Special Plan: ASDP Segera Tingkatkan Kapasitas Dermaga di Ketapang-Gilimanuk Imbas Macet Berulang
elabuhan Ketapang-Gilimanuk Special Plan - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sedang mengerjakan rencana khusus, yaitu Special Plan , untuk meningkatkan
ASDP Siapkan Special Plan Tingkatkan Kapasitas Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk
Special Plan – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sedang mengerjakan rencana khusus, yaitu Special Plan, untuk meningkatkan kapasitas dermaga di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Rencana ini ditujukan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang sering terjadi, terutama selama masa arus mudik seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Kondisi ini telah memicu keluhan pengguna jasa feri karena memperlambat waktu tempuh dan mengganggu keandalan layanan. Special Plan akan dilaksanakan dalam jangka menengah, dengan peningkatan kapasitas menjadi prioritas utama untuk mendukung pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.
Analisis Masalah dan Kebutuhan Infrastruktur
Kemacetan di pelabuhan Ketapang–Gilimanuk telah menjadi isu yang kritis, terutama ketika volume kendaraan meningkat drastis. Pelabuhan ini menjadi salah satu jalur utama pengangkutan antar Pulau Jawa dan Bali, yang menarik minat pengguna jasa feri sejak sebelum lebaran hingga setelahnya. Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa Special Plan diusulkan untuk menyesuaikan kapasitas dermaga dengan permintaan yang semakin tinggi. Keterbatasan infrastruktur seperti jumlah dermaga yang tidak memadai dan kurangnya buffer zone menjadi penyebab utama penumpukan kendaraan. Transformasi infrastruktur dianggap penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko penundaan.
“Kami mengakui bahwa Special Plan merupakan solusi strategis untuk menjawab tantangan yang dihadapi. Peningkatan kapasitas dermaga akan memperkuat daya tahan layanan feri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan wisatawan,” kata Windy, dalam wawancara eksklusif dengan Bisnis.com, Jumat (3/7/2026).
Detil Implementasi dan Target Waktu
Menurut rencana, Special Plan akan fokus pada pengembangan Dermaga Ponton di Ketapang menjadi Dermaga MB dengan kapasitas hingga 60 ton. Proyek ini diharapkan dapat dimulai tahun ini dan selesai dalam waktu sekitar 15 bulan setelah groundbreaking. Sementara itu, Dermaga MB II Gilimanuk juga akan ditingkatkan dari 35 ton menjadi 60 ton, sehingga bisa beroperasi sebagai pendamping dermaga utama. Peningkatan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan truk besar dan meningkatkan kapasitas total pada periode kepadatan.
ASDP menekankan bahwa Special Plan dirancang secara bertahap dan terpadu, dengan skala prioritas yang jelas. Transformasi dermaga dan peningkatan kapasitas akan disertai perbaikan sistem pengaturan lalu lintas di luar area pelabuhan, serta optimalisasi kawasan industri dan logistik. Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan layanan saat ini, tetapi juga mempersiapkan kapasitas untuk menghadapi pertumbuhan arus kendaraan di masa depan. “Special Plan akan menjadi dasar keberlanjutan operasional dan penguatan ekosistem transportasi laut di wilayah tersebut,” tambah Heru.
Proses Kolaborasi dengan Pemprov Jawa Timur
ASDP berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempercepat penerapan Special Plan. Kemitraan ini mencakup penyusunan rencana pengembangan jangka panjang, perbaikan tata kelola pelabuhan, serta pembangunan kawasan industri yang terintegrasi. Pemprov Jawa Timur dianggap menjadi mitra kunci dalam menjamin keberlanjutan proyek ini, terutama karena keterlibatan mereka dalam pengelolaan kawasan pesisir dan pengaturan akses jalan. Windy Andale menjelaskan bahwa sinergi antara ASDP dan pemerintah daerah akan memastikan peningkatan kapasitas pelabuhan sejalan dengan kebutuhan wilayah.
“Kolaborasi ini memungkinkan kami untuk merancang solusi yang lebih efektif, baik dari segi teknis maupun kebijakan. Special Plan diharapkan bisa berdampak signifikan pada kelancaran arus mudik dan ekonomi masyarakat,” tutur Windy dalam keterangan resmi.
Manfaat dan Proyeksi Pengembangan
Dengan penerapan Special Plan, ASDP optimis bisa mengurangi penumpukan kendaraan hingga 30% pada masa arus mudik. Peningkatan kapasitas dermaga juga akan mempercepat waktu tempuh, yang sebelumnya membutuhkan hingga 2–3 jam di jam sibuk. Selain itu, proyek ini akan membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi lokal, terutama sektor logistik dan pariwisata. Heru Widodo menambahkan bahwa proyek ini akan mencakup peningkatan kapasitas dermaga, pengembangan buffer zone di Bulusan, serta integrasi dengan moda transportasi lainnya.
“Special Plan tidak hanya mengatasi masalah saat ini, tetapi juga memastikan bahwa Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk siap menghadapi pertumbuhan permintaan di masa depan. Ini adalah langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan transportasi laut di Indonesia,” jelas Heru, dalam rilis terbaru ASDP.
Kesiapan dan Harapan Masa Depan
Saat ini, operasional feri di pelabuhan Ketapang–Gilimanuk masih berjalan normal, meskipun ada kepadatan di beberapa periode. ASDP menyatakan bahwa Special Plan akan diimplementasikan secara bertahap, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur dermaga dan sistem pengelolaan lalu lintas. Proyek ini diharapkan dapat selesai pada 2029, dengan hasil yang optimal dalam lima tahun ke depan. Kebijakan ini juga mencakup perbaikan fasilitas penunjang seperti akses jalan, parkir, dan keamanan di pelabuhan.
Windy Andale menegaskan bahwa Special Plan merupakan bagian dari visi ASDP untuk memperkuat peran pelabuhan sebagai tulang punggung perdagangan nasional. Dengan peningkatan kapasitas, ASDP berharap bisa meningkatkan kepuasan pelanggan dan menurunkan risiko penundaan. “Kami percaya bahwa Special Plan akan menjadi acuan untuk pengembangan pelabuhan lainnya di Indonesia,” pungkasnya.
