Main Agenda: Pelni Siapkan 3 Armada Baru untuk Gantikan Kapal Berusia 40 Tahun
Siapkan Tiga Armada Baru untuk Modernisasi Pelayaran Main Agenda menjadi pilar utama dalam upaya PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni untuk
Main Agenda: Pelni Siapkan Tiga Armada Baru untuk Modernisasi Pelayaran
Main Agenda menjadi pilar utama dalam upaya PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni untuk meningkatkan kualitas layanan angkutan laut. Perusahaan pelni ini telah mengumumkan rencana pembelian tiga kapal penumpang baru sebagai bagian dari strategi pengembangan infrastruktur pelayaran nasional. Langkah ini bertujuan menggantikan armada kapal yang sudah berusia lebih dari 40 tahun, yang dalam beberapa tahun terakhir tercatat sebagai penghalang utama dalam upaya memperbaiki efisiensi dan keandalan operasional. Direktur Utama Pelni, Budi Setyawan Wijaya, menjelaskan bahwa Main Agenda ini dilakukan untuk menjaga konsistensi dalam pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang masih bergantung pada kapal laut sebagai sarana transportasi utama.
Strategi Penggantian Armada Berusia 40 Tahun
Dalam rangka memperkuat Main Agenda modernisasi, Pelni menargetkan tiga kapal baru akan mulai beroperasi sebelum 2029. Proses pengadaan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun, sehingga seluruh program perekrutan armada diperkirakan selesai pada 2030. Budi Setyawan Wijaya menekankan bahwa kapal lama, meskipun masih memenuhi standar teknis, kinerjanya mulai menurun karena usia yang terus bertambah. Dengan penggantian armada, Pelni berharap mengurangi biaya operasional serta meningkatkan daya saing dalam industri pelayaran Indonesia.
“Kapal-kapal lama telah berjasa selama bertahun-tahun, tetapi dengan Main Agenda ini, kami ingin memastikan kemajuan yang berkelanjutan. Penambahan tiga armada baru akan mendukung kebutuhan transportasi laut di era digitalisasi dan globalisasi,” ujar Budi dalam rapat dengar pendapat di Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Kapal baru yang akan diperkenalkan Pelni dirancang dengan teknologi terkini, seperti mesin bertenaga bahan bakar bersih dan sistem navigasi yang lebih canggih. Keberadaan kapal-kapal ini diharapkan mampu mempercepat waktu tempuh rute utama, termasuk jalur ke wilayah Indonesia Timur dan Papua. Selain itu, kapal-kapal baru juga akan dilengkapi fasilitas kenyamanan untuk penumpang, seperti kamar tidur dan ruang makan, serta kemampuan mengangkut muatan yang lebih luas. Main Agenda ini berjalan sejalan dengan komitmen Pelni untuk meningkatkan layanan publik dan memenuhi kebutuhan ekonomi nasional.
Proyeksi Kinerja pada Tahun 2025
Sebagai bukti kesuksesan Main Agenda modernisasi, Pelni Group mencatat pencapaian operasional yang melebihi target pada 2025. Dalam tahun tersebut, perusahaan berhasil mengangkut 5,15 juta penumpang, menjadikan pencapaian sebesar 108,45% dari RKAP. Di segmen logistik, angkutan general cargo mencapai 117.617 ton/m³ atau 136,99% dari target, sementara angkutan peti kemas tercatat 23.838 TEUs, sesuai 100,30% dari rencana tahunan. Meski angkutan kendaraan mengalami penurunan menjadi 5.984 unit (46,83% dari RKAP), angkutan ternak menunjukkan peningkatan signifikan, mencapai 7.134 ekor atau 100,13% dari target.
Kinerja keuangan Pelni pada 2025 juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pendapatan usaha mencapai Rp6,24 triliun, naik 111,73% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih konsolidasi mencapai Rp202,37 miliar, tumbuh 104,39% tahunan. Pendapatan utama berasal dari layanan penumpang, PSO dan subsidi, serta angkutan muatan. Dengan Main Agenda ini, Pelni berharap memperkuat posisi sebagai pelaku utama transportasi laut di Indonesia.
Langkah Strategis untuk Masa Depan Pelayaran
Pelni juga berencana mengalokasikan dana besar untuk pengembangan armada di masa depan, termasuk dalam RKAP 2026. Dalam proyeksi tersebut, perusahaan menargetkan pendapatan usaha hingga Rp6,277 triliun, dengan biaya usaha sebesar Rp5,199 triliun dan biaya overhead Rp904,218 miliar. Laba/rugi di luar usaha diperkirakan akan optimal, sebagai hasil dari efisiensi yang diperoleh melalui Main Agenda modernisasi. Budi Setyawan Wijaya menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas angkutan laut, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada kapal lama yang sudah usang.
Kapal baru yang akan diperkenalkan Pelni juga diharapkan meningkatkan daya saing dalam pelayaran internasional. D
