New Policy: Telkomsel Perluas Portofolio AI, Pendapatan Digital Terdongkrak 8,8%
an New Policy, Pendapatan Digital Naik 8,8% New Policy - Dengan New Policy, Telkomsel berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan
Telkomsel Perluas Portofolio AI Dengan New Policy, Pendapatan Digital Naik 8,8%
New Policy – Dengan New Policy, Telkomsel berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari strategi digitalnya. Hasil dari kebijakan ini terlihat jelas melalui peningkatan pendapatan digital sebesar 8,8% pada kuartal pertama 2026. Kebijakan baru ini menandai langkah penting perusahaan untuk mengintegrasikan AI ke berbagai aspek layanan, memperkuat posisi dominannya di industri telekomunikasi dan mendorong pertumbuhan pendapatan secara signifikan.
Transformasi Digital Melalui AI yang Lebih Inklusif
Pengembangan portofolio AI Telkomsel mencakup perluasan fitur cerdas dalam pengalaman pelanggan sehari-hari. Kebijakan ini bertujuan menyederhanakan akses ke teknologi, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari layanan digital. Misalnya, aplikasi MyTelkomsel, asisten virtual Veronika, platform MAXStream, dan layanan pelanggan terpadu kini menjadi medium utama penerapan AI untuk memberikan pengalaman yang lebih personal dan efisien.
Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menegaskan bahwa New Policy ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang lebih inklusif. “Kami ingin menghadirkan kecerdasan buatan sebagai alat yang mudah dipahami, aman, dan memberikan nilai konkret bagi pengguna,” ujarnya. Dengan menempatkan AI di titik sentuh seperti aplikasi, platform, dan layanan pelanggan, Telkomsel mengharapkan peningkatan efektivitas operasional dan kepuasan pelanggan.
Manfaat Finansial Dari Inovasi Teknologi AI
Dampak kebijakan pengembangan AI terhadap kinerja finansial Telkomsel terasa jelas. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, trafik data mencapai volume sebesar 5.770 Petabyte (PB), sementara pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) meningkat hingga Rp45.000. Peningkatan ini berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan total sebesar 1,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Fahmi menambahkan bahwa teknologi AI tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan layanan. Dengan alat seperti analisis data pelanggan, prediksi kebutuhan, dan otomasi layanan, Telkomsel berharap bisa memenuhi permintaan pasar yang semakin dinamis. “New Policy ini mengarahkan kami untuk fokus pada inovasi yang berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak segmen konsumen,” tuturnya.
Ekosistem AI yang Mendukung Pertumbuhan
Penggunaan AI di Telkomsel tidak hanya terbatas pada layanan teknis, tetapi juga mencakup aspek pemasaran dan operasional. Perusahaan berusaha menerapkan teknologi ini untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan dan efektivitas komunikasi. Sebagai contoh, algoritma AI yang digunakan untuk rekomendasi konten di MAXStream menawarkan pengalaman yang lebih relevan, sementara layanan pelanggan terpadu mempercepat respon dan menyelesaikan masalah secara real-time.
Selain itu, New Policy Telkomsel juga mendorong adopsi teknologi di lingkungan kerja. Dengan sistem AI yang terintegrasi, perusahaan mengharapkan peningkatan produktivitas karyawan dan pengurangan biaya operasional. “Penerapan AI di seluruh lini bisnis memberikan dampak luas, mulai dari layanan pelanggan hingga manajemen sumber daya internal,” jelas Fahmi. Kebijakan ini dipercaya sebagai bagian dari transformasi digital yang lebih holistik.
Kolaborasi Global untuk Meningkatkan Kapasitas
Untuk mempercepat pengembangan teknologi AI, Telkomsel aktif bekerja sama dengan mitra global. Kebijakan kolaboratif ini dilakukan melalui pengembangan bundling layanan, yang menggabungkan produk digital dengan solusi lainnya untuk memudahkan penggunaan. Dengan strategi ini, Telkomsel berharap meningkatkan daya saing dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
“Pengembangan ke depan akan fokus pada personalisasi layanan, rekomendasi kontekstual, edukasi penggunaan AI yang sederhana, serta pengalaman digital yang menghemat waktu dan memudahkan pengambilan keputusan,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Kebijakan kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan standar teknologi AI dengan kebutuhan lokal dan global. Fahmi menekankan bahwa New Policy tidak hanya tentang inovasi, tetapi juga tentang respons terhadap tren digital yang terus berubah.
Potensi Peningkatan Lebih Besar
Telkomsel menargetkan pengembangan portofolio AI lebih lanjut dalam beberapa kuartal mendatang. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan digital lebih dari 8,8%, bahkan mungkin mencapai angka yang lebih tinggi. Dengan ekosistem AI yang terus berkembang, perusahaan juga berharap bisa menciptakan nilai tambah untuk pelanggan, seperti layanan prediktif atau pengalaman interaktif yang lebih intuitif.
Misalnya, AI akan digunakan untuk menganalisis pola penggunaan data pelanggan, sehingga perusahaan bisa merancang paket yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumen. Selain itu, teknologi ini juga diharapkan mendorong peningkatan kepuasan pelanggan dengan menyediakan layanan yang lebih cepat dan akurat. New Policy Telkomsel menjadi langkah strategis untuk memastikan inovasi tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
