Facing Challenges: Pelanggan 2G Terus Menyusut, Puluhan Operator di Dunia Sudah Matikan Layanannya
Pelanggan 2G Terus Menyusut, Puluhan Operator Hadapi Tantangan Teknologi Facing Challenges - Kebijakan penutupan layanan jaringan 2G di seluruh dunia semakin
Pelanggan 2G Terus Menyusut, Puluhan Operator Hadapi Tantangan Teknologi
Facing Challenges – Kebijakan penutupan layanan jaringan 2G di seluruh dunia semakin mendesak, dengan sejumlah operator telekomunikasi mulai menghentikan layanan tersebut untuk menghadapi tantangan teknologi. Laporan Ericsson Mobility Report Juni 2026 menunjukkan bahwa hingga akhir tahun 2025, sekitar 46 penyedia layanan telah mematikan seluruh jaringan generasi kedua.
“Pada akhir 2025, sebanyak 80 penyedia layanan telah sepenuhnya menghentikan jaringan 3G, sementara 46 penyedia layanan telah mematikan seluruh layanan 2G,”
demikian pernyataan dari Ericsson, yang dikutip pada Kamis (16/7/2026).
Mengapa 2G Masih Menjadi Tantangan?
Penutupan layanan 2G diperkirakan lebih lambat dibandingkan 3G karena teknologi ini masih diperlukan di sejumlah wilayah untuk komunikasi suara dan aplikasi IoT berbasis teknologi lama. Meski demikian, operator di seluruh dunia terus menghadapi tantangan teknologi dalam mengalihkan pengguna ke jaringan yang lebih modern. Transisi ke 4G dan 5G membutuhkan investasi besar, serta perluasan infrastruktur yang kompleks. Ericsson menjelaskan bahwa kecepatan adopsi 5G, yang berkembang pesat, akan terus menekan penggunaan 2G, terutama di daerah dengan ketersediaan sumber daya digital yang memadai.
Berikutnya, tantangan besar lainnya adalah kemampuan operator untuk menyediakan layanan berkualitas tanpa mengorbankan pengguna yang masih bergantung pada 2G. Banyak negara masih menghadapi kesenjangan teknologi, terutama di daerah pedesaan atau miskin, yang membutuhkan jaringan berkecepatan rendah namun stabil. Sebagai contoh, di beberapa wilayah di Afrika dan Asia Tenggara, layanan 2G tetap menjadi pilihan utama karena biaya operasional yang lebih rendah dan kemudahan akses.
Pertumbuhan 5G: Solusi untuk Tantangan Teknologi
Dalam awal 2026, pertumbuhan penggunaan 5G terus meningkat, memberikan solusi untuk tantangan yang dihadapi oleh operator dalam mengalihkan ke jaringan baru. Pada kuartal pertama tahun ini, jumlah pelanggan 5G global meningkat sekitar 162 juta, mencapai 3,1 miliar pengguna. Sementara itu, jumlah pelanggan 2G terus berkurang, dengan penurunan sekitar 23 juta pengguna dalam periode yang sama.
“Teknologi 5G kini menjadi yang paling cepat berkembang di sektor komunikasi seluler, setelah sembilan tahun diluncurkan,”
kata Ericsson, yang menyoroti kecepatan adopsi jaringan ini sebagai kekuatan utama dalam mengatasi tantangan teknologi.
Transisi ke 5G juga mempercepat penurunan penggunaan 4G, karena banyak pelanggan beralih ke jaringan yang lebih cepat dan menawarkan fitur canggih seperti konektivitas internet tinggi. Pada tahun 2025, pertumbuhan pengguna 5G mencapai 660 juta, sehingga total pengguna seluler global mencapai sekitar 8,1 miliar pada akhir tahun tersebut. Dengan semakin banyaknya pelanggan 5G, operator telekomunikasi berharap teknologi ini akan mengurangi beban pengelolaan jaringan 2G dan 3G, yang mulai tidak ekonomis lagi.
Distribusi Tantangan Teknologi di Berbagai Wilayah
Kawasan Amerika Utara menjadi wilayah dengan penetrasi 5G tertinggi, mencapai 79%, diikuti Asia Timur Laut (60%) dan Eropa Barat (54%). Namun, di kawasan seperti Afrika dan Asia Tenggara, tantangan dalam adopsi 5G masih signifikan.
“Meskipun peningkatan 5G pesat, kecepatan transisi bervariasi antar negara, terutama karena perbedaan infrastruktur dan ketersediaan dana,”
tambah Ericsson dalam laporan tersebut. Operator di negara berkembang sering kali menghadapi tantangan ekonomi dan regulasi yang mempercepat proses penutupan 2G.
Dalam konteks ini, tantangan teknologi tidak hanya berupa masalah teknis, tetapi juga strategis. Operator harus menyeimbangkan antara kebutuhan pengguna lama dan keuntungan yang bisa diperoleh dari mematikan layanan 2G. Selain itu, kebijakan regulasi pemerintah menjadi faktor penting dalam menentukan waktu dan cara penutupan jaringan. Dalam beberapa negara, pemerintah mengharuskan operator
