Skip to content
533

EMP Energi Gandewa Ajak Pelajar Rantau Bais Peduli Lingkungan

Anthony Wilson - lintasnaya.com 4 mins read

Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir menjadi lokasi kegiatan EMP Mengajar 2026 yang diselenggarakan di SMPN 2 Tanah Putih

EMP Energi Gandewa Ajak Pelajar Rantau Bais Peduli Lingkungan

Pelajar Rantau Bais Belajar Peduli Lingkungan Lewat Konsep “Tiket” Sampah

Lintasnaya.com – Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir menjadi lokasi kegiatan EMP Mengajar 2026 yang diselenggarakan di SMPN 2 Tanah Putih. Menariknya, tidak ada tiket kertas atau kartu yang diperlukan untuk mengikuti acara ini. Sebagai gantinya, setiap peserta didik harus membawa dua kantong sampah dari rumah, yaitu satu kantong berisi sampah organik dan satu lagi berisi sampah anorganik. Sampah-sampah tersebut kemudian berfungsi sebagai tiket masuk untuk mengikuti serangkaian pembelajaran interaktif.

Dengan mengusung tema “Sampahku, Tanggung Jawabku: Edukasi Pemilahan dan Daur Ulang Sampah Anorganik Menjadi Ecobrick”, PT EMP Energi Gandewa bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, SMPN 2 Tanah Putih, serta Karang Taruna Kepenghuluan Rantau Bais. Kolaborasi ini berhasil mengumpulkan 40 siswa untuk belajar tentang pengelolaan sampah secara menyenangkan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026 ini juga dihadiri oleh Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Tanah Putih dan Pemerintah Kepenghuluan Rantau Bais sebagai wujud dukungan terhadap kepedulian lingkungan sejak dini.

Aktivitas Pembelajaran yang Kreatif dan Aplikatif

Sampah yang dibawa oleh para peserta kemudian dimanfaatkan sebagai media belajar. Mereka diajak untuk mengenali jenis-jenis sampah dan mempraktikkan cara memilah yang tepat. Melalui berbagai aktivitas menarik, siswa didorong untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang-barang bekas, serta mengolah sampah plastik menjadi ecobrick. Hasil karya ecobrick tersebut nantinya akan digunakan sebagai rak buku di lingkungan sekolah.

Konsep ramah lingkungan juga diterapkan dalam penyajian konsumsi selama kegiatan. Seluruh makanan dan minuman disajikan tanpa kemasan plastik sekali pakai, menggunakan nampan dan mug yang dapat diisi ulang. Bahkan, medali penghargaan yang diberikan kepada peserta dibuat dari kardus bekas dan tali goni, menunjukkan komitmen penuh terhadap prinsip daur ulang.

Peserta juga menerima edukasi komprehensif dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir. Materi yang disampaikan mencakup pemilahan sampah organik dan anorganik, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pengenalan Bank Sampah sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selain itu, peserta mengikuti cerdas cermat lingkungan, membuat papan nama kelompok dari bahan alami dan barang bekas, menandatangani Pohon Komitmen, serta menanam 20 bibit tanaman buah. Jenis tanaman yang ditanam meliputi durian, kelengkeng, matoa, dan mangga, yang diharapkan dapat menjadi peneduh sekaligus tanaman produktif untuk warga sekolah di masa depan.

Respons Peserta dan Pihak Terkait

Suci Aufa, salah satu peserta didik, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Ia merasa antusias dengan berbagai aktivitas yang dilakukan.

“Kegiatannya seru. Kami baru tahu kalau sampah plastik bisa dijadikan rak buku. Nanti kami ingin mencoba membuatnya lagi di sekolah, bahkan di rumah bersama adik,” ujar Suci.

Area Manager PT EMP Energi Gandewa, Haryo S. Nugroho, menjelaskan bahwa program EMP Mengajar merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan (K3LL). Budaya ini tidak hanya diterapkan di lingkungan operasional perusahaan, tetapi juga ditanamkan kepada masyarakat sejak usia sekolah.

“Bagi EMP Energi Gandewa, menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya K3LL perusahaan. Melalui EMP Mengajar, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap tindakan kecil, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga menanam pohon, akan memberi manfaat bagi masa depan. Kami berharap para siswa menjadi pelopor perubahan di sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujar Haryo.

Fungsional Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, H. Khoirul Amri, ST, M.Si, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran terhadap pengelolaan sampah.

“Pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami mengapresiasi inisiatif PT EMP Energi Gandewa yang menghadirkan edukasi secara kreatif dan aplikatif kepada para pelajar. Kami berharap kebiasaan baik yang dibangun hari ini terus diterapkan di rumah maupun di sekolah sehingga mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat,” ungkap Khoirul Amri.

Kepala SMPN 2 Tanah Putih, Memet Wibowo, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut di sekolahnya. Menurutnya, kegiatan ini memperkuat upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa agar tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga membiasakan perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT EMP Energi Gandewa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, serta seluruh pihak yang telah menghadirkan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi peserta didik kami. Program ini mem

Join the discussion