Skip to content
533

New Policy: Api Masih Membara di Lahan Gambut OKI, Operasi Udara dan Darat Diperkuat

Anthony Wilson - lintasnaya.com 4 mins read

New Policy: Api Masih Membara di OKI, Operasi Udara dan Darat Diperkuat Kondisi Kebakaran Saat Ini New Policy - Penerapan New Policy dalam penanganan

New Policy: Api Masih Membara di Lahan Gambut OKI, Operasi Udara dan Darat Diperkuat

New Policy: Api Masih Membara di OKI, Operasi Udara dan Darat Diperkuat

Kondisi Kebakaran Saat Ini

New Policy – Penerapan New Policy dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut, Desa Sumber Hidup, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sedang diperkuat oleh tim gabungan. Kebakaran yang terjadi pada Kamis (2/7/2026) masih membara, dengan api menyebar di area seluas 6 hektare. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, mengungkapkan bahwa upaya pemadaman telah berlangsung sejak api terdeteksi, namun kondisi cuaca dan sumber daya bakar yang melimpah masih menjadi tantangan utama.

“Api di Pedamaran Timur tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga mengancam lingkungan sekitar. Kondisi angin yang tidak menentu serta asap yang pekat membuat proses pemadaman lebih rumit. Dengan New Policy, kita mampu mengoptimalkan koordinasi antarinstansi dan mempercepat respons darurat,” jelas Ferdian.

Kebakaran ini menunjukkan betapa pentingnya penerapan New Policy dalam menghadapi bencana alam yang berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan dan ekonomi. Meski sebagian area telah dipadamkan, situasi masih dinamis. Dengan peningkatan jumlah personel dan dukungan operasi udara, harapan muncul untuk mengendalikan kobaran api sebelum merembet lebih luas.

Langkah Penanganan Berdasarkan New Policy

Sebagai bagian dari New Policy, operasi pemadaman di OKI menggunakan pendekatan integratif. Tim gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT PSM, serta unsur kepolisian dan TNI telah diterjunkan ke lokasi. Ferdian menyatakan bahwa kebijakan ini mencakup peningkatan jumlah personel, peralatan, serta strategi pemadaman yang lebih sistematis.

“New Policy mengharuskan kita tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif. Dengan penambahan 45 personel Manggala Agni, kita bisa menjangkau area terbakar secara lebih efektif. Selain itu, penyiraman air udara melalui helikopter menjadi alat utama untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut yang sulit dijangkau oleh personel darat,” tambah Ferdian.

Upaya ini juga melibatkan masyarakat setempat sebagai mitra. Dukungan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) memperkuat upaya mengendalikan api dari sumber daya lokal. Ferdian menegaskan bahwa New Policy tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga mendorong pencegahan dengan edukasi dan monitoring yang lebih ketat.

Tantangan dan Strategi New Policy

Kebakaran di lahan gambut berpotensi merusak ekosistem yang rentan karena kandungan airnya rendah. Ferdian menyoroti bahwa vegetasi kering seperti semak belukar, belidang, tegakan gelam, dan pakis menjadi bahan bakar tambahan yang memperparah situasi. New Policy berupaya mengatasi hal ini dengan menambahkan teknologi pemantauan dan penanganan yang lebih canggih.

“Kebijakan baru ini memberikan wewenang lebih luas untuk melakukan tindakan pencegahan sejak dini. Kami juga memperkuat sistem informasi dengan mengintegrasikan data dari patroli udara dan darat untuk mengambil keputusan yang tepat,” ujar Ferdian.

Beberapa tantangan terbesar termasuk cuaca yang tidak menentu dan kesulitan mengakses area terbakar. Dengan New Policy, instansi terkait diberi keleluasaan lebih besar untuk mengambil langkah ekstra, seperti menggunakan pesawat udara dalam frekuensi yang lebih tinggi dan menerapkan metode pemadaman berbasis teknologi.

Implementasi New Policy dalam Praktik

Dalam pelaksanaannya, New Policy menekankan kolaborasi lintas sektor. Kementerian Kehutanan bersama pemerintah daerah dan lembaga terkait membentuk tim koordinasi khusus untuk memantau dan mengendalikan kebakaran. Ferdian menyebutkan bahwa penerapan kebijakan ini memungkinkan respons cepat terhadap titik api yang terdeteksi, termasuk penggunaan drone untuk memetakan area terbakar secara real-time.

“Kami juga berkoordinasi dengan pusat pengendalian di Jakarta untuk mendapatkan dukungan logistik dan informasi terkini. New Policy memastikan bahwa setiap kejadian karhutla dianalisis secara komprehensif sebelum langkah tindak lanjut diambil,” jelas Ferdian.

Dengan pendekatan ini, harapan besar ditempatkan pada pengurangan dampak kebakaran secara signifikan. New Policy juga mengintegrasikan kebijakan pencegahan, seperti pembatasan pembukaan lahan dengan cara membakar dan penggunaan metode alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Perspektif Masyarakat dan Dampak New Policy

Kebakaran di OKI memperlihatkan kebutuhan masyarakat untuk lebih sadar akan risiko karhutla. Ferdian mengingatkan bahwa warga sekitar diminta untuk bekerja sama dalam menjaga kebersihan lahan dan melaporkan titik api yang baru muncul. New Policy memberikan wewenang lebih kepada petugas lapangan untuk mengambil keputusan segera jika diperlukan.

“New Policy tidak hanya membantu pemerintah, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat langsung. Kami menilai bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci sukses dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla,” tambah Ferdian.

Dengan berbagai langkah yang dijalankan, New Policy diharapkan dapat menjadi model dalam menangani bencana serupa di wilayah lain. Kebakaran yang terjadi saat ini menjadi bukti bahwa kebijakan ini sudah mulai berdampak positif dalam memperkuat respons darurat dan mencegah penyebaran api yang lebih luas.

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Kebijakan New Policy telah menunjukkan perannya dalam menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan di OKI. Dengan peningkatan personel, alat pemadaman, dan koordinasi lintas sektor, kejadian ini diharapkan tidak mengulangi kerusakan yang terjadi di masa lalu. Ferdian Kristanto menyatakan bahwa kebijakan ini menjamin penanganan yang lebih terarah dan bertanggung jawab.

“Kita perlu terus mengembangkan New Policy agar lebih adaptif terhadap perubahan cuaca dan pola kebakaran. Dengan peningkatan kapasitas ini, kita bisa meminimalkan risiko lingkungan dan ekonomi akibat karhutla,” ujar Ferdian.

Dalam jangka panjang, penerapan New Policy diharapkan mampu mengurangi tingkat kebakaran di lahan gambut yang rentan terbakar. Dengan pendekatan terpadu dan partisipasi masyarakat, pemerintah dan lembaga terkait dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan. Kebakaran di OKI menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan baru ini mampu memperkuat upaya penanganan darurat dan pencegahan bencana alam lainnya.

Join the discussion