Skip to content
98

New Policy: InJourney Airports Memoles Wajah Gerbang Udara Indonesia

Karen Miller - lintasnaya.com 3 mins read

InJourney Airports Memoles Wajah Gerbang Udara Indonesia New Policy - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), yang lebih dikenal sebagai InJourney Airports, baru

New Policy: InJourney Airports Memoles Wajah Gerbang Udara Indonesia

InJourney Airports Memoles Wajah Gerbang Udara Indonesia

New Policy – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), yang lebih dikenal sebagai InJourney Airports, baru saja meluncurkan new policy yang bertujuan memperkuat transformasi infrastruktur dan layanan di empat bandara utama Indonesia. Policy ini menjadi bagian dari upaya membangun kesan baru sebagai gerbang udara yang lebih modern, ramah, dan efisien. Dengan new policy ini, bandara-bandara terpilih akan menjalani perbaikan di berbagai aspek, mulai dari fasilitas fisik hingga pengalaman perjalanan para penumpang. Empat bandara yang menjadi fokus utama dalam tahun ini adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Minangkabau Padang, dan Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Proyek ini tidak hanya mengubah tampilan fisik bandara, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk mengikuti tren industri penerbangan global.

Penyempurnaan Fasilitas Berdasarkan New Policy

Dalam new policy ini, InJourney Airports menekankan keterlibatan pihak terkait, termasuk pengelola bandara, pengguna jasa, dan masyarakat. Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menjelaskan bahwa new policy diarahkan untuk menyeimbangkan antara kenyamanan pelanggan dan efisiensi operasional. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, sebagai salah satu bandara paling sibuk di Indonesia, akan mendapat perhatian khusus dalam new policy ini dengan peningkatan kapasitas hingga 32 juta penumpang per tahun. Proyek revitalisasi terminal internasional dan penambahan fasilitas penghubung menjadi bagian integral dari kebijakan baru tersebut.

Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, yang menyumbang sebagian besar keberangkatan penumpang di Indonesia, juga menjadi sasaran utama new policy. Peningkatan kapasitas Terminal 3 dan pengecatan ulang Terminal 1A dilakukan berdasarkan data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan bahwa bandara tersebut tetap menjadi pusat utama penerbangan. New policy ini memastikan bahwa setiap langkah revitalisasi diarahkan ke peningkatan kualitas pelayanan, dengan target menyelesaikan proyek sebelum akhir tahun 2026. Sementara itu, Bandara Depati Amir Pangkalpinang dan Bandara Minangkabau Padang dianggap penting untuk mewakili keberagaman budaya Indonesia.

New policy ini merupakan bagian dari strategi transformatif InJourney Airports yang bertujuan menjadikan bandara sebagai etalase budaya dan infrastruktur paling modern di Asia Tenggara. Kebijakan ini juga mencerminkan respons terhadap dinamika industri penerbangan yang semakin kompetitif,” ujar Mohammad R. Pahlevi dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).

Pengembangan Terminal 1A Sebagai Simbol Kepeloporan

Revitalisasi Terminal 1A di Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu proyek paling menonjol dalam new policy ini. Terminal 1A akan ditambahkan 36 konter check-in, serta area fasilitas umum yang diperluas hingga mencapai 6.300 meter persegi. Selain itu, conveyor belt di area pengambilan bagasi akan ditingkatkan dari 5 unit menjadi 7 unit, sehingga mampu menangani 3.500 bagasi per jam. Penambahan ini diharapkan mempercepat proses keberangkatan dan penerbangan, sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.

”Revitalisasi Terminal 1A sebagai bagian dari new policy ini tidak hanya tentang peningkatan kapasitas, tetapi juga keterlibatan masyarakat dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman. Kami percaya bahwa bandara yang modern akan menjadi lebih dari sekadar tempat transit, melainkan ruang interaksi budaya dan layanan berkualitas tinggi,” kata Mohammad R. Pahlevi.

Transformasi Terminal 1A juga mencakup penambahan area rekreasi, kafe, dan toko oleh-oleh yang berlokasi di lobi utama. Tujuan utamanya adalah menghadirkan new policy dalam bentuk praktis, yaitu mempercepat alur perjalanan dan menyediakan fasilitas yang lebih lengkap. Sementara itu, Bandara Minangkabau Padang akan menggabungkan desain modern dengan motif tradisional, seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung, untuk menunjukkan komitmen menjadikan bandara sebagai etalase budaya.

Dalam new policy, InJourney Airports juga fokus pada pengelolaan kebersihan, kenyamanan, dan keamanan di seluruh bandara. Setiap perubahan diatur secara terpadu, dengan penggunaan teknologi canggih dalam manajemen lalu lintas penumpang. Bandara Depati Amir Pangkalpinang, yang sebelumnya dikenal sebagai bandara paling ramah di Kalimantan, akan menjadi contoh nyata bagaimana new policy dapat menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat lokal.

Join the discussion