Skip to content
98

Main Agenda: Stasiun Gambir Disulap Jadi Teras Monas, Telan Anggaran Rp1 Triliun

Anthony Moore - lintasnaya.com 3 mins read

i Teras Monas, Telan Anggaran Rp1 Triliun Main Agenda menjadi sorotan utama dalam rencana revitalisasi Stasiun Gambir, yang akan diubah menjadi pusat

Main Agenda: Stasiun Gambir Disulap Jadi Teras Monas, Telan Anggaran Rp1 Triliun

Main Agenda: Stasiun Gambir Disulap Jadi Teras Monas, Telan Anggaran Rp1 Triliun

Main Agenda menjadi sorotan utama dalam rencana revitalisasi Stasiun Gambir, yang akan diubah menjadi pusat konektivitas utama menuju Monumen Nasional (Monas). Proyek ini menandai transformasi besar-besaran pada salah satu stasiun kereta api terpenting di Jakarta. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa Main Agenda bertujuan memperkaya pengalaman perjalanan pengguna dengan menyatukan fungsi transportasi, wisata, dan kegiatan ekonomi. Stasiun Gambir, yang sebelumnya hanya melayani penumpang kereta api jarak jauh, kini akan menjadi jalur utama yang menghubungkan pusat kota dengan tempat wisata dan pusat bisnis.

“Revitalisasi Gambir tidak hanya fokus pada perpindahan transportasi, tetapi juga pada pengalaman pengguna yang lebih menyenangkan dan lengkap,” ujarnya kepada wartawan saat mengungkapkan perjalanan kereta luar biasa dari Yogyakarta ke Gambir, Rabu (8/7/2026). “Ini adalah bagian dari Main Agenda yang mengintegrasikan fasilitas hospitality, tourism, dan entertainment ke dalam sistem transportasi publik.”

Struktur Penataan dan Integrasi Transportasi

Revitalisasi Stasiun Gambir dilakukan bertahap sebagai bagian dari penataan layanan transportasi publik di Pusat Kota Jakarta. Proyek ini merupakan salah satu prioritas Main Agenda, yang menitikberatkan pada pengembangan infrastruktur yang komprehensif. Bobby mengatakan konsep tersebut juga dipresentasikan kepada Presiden Prabowo Subianto, yang mendukung peningkatan aksesibilitas ke Monas sebagai strategi peningkatan kota. Stasiun Gambir akan menjadi titik transit utama, sementara Stasiun Manggarai tetap berperan sebagai pusat integrasi moda transportasi, termasuk KRL, LRT Jakarta, dan Transjakarta.

Proyek ini juga mencakup perubahan infrastruktur fisik, seperti penambahan peron khusus untuk kereta rel listrik (KRL) dan terowongan khusus yang menghubungkan Gambir dengan Stasiun MRT Monas. Bobby menjelaskan bahwa pembangunan terowongan ini akan mempercepat akses pengguna ke Monas, yang menjadi landmark kota. Selain itu, Main Agenda melibatkan pengembangan fasilitas ritel, kafe, dan area parkir yang lebih modern untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

Anggaran dan Penggunaan Dana

Dana untuk revitalisasi Stasiun Gambir ditargetkan mencapai Rp1 triliun, sepenuhnya berasal dari dana KAI. Bobby menegaskan bahwa proyek ini merupakan investasi bisnis murni, karena tidak menggunakan dana negara. “Main Agenda memastikan semua pengembangan di Gambir bisa berjalan secara mandiri, tanpa mengganggu anggaran pemerintah,” tambahnya.

Dengan anggaran sebesar Rp1 triliun, stasiun akan dilengkapi dengan fasilitas seperti ruang pertemuan, peron yang bisa menampung lebih banyak penumpang, dan jaringan transportasi lanjutan. Bobby mengatakan proyek ini akan selesai pada 2028, dan akan memberikan dampak signifikan bagi pengembangan ekonomi sekitar. “Kami berharap Main Agenda bisa menjadi contoh integrasi infrastruktur yang sukses di Indonesia,” ujarnya.

Manfaat Ekonomi dan Sosial

Revitalisasi Stasiun Gambir juga diharapkan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lokal. Fasilitas ritel baru yang dibangun memiliki luas area komersial sekitar 15.479 m², dengan potensi menampung 220–310 unit usaha kecil dan menengah. Bobby menyebutkan bahwa tiap usaha bisa menyerap 2–3 karyawan, sehingga total kebutuhan tenaga kerja mencapai 440–930 orang. Di luar tenant, sektor hospitality dan leisure akan membutuhkan tenaga pendukung seperti kebersihan, keamanan, dan layanan pelanggan.

Manfaat sosial dari Main Agenda terlihat dari akses yang lebih mudah ke Monas. Stasiun Gambir, yang berada di tengah Jakarta, akan menjadi pintu masuk utama bagi masyarakat dan wisatawan. Bobby mengatakan bahwa kolaborasi dengan pemerintah DKI Jakarta memastikan semua fasilitas bisa diakses secara optimal. “Kami sudah berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk memastikan Main Agenda berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

Kontribusi pada Wisata dan Kota Jakarta

Monas sebagai simbol nasional Jakarta akan semakin mudah dijangkau berkat integrasi transportasi yang lebih baik melalui Stasiun Gambir. Main Agenda juga berharap meningkatkan daya tarik kawasan sekitar Monas sebagai destinasi wisata. Dengan fasilitas pendukung yang lengkap, stasiun akan menjadi pusat aktivitas yang menarik baik untuk pengguna lokal maupun wisatawan. Bobby menambahkan bahwa proyek ini akan menambah nilai estetika dan fungsionalitas kawasan.

Perubahan di Stasiun Gambir akan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang modern dan ramah pengguna. Bobby Rasyidin menyebutkan bahwa revitalisasi ini sejalan dengan visi kota yang ingin meningkatkan kualitas hidup warga. “Main Agenda memberikan solusi konkret untuk menghadirkan aksesibilitas dan kepuasan pengguna transportasi,” pungkasnya. Proyek ini diharapkan menjadi referensi untuk proyek serupa di kota-kota lain, yang juga ingin mengintegrasikan infrastruktur transportasi dengan kegiatan ekonomi dan pariwisata.

Join the discussion