Special Plan: Bidik Posisi 10 Besar Dunia, InJourney Airports ‘Poles’ Bandara Soekarno Hatta
InJourney Airports: Special Plan untuk Membawa Bandara Soekarno Hatta ke Posisi 10 Besar Dunia Special Plan - JAKARTA — PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney
InJourney Airports: Special Plan untuk Membawa Bandara Soekarno Hatta ke Posisi 10 Besar Dunia
Special Plan – JAKARTA — PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) telah mengumumkan rencana transformasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas Bandara Internasional Soekarno Hatta, dengan target masuk 10 besar bandara terbaik dunia pada 2029. Strategi ini dirancang untuk memperkuat infrastruktur, layanan, dan pengalaman penumpang secara holistik, serta memanfaatkan teknologi canggih sebagai pendukung utama. Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menjelaskan bahwa upaya ini dimulai sejak 2024 dan telah menunjukkan progres signifikan dalam meningkatkan peringkat Skytrax selama tiga tahun terakhir.
Strategi Transformasi Berbasis Tiga Aspek Utama
Transformasi Bandara Soekarno Hatta berfokus pada tiga elemen kunci: Premises (infrastruktur yang diorientasikan pada layanan), People (staf dengan standar kelas dunia), dan Process (operasional yang berbasis ekosistem digital). Selain itu, program ini memadukan inovasi teknologi untuk mengoptimalkan pengalaman penumpang, seperti penerapan self bag drop, sistem biometrik, dan integrasi aplikasi ponsel dengan peta arah digital. Pahlevi menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur dan layanan adalah bagian dari Special Plan yang bertujuan menghadirkan bandara dengan kualitas global.
Dalam rangka mewujudkan target tersebut, InJourney Airports telah melakukan sejumlah proyek besar. Salah satunya adalah pembukaan Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F pada 2025, yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia. Proyek ini memberikan layanan yang lebih komprehensif bagi pengunjung religius. Selain itu, Terminal 1C yang direvitalisasi dan Terminal 3 yang meraih predikat Bintang 4 Skytrax juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas. Perubahan-perubahan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas penumpang, tetapi juga memperbaiki kenyamanan dan kecepatan layanan.
Program Revitalisasi & Beautifikasi
Salah satu inisiatif utama dalam Special Plan adalah program Revitalisasi & Beautifikasi Bandara. Proyek ini mencakup penataan ulang area check-in, variasi desain tempat tunggu, serta penggunaan teknologi terkini dalam fasilitas umum. Contohnya, peningkatan fasad area komersial dan peningkatan interior di pintu keberangkatan meningkatkan kesan modern dan profesional. Selain itu, program ini juga berfokus pada pengoptimalan aksesibilitas dan kebersihan lingkungan, yang menjadi prioritas utama untuk menunjang layanan prima.
Peningkatan kecepatan proses keberangkatan dan penerbangan juga menjadi fokus utama. Dengan penggunaan sistem tracking bagasi dan self bag drop, penumpang dapat menghemat waktu dan mengurangi risiko keterlambatan. Teknologi biometrik di Terminal 1A, yang sudah diimplementasikan, mempercepat proses pemeriksaan dan meningkatkan keamanan. Pahlevi menekankan bahwa Special Plan ini tidak hanya mengubah tampilan fisik bandara, tetapi juga menyempurnakan alur kerja agar sesuai standar internasional.
Program Transformasi Bandara dan Follow Up Rekomendasi Tactical
Program Transformasi Bandara merupakan bagian dari Special Plan yang bertujuan meningkatkan layanan secara menyeluruh. Selain teknologi, perbaikan di sektor operasional juga dilakukan, termasuk optimalisasi sistem informasi dan integrasi layanan antar-terminal. Program Follow Up Rekomendasi Tactical diluncurkan untuk memenuhi saran Skytrax, seperti penambahan Flight Information Display System (FIDS), pengembangan website bandara, dan peningkatan infrastruktur. Dengan kombinasi tiga program ini, InJourney Airports mengharapkan peningkatan kualitas pengalaman penumpang dalam skala besar.
Perubahan ini juga mencakup peningkatan kapasitas penumpang di Terminal 1A, yang bertambah dari 5,7 juta menjadi 10 juta per tahun. Dengan adanya penambahan fasilitas dan peningkatan kapasitas, Bandara Soekarno Hatta diharapkan dapat menyaingi bandara internasional seperti Dubai, Riyadh, London Heathrow, dan Vancouver. Pahlevi menegaskan bahwa Special Plan ini adalah strategi jangka panjang yang mencakup rencana penerapan standar dunia di seluruh operasional, termasuk layanan kesiswaan, atraksi kota, dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam proses implementasinya, InJourney Airports juga melibatkan masyarakat sekitar dan pengguna jasa bandara sebagai bagian dari evaluasi kualitas. Umpan balik dari penumpang akan menjadi alat penting untuk memastikan perbaikan berkelanjutan. Dengan perhatian terhadap detail dan komitmen pada inovasi, Bandara Soekarno Hatta semakin dekat dengan tujuan menjadi salah satu bandara terbaik di dunia. Special Plan ini tidak hanya mengubah penampilan bandara, tetapi juga mewujudkan visi untuk menjadi pusat penerbangan yang inovatif dan ramah pengguna.
