Skip to content
98

Latest Program: Kapan Bandara IKN Dibuka untuk Umum? Ini Jawaban Kemehub

Sandra Hernandez - lintasnaya.com 3 mins read

Umum? Ini Jawaban Kemehub Latest Program – JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memperbarui informasi mengenai pembukaan Bandar Udara Khusus Ibu

Latest Program: Kapan Bandara IKN Dibuka untuk Umum? Ini Jawaban Kemehub

Kapan Bandara IKN Buka untuk Umum? Ini Jawaban Kemehub

Latest Program – JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memperbarui informasi mengenai pembukaan Bandar Udara Khusus Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bandara umum. Sejak awal tahun 2023, proyek ini menjadi bagian dari Latest Program pemerintah untuk mendorong pembangunan infrastruktur transportasi di Kalimantan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa proses perubahan status bandara IKN masih dalam penyesuaian regulasi. “Kami sedang menunggu revisi aturan dari Setneg yang sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu,” ujarnya di Kompleks Parlemen pada Kamis (16/7/2026).

Latest Program ini bertujuan memastikan bandara IKN siap digunakan secara komersial. Meski sudah beroperasi sebagai bandara khusus sejak 12 Juni 2025, masih ada langkah administratif yang harus diselesaikan sebelum diizinkan melayani penerbangan umum. Dalam pernyataannya, Lukman menyebutkan bahwa penggunaan bandara tersebut akan mengurangi beban lalu lintas di bandara-bandara lain, seperti Bandara Sepinggan di Balikpapan. “IKN bisa menjadi solusi untuk masyarakat yang tinggal di Kalimantan, terutama untuk jemaah haji yang jumlahnya mencapai 2.500 orang setiap tahun,” tambahnya.

Proses Penyesuaian Regulasi

Pembukaan bandara IKN untuk penerbangan umum tergantung pada revisi regulasi yang sedang diproses. Lukman menjelaskan bahwa Setneg menjadi lembaga utama yang menangani perubahan status bandara tersebut. “Proses ini membutuhkan waktu, tetapi kami yakin akan segera selesai dalam beberapa bulan ke depan,” katanya. Penyesuaian ini mencakup persyaratan teknis dan operasional untuk memastikan bandara IKN memenuhi standar internasional. Dalam Latest Program, pemerintah juga mengupayakan penggunaan bandara ini untuk mengakomodasi penerbangan internasional.

Sebelumnya, bandara IKN hanya bisa digunakan untuk pesawat kenegaraan, charter, dan private flight. Dengan perubahan status, fasilitas ini akan melayani kebutuhan penerbangan komersial, termasuk untuk penumpang umum dan kargo. “Kami sedang mempersiapkan segala hal agar bandara IKN dapat beroperasi optimal setelah dibuka untuk umum,” lanjut Lukman. Proses ini juga mencakup evaluasi kinerja bandara selama beroperasi sebagai khusus, yang menjadi dasar keputusan akhir.

Fasilitas dan Ketersediaan Infrastruktur

Bandara IKN dirancang sebagai salah satu infrastruktur terbesar di Indonesia, dengan runway berukuran 3.000 meter x 45 meter. Fasilitas ini memungkinkan penerbangan pesawat wide body seperti Boeing 777-300 dan Airbus A380, yang sebelumnya tidak bisa dilayani di bandara-bandara kecil di Kalimantan. Selain itu, bandara ini dilengkapi dengan dua taxiway masing-masing panjang 146 meter dan apron seluas 97.189 meter persegi. Area ini bisa menampung lima pesawat wide body atau sembilan pesawat narrow body secara bersamaan.

Terminal VVIP yang seluas 2.350 meter persegi dan Terminal VIP dengan kapasitas 420 penumpang per jam juga sudah siap digunakan. Kemenhub menegaskan bahwa fasilitas ini akan menjadi bagian dari Latest Program yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas di IKN. Selain itu, bandara ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi pemerintahan, termasuk pengiriman barang kebutuhan vital dan kunjungan diplomatik.

“Kami lagi nunggu perubahan aturan yang sudah berproses dari tahun lalu. Kami nunggu dari Setneg,” kata Lukman di Kompleks Parlemen, Kamis (16/7/2026).

Strategi Penggunaan Bandara IKN

Latest Program membawa perubahan signifikan dalam strategi pemanfaatan bandara IKN. Selain mengurangi beban lalu lintas di bandara besar, IKN juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kalimantan. Lukman menjelaskan bahwa penerbangan komersial akan menjangkau kota-kota di Indonesia dan luar negeri. “Dengan runway sepanjang 3.000 meter, bandara ini bisa melayani rute internasional seperti ke Timur Tengah atau Eropa,” ujarnya. Pemenuhan standar operasional akan menjadi penentu utama kapan bandara IKN benar-benar dibuka untuk umum.

Penyesuaian regulasi juga melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pihak swasta dan lembaga internasional. Bandara IKN telah terdaftar dalam organisasi penerbangan internasional, dengan kode WALK. Ini menjadi langkah penting untuk memastikan penerbangan komersial bisa berjalan dengan lancar. “Kami yakin, dalam waktu dekat, IKN akan menjadi bandara yang siap untuk melayani kebutuhan rakyat Indonesia,” tutur Lukman. Dengan pembukaan resmi, bandara ini diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan penerbangan yang lebih modern dan efisien.

Join the discussion