Skip to content
7

Official Announcement: Sah! OJK Konfirmasi Jeffrey Hendrik jadi Dirut BEI Periode 2026-2030

Elizabeth Lopez 3 mins read

Sah! OJK Konfirmasi Jeffrey Hendrik Jadi Dirut BEI Periode 2026-2030 Official Announcement: Pengumuman Resmi tentang Penunjukan Direktur Utama Official

Official Announcement: Sah! OJK Konfirmasi Jeffrey Hendrik jadi Dirut BEI Periode 2026-2030

Sah! OJK Konfirmasi Jeffrey Hendrik Jadi Dirut BEI Periode 2026-2030

Official Announcement: Pengumuman Resmi tentang Penunjukan Direktur Utama

Official Announcement: Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama periode 2026-2030, setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengumuman ini dilakukan setelah proses seleksi yang dipimpin OJK selesai, dengan surat penetapan calon direksi BEI untuk masa jabatan 2026-2030 telah diterbitkan. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa OJK telah menyetujui keputusan tersebut sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan pasar modal nasional.

“Penetapan ini menunjukkan komitmen OJK untuk memastikan kepemimpinan yang konsisten dalam mengembangkan infrastruktur keuangan dan pasar modal Indonesia,” ujar Hasan Fawzi saat diwawancara Bisnis, Kamis (18/6/2026).

Proses penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Dirut BEI adalah bagian dari langkah strategis OJK untuk menguatkan kebijakan regulasi yang berdampak pada pertumbuhan industri keuangan. Dalam konteks Official Announcement, pengumuman ini tidak hanya menandai penggantian pemimpin BEI, tetapi juga mengisyaratkan kebijakan baru yang akan diterapkan dalam beberapa tahun ke depan. Hasan Fawzi menambahkan bahwa keputusan ini telah melalui evaluasi yang ketat, termasuk analisis kelayakan dan kompetensi para calon direksi.

Jeffrey Hendrik: Profil dan Pengalaman Profesional

Direktur Utama baru BEI, Jeffrey Hendrik, merupakan seorang profesional yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam bidang keuangan selama bertahun-tahun. Sebelum mengambil alih posisi strategis di BEI, Jeffrey pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Bank Central Asia (BCA) sejak tahun 2018 hingga 2023. Posisi tersebut memberinya pengalaman luas dalam mengelola perusahaan-perusahaan keuangan besar, termasuk pengalaman dalam membangun strategi bisnis yang efisien dan memperkuat sistem keuangan nasional.

Jeffrey Hendrik juga dikenal sebagai salah satu tokoh papan atas dalam sektor keuangan Indonesia. Ia terlibat dalam berbagai inisiatif pengembangan pasar modal, termasuk dalam upaya meningkatkan partisipasi investor domestik dan memperluas akses permodalan bagi UKM serta perusahaan-perusahaan berkapasitas menengah. Dalam Official Announcement, OJK mengakui bahwa pilihan Jeffrey Hendrik merupakan langkah yang tepat untuk melanjutkan visi penguatan pasar modal Indonesia dalam era ekonomi global yang dinamis.

Kepemimpinan Jeffrey Hendrik diharapkan bisa memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan kebijakan pasar modal, terutama dalam memastikan transparansi, keandalan, dan keberlanjutan sistem keuangan Indonesia. Ia juga memiliki pengalaman dalam memimpin program-program pembangunan infrastruktur keuangan, seperti digitalisasi layanan keuangan dan pengembangan produk pasar modal yang inovatif. Dengan pengalaman tersebut, Jeffrey Hendrik dianggap mampu menghadapi tantangan yang muncul dari perubahan regulasi dan tren pasar keuangan internasional.

Kelengkapan Direksi BEI: Profil Para Anggota

Seiring dengan penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Dirut, OJK juga telah menyetujui penempatan para direktur lainnya yang akan memperkuat struktur kepengurusan BEI. Saidu Solihin, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penilaian Perusahaan, akan melanjutkan perannya dalam menjaga kualitas dan keakuratan informasi pasar modal. Irvan Susandy, Direktur Perdagangan serta Pengaturan Anggota Bursa, akan fokus pada pengembangan ekosistem perdagangan saham dan peningkatan kinerja anggota bursa.

Para direktur lainnya juga telah diperkenalkan dalam Official Announcement. Abdul Munim akan memimpin Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan, sementara Iding Pardi mengambil alih posisi Direktur Pengembangan. Umi Kulsum, yang menjadi Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum, akan menangani aspek administratif serta manajemen keuangan yang mendukung operasional BEI. Keberagaman latar belakang para direktur ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kebijakan regulasi, pertumbuhan ekonomi, dan inovasi teknologi dalam pasar modal.

Pengangkatan seluruh direksi BEI diagendakan untuk dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) pada 29 Juni 2026. Proses ini merupakan bagian dari penyesuaian kebijakan OJK terhadap kebutuhan industri keuangan dan pasar modal yang terus berkembang. Dengan Official Announcement ini, BEI diharapkan bisa memperkuat perannya sebagai pusat transaksi dan pendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengelolaan saham dan pasar modal yang lebih efektif.

Dalam jangka panjang, kebijakan yang dijalankan oleh para direktur baru ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat internasional. Jeffrey Hendrik dan rekan-rekannya akan fokus pada inisiatif seperti pengembangan produk keuangan yang lebih inklusif, penguatan regulasi untuk menekan risiko pasar, serta meningkatkan akses informasi bagi investor. Dengan Official Announcement yang resmi, OJK menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan pasar modal Indonesia yang sehat, berkelanjutan, dan progresif.

Join the discussion