Reaksi Saham Unggas JPFA CPIN Cs saat Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur
Reaksi Saham Unggas JPFA CPIN dan emiten terkait menunjukkan dinamika positif di tengah perkembangan terbaru Badan Gizi Nasional. Program Makan Bergizi Gratis
Pergerakan Saham Unggas Respons Pengunduran Diri Kepala BGN
Lintasnaya.com – Reaksi Saham Unggas JPFA CPIN dan emiten terkait menunjukkan dinamika positif di tengah perkembangan terbaru Badan Gizi Nasional. Program Makan Bergizi Gratis atau MBG terus menjadi faktor penentu bagi sentimen investor terhadap saham-saham emiten sektor unggas. JPFA dan CPIN termasuk dalam daftar yang paling merasakan dampak dari perkembangan terbaru di Badan Gizi Nasional (BGN). Setelah sebelumnya mengalami goncangan akibat skandal korupsi yang melibatkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, kini giliran Nanik S. Deyang yang baru dilantik pada 8 Juni 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengumumkan keputusannya mundur dari jabatan.
Di perdagangan pagi hari ini, pukul 09.40 WIB, pergerakan saham-saham unggas menunjukkan variasi yang cukup beragam. PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP) bertahan stabil di angka Rp20 per lembar. Sementara itu, PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) juga tidak menunjukkan perubahan signifikan, tetap di level Rp715 setelah sempat menyentuh Rp720 sebelumnya. Berbeda dengan PT Sreeya Sewy Indonesia Tbk. (SIPD) yang mencatat koreksi sebesar 0,72% menuju Rp685.
Di sisi lain, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) berhasil menguat tipis sebesar 0,32% ke Rp3.140. Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) juga mencatatkan kenaikan marginal sebesar 0,96% ke Rp2.090. Pergerakan ini terjadi di tengah kabar pengunduran diri Nanik S. Deyang yang diunggah melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu, 22 Juli 2026. Investor tampaknya merespons dengan stabil, menunjukkan kepercayaan terhadap keberlanjutan program MBG meskipun terjadi perubahan kepemimpinan.
Alasan Mundur dan Rencana Pengobatan
Nanik menjelaskan bahwa keputusan untuk mundur dari jabatannya didasari oleh kebutuhan untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Presiden Prabowo telah memberikan persetujuan atas hal tersebut. Pengunduran diri ini tidak serta merta mengancam kelancaran program MBG, mengingat Nanik akan tetap terlibat dalam pengawasan.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat,” tulis Nanik dalam unggahannya.
Meskipun telah menyetujui pengunduran diri Nanik, Presiden Prabowo tetap meminta mantan Kepala BGN tersebut untuk turut serta mengawasi jalannya operasional BGN ke depannya. Nanik menyebutkan bahwa rencana pembentukan dewan pengawas sedang dalam tahap persiapan, di mana ia akan ditunjuk sebagai ketuanya. Hal ini memberikan kepastian bagi pasar bahwa program MBG akan tetap berjalan dengan baik.
“Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas, di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya,” tandasnya.
Pembenahan yang Dilakukan dalam Dua Bulan
Selama masa jabatannya yang berlangsung kurang dari dua bulan, Nanik telah melakukan sejumlah perubahan signifikan di BGN. Ia berhasil mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari lima kementerian dan lembaga berbeda, yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, BPKP, serta Kejaksaan. Perubahan ini menunjukkan komitmen BGN untuk meningkatkan efektivitas program MBG.
Sebagai bagian dari upaya reformasi, Nanik juga membentuk 11 tim kerja. Tim-tim ini bertugas melakukan evaluasi terhadap ketepatan sasaran penerima manfaat, meninjau 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta memperkuat pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas program.
“Pak Presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B (Balita, Busui dan Bumil), anak-anak SD-SMP serta siswa semua tingkatan sekolah di kawasan 3T,” tulisnya.
Reaksi Saham Unggas JPFA CPIN dan emiten lainnya menunjukkan bahwa pasar percaya pada stabilitas program MBG meskipun terjadi perubahan kepemimpinan. Dengan Nanik tetap terlibat sebagai ketua dewan pengawas, investor merasa yakin bahwa program strategis nasional ini akan terus berjalan optimal. Hal ini menjadi faktor positif bagi sektor unggas yang memiliki keterkaitan erat dengan program MBG.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
