Skip to content
98

Topics Covered: Pos Indonesia Rombak Direksi, M. Iskandar Kunaefi Jadi Dirut

John Moore - lintasnaya.com 3 mins read

andar Kunaefi Jadi Dirut Baru Topics Covered — Jakarta, 15 Juli 2026 — PT Pos Indonesia (Persero) melakukan perubahan besar dalam struktur direksi untuk

Topics Covered: Pos Indonesia Rombak Direksi, M. Iskandar Kunaefi Jadi Dirut

Pos Indonesia Rombak Direksi, Iskandar Kunaefi Jadi Dirut Baru

Topics Covered — Jakarta, 15 Juli 2026 — PT Pos Indonesia (Persero) melakukan perubahan besar dalam struktur direksi untuk memperkuat manajemen dan operasional perusahaan. Daud Joseph, direktur utama sebelumnya, telah resmi diberhentikan setelah menjabat selama tiga bulan, sementara M. Iskandar Kunaefi diangkat sebagai direktur utama baru. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menyelaraskan visi strategis dengan dinamika pasar yang terus berubah. Selain itu, organisasi juga menyisipkan posisi baru sebagai direktur manajemen risiko, yang menjadi bagian dari upaya modernisasi sistem internal untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi.

Proses Pengambilan Keputusan Direksi

Perubahan jajaran direksi diumumkan melalui Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 343 Tahun 2026 dan Surat Keputusan SK.120/DI-DAM/DO/2026. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Dony Oskaria, Kepala Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara, serta Riko Banardi, Direktur PT Danantara Asset Management. Pemegang saham mengatakan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh tentang kinerja perusahaan dalam beberapa bulan terakhir. Dengan penyesuaian ini, perusahaan berharap dapat menyelesaikan berbagai tantangan yang terkait dengan keuangan dan tata kelola, yang menjadi Topics Covered dalam agenda restrukturisasi.

Evaluasi Kinerja dan Pergantian Direksi

Daud Joseph diberhentikan secara hormat dari jabatan direktur utama pada 30 Juni 2026. Pemegang saham mengapresiasi kontribusinya selama masa kepemimpinannya, meski perubahan ini diperlukan untuk mencapai peningkatan yang lebih signifikan. Dalam keputusan ini, jabatan direktur keuangan dan manajemen risiko dipisahkan, sehingga Fathul Anwar, yang sebelumnya menjabat keduanya, kini hanya menjadi direktur keuangan. Masa jabatannya melanjutkan periode sebelumnya, sementara direktur manajemen risiko baru, Rosmanidar Zulkifli, mengambil tanggung jawab untuk mengawasi aspek risiko dalam operasional perusahaan.

Pengangkatan Direksi Baru dan Tugas Baru

M. Iskandar Kunaefi dan Rosmanidar Zulkifli diangkat sebagai direktur utama serta direktur manajemen risiko baru. Masa jabatan keduanya berlangsung hingga penutupan RUPS Tahunan kelima, dengan penyesuaian kebijakan untuk memastikan konsistensi dalam Topics Covered. Anggota direksi yang baru ditetapkan juga diberikan syarat tambahan, yaitu wajib mengundurkan diri dari jabatan lain yang tidak diperbolehkan berjalan sejajar. Hal ini dilakukan untuk menghindari konflik kepentingan dan meningkatkan fokus dalam pengelolaan perusahaan.

“Kami telah melakukan due diligence menyeluruh terhadap kondisi keuangan, operasional, dan tata kelola perusahaan selama tiga bulan terakhir. Berdasarkan hasil evaluasi, perusahaan membutuhkan perombakan untuk menyelaraskan kebutuhan masa depan dan penyempurnaan fundamental,” ujar Rohan Hafas, Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Jumat (3/7/2026).

Dalam rangka memperkuat kepercayaan pemegang saham, PT Pos Indonesia juga berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam semua Topics Covered. Direksi baru diberi wewenang untuk menyusun akta autentik sesuai peraturan yang berlaku, serta menyelenggarakan operasional yang lebih terarah dan akuntabel. Perubahan ini menandai langkah penting dalam transisi kepemimpinan yang diharapkan mampu menyelesaikan berbagai kompleksitas yang terkait dengan penyimpangan masa lalu.

Upaya Peningkatan Tata Kelola Perusahaan

Danantara Asset Management menegaskan bahwa evaluasi telah mengidentifikasi indikasi penyimpangan keuangan dan tata kelola yang menumpuk selama bertahun-tahun. Berdasarkan laporan tersebut, perusahaan menetapkan Topics Covered dalam rencana restrukturisasi untuk memastikan proses pemeriksaan dan audit dijalankan secara mandiri. Pemegang saham berkomitmen untuk terus memantau perkembangan operasional melalui mekanisme yang ketat, sementara Direksi baru diberi tugas untuk mempercepat transformasi internal.

“Kami juga menerima laporan mengenai indikasi penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditinjau melalui audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjut Rohan.

Dalam proses ini, Topics Covered menjadi fokus utama untuk memastikan semua aspek penting dalam manajemen perusahaan diperbaiki. Kebijakan baru ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, serta menumbuhkan kepercayaan investor dan publik terhadap kinerja PT Pos Indonesia. Dengan adanya penyesuaian dalam struktur direksi, perusahaan siap melangkah ke fase baru dalam pengembangan bisnis dan pelayanan kepada masyarakat.

Join the discussion