Skip to content
7

Saham BMRI – BBRI, BBCA jadi Motor Penguatan Indeks LQ45

Richard Gonzalez - lintasnaya.com 2 mins read

Saham BMRI, BBRI, BBCA Jadi Motor Penguatan Indeks LQ45 Saham BMRI - Perkembangan indeks LQ45 selama periode 13–17 Juli 2026 didorong oleh kinerja empat saham

Saham BMRI – BBRI, BBCA jadi Motor Penguatan Indeks LQ45

Saham BMRI, BBRI, BBCA Jadi Motor Penguatan Indeks LQ45

Saham BMRI – Perkembangan indeks LQ45 selama periode 13–17 Juli 2026 didorong oleh kinerja empat saham bank besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan indeks tersebut. Data perdagangan seminggu terakhir menunjukkan bahwa LQ45 naik 5,54% menjadi 621,910 dari 589,824 di minggu sebelumnya. Kenaikan ini melebihi pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang hanya mencatat kenaikan 4,24% ke level 6.175,535.

Kontribusi Saham Bank Besar

Saham BMRI berperan dominan dalam mendorong kenaikan LQ45, sumbangan sebesar 5,99 poin setelah harga naik 9,8% dalam seminggu. Kapitalisasi pasar free float (MCFF) perusahaan ini mencapai Rp162,10 triliun. BBRI mengikuti dengan kenaikan 6,45% dan kontribusi 5,18 poin, sementara BBCA naik 4,86% dengan sumbangan 5,03 poin. BBNI berkontribusi 0,95 poin setelah harga sahamnya naik 4,68%.

Kenaikan di Luar Sektor Perbankan

Di luar sektor perbankan, perusahaan lain seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga memberikan dukungan. TLKM melonjak 7,26% dengan kontribusi 3,47 poin, sementara AMMN mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 12,25% dengan sumbangan 2,45 poin. PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) masing-masing memberikan kontribusi 6,03% serta 8,37%, sedangkan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 4,63% serta 5,86%.

Peningkatan Aktivitas Perdagangan

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami peningkatan signifikan. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan hampir seluruh indikator menunjukkan pertumbuhan selama 13–17 Juli 2026. “Rata-rata nilai transaksi harian meningkat 36,25% menjadi Rp13,99 triliun dari Rp10,27 triliun pada pekan sebelumnya,” kata Kautsar dalam keterangan resmi, Jumat (17/7/2026). Selain itu, volume transaksi harian naik 27,75% ke 26,17 miliar lembar saham, dan frekuensi transaksi meningkat 24,60% menjadi 2,33 juta kali.

Kinerja Investor Asing

Meski investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp638,05 miliar pada perdagangan Jumat (17/7/2026), secara kumulatif sejak awal tahun 2026, mereka masih membukukan jual bersih Rp75,712 triliun. Peningkatan tersebut mencerminkan dinamika pasar yang berubah, meski aliran modal asing belum sepenuhnya stabil.

Join the discussion