Korban Terakhir Ledakan di Grand Polonia Medan Ditemukan, Total 3 Orang Tewas
Kota Medan kembali dikejutkan dengan tragedi yang menimpa warga di kawasan elit Grand Polonia. Tim SAR gabungan berhasil menemukan Korban Terakhir Ledakan di
Operasi SAR Grand Polonia Resmi Berakhir Setelah Penemuan Korban Terakhir
Lintasnaya.com – Kota Medan kembali dikejutkan dengan tragedi yang menimpa warga di kawasan elit Grand Polonia. Tim SAR gabungan berhasil menemukan Korban Terakhir Ledakan di Grand Polonia, menandai berakhirnya operasi pencarian yang berlangsung selama hampir dua hari. Penemuan jenazah perempuan ini terjadi pada Selasa petang, 22 Juli 2026, sekitar pukul 18.20 WIB. Sebelumnya, insiden ledakan rumah telah terjadi pada Senin sore, 20 Juli 2026, yang menyebabkan beberapa bangunan runtuh dan warga terjebak di bawah reruntuhan.
Proses Penemuan Korban Terakhir
Hery Marantika, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan yang juga menjabat sebagai Search Mission Coordinator (SMC), memberikan konfirmasi resmi mengenai penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban berjenis kelamin perempuan ini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan dengan menggunakan alat berat dan peralatan khusus.
Hery menambahkan bahwa korban ini merupakan orang terakhir yang dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan bangunan setelah kejadian ledakan pada Senin sore. Selama proses pencarian, tim SAR telah berhasil mengevakuasi enam orang lainnya. Dari jumlah tersebut, dua orang di antaranya telah meninggal dunia sebelum ditemukan. Total korban meninggal dunia kini mencapai tiga orang, sementara empat orang lainnya dinyatakan selamat.
Tantangan dalam Operasi Pencarian
Pihak SAR berupaya semaksimal mungkin untuk mengevakuasi dan melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun reruntuhan. Hal ini dilakukan setelah menerima laporan mengenai kejadian yang diduga disebabkan oleh ledakan gas rumah tangga. Tim SAR gabungan sempat menghadapi hambatan dalam proses pencarian karena kondisi bangunan yang rusak parah serta banyaknya material yang berpotensi mengalami runtuhan susulan.
Upaya pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak membahayakan personel yang bertugas. Berdasarkan catatan waktu, korban meninggal pertama ditemukan oleh tim pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.20 WIB. Proses pencarian korban baru kembali membuahkan hasil pada Selasa sore, yaitu pada pukul 15.40 WIB dan pukul 18.20 WIB. Kedua korban terakhir ini juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja secara profesional, solid, dan tetap mengedepankan keselamatan personel selama operasi berlangsung,” ujar Hery.
Penutupan Operasi SAR
Dengan penemuan korban terakhir, Hery menyebut operasi SAR kejadian runtuhnya bangunan yang diduga akibat ledakan gas rumah tangga di Grand Polonia telah selesai dan resmi ditutup. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah berkontribusi dalam operasi penyelamatan ini. Seluruh korban pun telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Medan, terutama mereka yang tinggal di kawasan Grand Polonia. Pihak berwenang berencana melakukan investigasi menyeluruh untuk menentukan penyebab pasti ledakan tersebut. Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi bahaya serupa dan melaporkan jika menemukan indikasi kebocoran gas di lingkungan sekitar.
