Latest Program: Registrasi SIM Card Biometrik Berlaku 1 Juli 2026, XLSMART Ungkap Kesiapan
asi SIM Biometrik 1 Juli 2026 Latest Program - Program terbaru dari pemerintah yang memaksa operator seluler melakukan registrasi kartu SIM berbasis
XL Smart Siap Hadapi Registrasi SIM Biometrik 1 Juli 2026
Latest Program – Program terbaru dari pemerintah yang memaksa operator seluler melakukan registrasi kartu SIM berbasis verifikasi biometrik akan berlaku mulai 1 Juli 2026. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 7 Tahun 2026, yang disahkan pada 17 Januari 2026, menjadi pengaturan baru untuk meningkatkan keamanan layanan telekomunikasi. XL Smart (XLSMART), salah satu pelaku industri utama, telah memastikan kesiapan teknis dan operasional untuk menerapkan program ini secara efektif. “Ini adalah bagian dari upaya kami dalam memenuhi standar terkini dan memperkuat infrastruktur digital,” kata Reza Mirza, Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART, dalam wawancara dengan Bisnis pada 30 Juni 2026.
Persiapan Teknis yang Terstruktur
Persiapan untuk registrasi SIM biometrik telah dimulai sejak awal 2025, dengan fokus pada pengujiannya melalui berbagai saluran. Reza Mirza menjelaskan bahwa XLSMART telah meluncurkan program uji coba sejak September 2025, yang mencakup toko fisik XL Center dan Galeri Smartfren, serta platform digital. “Sistem yang dioperasikan telah teruji secara efektif, memastikan proses registrasi berjalan lancar,” tambahnya. Langkah ini tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga mengumpulkan data penting untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan.
Teknologi AI dan Pengamanan Real-Time
XL Smart menggunakan teknologi face recognition berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi dengan fitur liveness detection. Sistem ini terhubung langsung ke database Dukcapil, memungkinkan validasi identitas secara real-time. Reza menambahkan bahwa solusi ini memenuhi standar keamanan internasional, termasuk ISO 27001 dan ISO 27701, serta telah lolos uji Presentation Attack Detection (ISO 30107-3) dengan tingkat akurasi lebih dari 95%. Teknologi ini tidak hanya mempercepat proses registrasi, tetapi juga mengurangi risiko kebocoran data identitas.
“Dengan kemajuan teknologi, kami yakin keberhasilan program ini akan berkontribusi pada ekosistem digital yang lebih aman dan mudah diakses.”
5 Jalur Registrasi Biometrik yang Fleksibel
Untuk memudahkan pelanggan, XL Smart menyediakan lima jalur registrasi SIM biometrik. Pertama, melalui gerai fisik XL Center dan Galeri Smartfren di Jabodetabek, Jawa Timur, serta Sumatra. Kedua, melalui situs web xl.co.id, axis.co.id, dan smartfren.com/activation. Ketiga, menggunakan aplikasi myXL, AXISNET, dan mySF yang memungkinkan akses 24 jam. Keempat, melalui toko ritel XLSMART di berbagai wilayah. Kelima, melalui program pilot sejak September 2025, yang menjadi pengalaman awal sebelum regulasi penuh berlaku. Dengan berbagai pilihan ini, XL Smart menargetkan peningkatan partisipasi pelanggan dalam implementasi biometrik.
“Kami percaya keberagaman saluran akan mengurangi hambatan bagi pelanggan dalam mengikuti Latest Program ini,” ujar Reza.
Peningkatan Kesadaran dan Penerimaan Pengguna
Peluncuran program registrasi SIM biometrik tidak hanya menjadi tugas teknis, tetapi juga menyentuh aspek sosial. Reza Mirza menyatakan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya verifikasi biometrik telah meningkat secara signifikan. “Pelanggan mulai memahami manfaatnya, sehingga jumlah pendaftaran terus bertambah,” katanya. Tren ini didukung oleh adopsi e-SIM yang terus berkembang, yang memudahkan pengguna dalam mengaktifkan layanan digital. Selain itu, adanya layanan pelanggan yang responsif juga membantu mengatasi kebingungan awal terkait prosedur baru.
Langkah Strategis untuk Masa Depan
Reza menekankan bahwa persiapan untuk Latest Program ini merupakan investasi jangka panjang bagi XL Smart. “Kami ingin menciptakan ekosistem telekomunikasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan,” tambahnya. Dengan menggabungkan teknologi AI dan sistem validasi real-time, XL Smart siap menjadi pelaku utama dalam penerapan regulasi yang mengharuskan identifikasi biometrik. Kesiapan ini juga mencakup pelatihan karyawan, peningkatan kapasitas IT, dan integrasi dengan sistem pihak ketiga untuk memastikan kelancaran operasional. “Semua aspek telah dipersiapkan agar tidak ada hambatan saat regulasi resmi berlaku,” jelas Reza.
