Skip to content
533

Meeting Results: Medan-Prancis Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan hingga Industri Kreatif

Sandra Hernandez - lintasnaya.com 3 mins read

Hasil Pertemuan Medan-Prancis: Kerja Sama Pendidikan dan Industri Kreatif Meeting Results - Pertemuan antara pihak pemerintah Kota Medan dan Dubes Prancis

Hasil Pertemuan Medan-Prancis: Kerja Sama Pendidikan dan Industri Kreatif

Meeting Results – Pertemuan antara pihak pemerintah Kota Medan dan Dubes Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menjadi momen penting dalam menjembatani potensi kerja sama antara kedua pihak. Dalam meeting results yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026), Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap membahas sejumlah bidang yang bisa dikembangkan secara bersamaan, termasuk pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral dan menciptakan inisiatif konkret yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Kolaborasi Pendidikan: Akses Gratis untuk Generasi Muda

Kerja sama pendidikan menjadi salah satu topik utama dalam meeting results tersebut. Dubes Prancis menyampaikan bahwa pihaknya tertarik mengembangkan program beasiswa dan pendidikan gratis yang bisa diikuti oleh siswa dan mahasiswa Medan. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar di Prancis, dengan syarat mengikuti seleksi yang ketat. Zakiyuddin Harahap menyambut baik ide ini, menilai bahwa peluang pendidikan tinggi di luar negeri bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat.

“Kami sangat antusias melihat keseriusan Prancis dalam menawarkan program pendidikan gratis. Dengan memanfaatkan meeting results ini, kita bisa mengidentifikasi langkah-langkah yang paling efektif untuk mengakselerasi kolaborasi di bidang akademik,” terang Zaki, Kamis (16/7/2026).

Pariwisata dan Budaya: Menggarap Potensi Kota Medan

Dalam bidang pariwisata, Zakiyuddin Harahap menyarankan pengembangan acara bersama dengan Prancis yang dapat menarik minat wisatawan mancanegara. Salah satu contoh yang diusulkan adalah acara Gelar Melayu Serumpun (GEMES), yang merupakan kegiatan tahunan internasional. Acara ini bisa menjadi platform untuk menampilkan budaya lokal Medan sekaligus mengundang minat pengunjung dari Prancis.

“GEMES memiliki potensi besar untuk dijadikan jembatan antara budaya Melayu dan Prancis. Dengan meeting results ini, kita bisa merancang program yang lebih menarik dan berkelanjutan, seperti pertunjukan seni tradisional atau workshop budaya,” jelas Zaki.

Industri Kreatif: Sinema sebagai Fokus Utama

Kerja sama di bidang ekonomi kreatif juga menjadi sorotan utama. Zaki menekankan bahwa Medan memiliki potensi besar dalam dunia perfilman, terutama dengan adanya industri kreatif yang berkembang pesat. Ia berharap Prancis dapat menjadi mitra dalam mengembangkan kemampuan sineas lokal dan menumbuhkan ekosistem perfilman yang lebih profesional.

“Kami ingin membuat inisiatif kolaboratif, seperti produksi film bersama atau pertukaran sineas, yang bisa meningkatkan kualitas industri kreatif Medan. Prancis akan mengirimkan tim yang akan berdiskusi lebih lanjut dengan pihak berwenang di Jakarta,” tambah Zaki.

Langkah konkret: Program Sosialisasi dan Pembiayaan

Sebagai langkah awal, pihak Prancis berencana menyosialisasikan program kerja sama pendidikan dan ekonomi kreatif ke berbagai lapisan masyarakat Medan. Dalam meeting results tersebut, Dubes Prancis menyatakan bahwa mereka akan mengirimkan dana tambahan untuk mendukung proyek pelatihan dan pendidikan gratis. Selain itu, program ini akan diselenggarakan secara bertahap, dengan penekanan pada kelompok usia muda dan pelaku seni.

Menurut Fabien Penone, kesepakatan ini juga akan mencakup pemanfaatan sumber daya manusia Medan dalam proyek ekonomi kreatif. “Kami yakin bahwa dengan meeting results ini, kita bisa membangun kerja sama yang menghasilkan dampak jangka panjang, terutama dalam meningkatkan kreativitas dan kualitas produksi lokal,” ungkap Penone.

Perspektif Prancis: Dukungan untuk Kemandirian Kreatif

Dubes Prancis menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya tentang peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga tentang penguatan kemandirian kreatif Kota Medan. “Prancis memiliki pengalaman dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan, dan kami ingin berbagi strategi tersebut dengan Medan,” kata Penone. Ia juga menyarankan adanya program pertukaran pelajar yang lebih luas, serta dukungan dalam pengembangan infrastruktur pendidikan.

“Kami sangat optimis bahwa meeting results ini akan menjadi awal dari kemitraan yang lebih dekat antara Medan dan Prancis. Banyak peluang yang bisa dijajaki, termasuk pengembangan industri kreatif yang lebih inovatif,” tambahnya.

Harapan Masa Depan: Sinergi dalam Pemangkasan Kesenjangan

Zakiyuddin Harahap berharap bahwa hasil pertemuan ini bisa segera diimplementasikan, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif. “Kerja sama dengan Prancis akan membantu mempercepat pemangkasan kesenjangan dalam bidang pendidikan dan ekonomi kreatif,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak luar negeri untuk mencapai tujuan yang lebih optimal.

Join the discussion