong transformasi sektor telekomunikasi global, terutama di wilayah Asia Pasifik dan Tiongkok. Dalam acara MWC Shanghai 2026, GSMA Intelligence melaporkan bahwa kedua wilayah ini menjadi penggerak utama dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk monetisasi layanan telco. Teknologi AI, yang sebelumnya digunakan untuk mengurangi biaya operasional, kini berperan sebagai mesin pertumbuhan pendapatan langsung, mengubah cara operator membangun strategi bisnis mereka.

Pemimpin Monetisasi AI Telco Global

Analisis terbaru menunjukkan bahwa wilayah Asia Pasifik, khususnya Tiongkok, mengalami pergeseran orientasi signifikan dalam proyek AI. Dalam kuartal I/2026, 45% operator di sini memfokuskan inisiatif mereka pada pengembangan pendapatan, dibandingkan dengan 55% yang masih terutama menguntungkan efisiensi operasional. New Policy yang dijalankan oleh perusahaan besar di wilayah tersebut menyoroti pentingnya integrasi teknologi AI ke dalam model bisnis mereka.

“Kemajuan pesat di Asia Pasifik dan Tiongkok mengindikasikan bahwa New Policy berpengaruh besar terhadap strategi monetisasi telco. Daerah ini menunjukkan kecepatan adopsi AI yang luar biasa, melebihi kemajuan di Eropa dan rata-rata global,” kata Pablo Lacopino, kepala riset dan strategi kandungan komersial GSMA Intelligence.

Konteks Pemunculan AI dalam Bisnis Telco

Kombinasi New Policy, 5G Advanced, Cloud, dan Edge computing menciptakan fondasi baru untuk inovasi bisnis modern. Perusahaan telco tidak lagi menawarkan layanan konektivitas secara terpisah, tetapi kini menyajikan solusi terintegrasi yang mencakup IoT, keamanan siber, dan AI sebagai komponen utama. Penerapan teknologi 5G Advanced, misalnya, menjadi batu loncatan dalam mempercepat pengembangan layanan berbasis AI.

Dalam konteks New Policy, operator di Tiongkok dan Asia Pasifik menunjukkan komitmen lebih besar untuk memanfaatkan AI dalam segala aspek operasional. Mereka mengadopsi model bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan pendapatan, bukan hanya efisiensi. Hal ini menciptakan perubahan signifikan dalam cara industri telco global menghasilkan nilai ekonomi.

Strategi Monetisasi Berbasis AI di Asia Pasifik

New Policy di Asia Pasifik menyoroti keberhasilan operator dalam mengintegrasikan AI ke dalam struktur bisnis mereka. Selama kuartal I/2026, 38% proyek AI baru diluncurkan dengan tujuan meningkatkan pendapatan, sementara 62% fokus pada penghematan biaya. Namun, tren terbaru menunjukkan peningkatan signifikan di wilayah ini, dengan lebih banyak perusahaan beralih ke pendekatan monetisasi yang berbasis pertumbuhan.

Peluncuran jaringan 5G Advanced menjadi faktor kunci dalam mendukung New Policy ini. GSMA Intelligence mencatat bahwa 19 operator telah memperkenalkan jaringan 5G Advanced di 14 negara, dengan Tiongkok sebagai salah satu motor utama. Dengan infrastruktur digital yang semakin canggih, kawasan ini mampu menawarkan solusi telco yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

“Monetisasi AI telco tidak hanya mengubah cara bisnis dijalankan, tetapi juga membuka peluang baru untuk New Policy yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi digital,” tambah Lacopino.

Perkembangan Pasar Monetisasi AI Telco Global

Dari perspektif global, New Policy dalam monetisasi AI telco mengalami peningkatan yang signifikan. Dalam 2024, kontribusi pendapatan dari segmen B2B mencapai 30%, meningkat 400 basis points dari 26% pada 2017. Peningkatan ini diprediksi akan terus berlanjut seiring kemajuan teknologi AI dan integrasi dengan layanan telco yang lebih lengkap.

Tiongkok, khususnya, menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam menerapkan New Policy. Keseluruhan 74 operator di 43 negara terus mendorong standardisasi teknologi 5G sebagai dasar untuk pengembangan infrastruktur digital pintar. Pemimpin industri ini tidak hanya memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga menggunakannya sebagai alat untuk memperluas pangsa pasar dan menciptakan nilai tambah.

New Policy berbasis AI juga memberikan dampak positif terhadap ekosistem teknologi global. Dengan adopsi teknologi yang lebih cepat di Asia Pasifik, industri telco dapat menawarkan solusi yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan pelanggan. Hal ini menciptakan ekosistem yang lebih dinamis, berkat kolaborasi antar perusahaan dan investasi dalam riset serta pengembangan inovasi.

Join the discussion