Key Discussion: Telkomsat dan Calon Pesaing Starlink UNIVITY Jajaki 3 Opsi Peluang Kerja Sama
Key Discussion: Telkomsat dan UNIVITY Jajaki Kolaborasi 3 Opsi Key Discussion – PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) berencana menjajaki tiga bentuk kerja
Key Discussion: Telkomsat dan UNIVITY Jajaki Kolaborasi 3 Opsi
Key Discussion – PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) berencana menjajaki tiga bentuk kerja sama strategis dengan UNIVITY, perusahaan teknologi antariksa yang berpotensi menjadi calon pesaing Starlink. Langkah ini sejalan dengan upaya Telkomsat untuk memperkuat posisi dalam pasar digital global, terutama melalui integrasi teknologi satelit ke dalam solusi konektivitas yang lebih inovatif. UNIVITY, yang merupakan anak perusahaan dari Angkasa Pura Group, sedang mengembangkan konstelasi satelit Very Low Earth Orbit (VLEO) untuk mendorong layanan Direct-to-Device (D2D) yang dapat mengubah cara pengguna Indonesia mengakses internet.
Tiga Opsi Kerja Sama Strategis
Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro K. Widiawan, menjelaskan bahwa Key Discussion ini melibatkan tiga skema kerja sama yang sedang dipertimbangkan secara mendalam. Pertama, kolaborasi dalam aspek pemasaran dan distribusi layanan satelit. Kedua, pengembangan infrastruktur gateway dan ground segment yang akan menjadi bagian dari ekosistem konektivitas nasional. Ketiga, peran Telkomsat sebagai mitra operasional, termasuk manajemen Network Operations Center (NOC) yang akan mengontrol operasional jaringan secara efektif. Setiap opsi ini dirancang untuk memaksimalkan keunggulan masing-masing pihak dan mengatasi tantangan persaingan di sektor telekomunikasi.
“Pemilihan Key Discussion ini adalah langkah penting untuk memastikan keberlanjutan layanan satelit di Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses internet yang lebih cepat dan stabil,” kata Anggoro kepada Bisnis, Selasa (14/7/2026).
Kerja sama pemasaran antara Telkomsat dan UNIVITY diharapkan mampu menggandengkan kekuatan distribusi nasional dengan teknologi modern dari perusahaan antariksa. Sementara itu, pengembangan infrastruktur gateway akan mendukung pengelolaan sinyal satelit yang lebih optimal, sementara peran operasional akan memastikan kontrol terhadap data dan jaringan di dalam wilayah Indonesia. Ketiga opsi ini tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga strategi bisnis untuk memperkuat ekosistem digital nasional.
MoU dan Arsitektur Hybrid Multi-Orbit
Sebagai bagian dari Key Discussion, Telkomsat telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan UNIVITY. Kerja sama ini bertujuan mengevaluasi potensi penggunaan arsitektur hybrid multi-orbit, yang menggabungkan satelit VLEO dan geostasioner. Dengan pendekatan ini, Telkomsat dapat memberikan layanan yang lebih aman, tangguh, serta adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Key Discussion mengenai arsitektur ini menjadi fokus utama dalam mengoptimalkan efisiensi dan keandalan jaringan satelit.
“Dalam Key Discussion ini, keamanan data, kedaulatan informasi, serta kepatuhan terhadap regul
