Skip to content
7

New Policy: Pelaku Pasar Ingatkan Target BEI Perhatikan Kualitas Tak Hanya Soal Kuantitas

John Moore - lintasnaya.com 4 mins read

Ingatkan Fokus Kualitas dalam Target BEI New Policy - Dalam suasana pasar yang dinamis, New Policy yang diterapkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI)

New Policy: Pelaku Pasar Ingatkan Target BEI Perhatikan Kualitas Tak Hanya Soal Kuantitas

New Policy: Pelaku Pasar Ingatkan Fokus Kualitas dalam Target BEI

New Policy – Dalam suasana pasar yang dinamis, New Policy yang diterapkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperoleh perhatian serius dari para pelaku pasar. Perusahaan bursa terbesar di Indonesia ini menetapkan target ambisius untuk mencapai posisi 10 besar bursa dunia dalam empat tahun ke depan, hingga 2030. Namun, para analis mengingatkan bahwa keberhasilan New Policy tidak hanya bergantung pada jumlah perusahaan yang terdaftar atau volume transaksi, tetapi juga pada kualitas pasar modal yang lebih baik. Hal ini menekankan bahwa kinerja bursa yang tangguh membutuhkan fondasi yang kuat, termasuk kepercayaan investor dan tata kelola perusahaan yang transparan.

Strategi Penyaringan Emiten yang Lebih Ketat

Para pemain pasar menyatakan bahwa New Policy membawa perubahan signifikan dalam proses penerbitan saham perdana (IPO). Sebelumnya, banyak perusahaan yang masuk ke pasar modal hanya berdasarkan persyaratan administratif, tetapi kini diperlukan penilaian lebih menyeluruh. Dalam hal ini, pihak BEI dinilai harus memastikan bahwa emiten yang masuk memiliki model bisnis yang solid, potensi pertumbuhan yang jelas, serta kesehatan keuangan yang baik. “Kualitas emiten menjadi kunci dalam menarik investor jangka panjang,” kata Hendra Wardana, pendiri Republik Investor. Ini berarti bahwa New Policy tidak sekadar mengurangi jumlah emiten, tetapi juga memastikan mereka memiliki nilai yang sejati.

“Pasar modal Indonesia perlu mengalami perbaikan kualitas, bukan hanya dalam jumlah perusahaan yang terdaftar. Dengan New Policy, BEI akan memperketat kurasi IPO sehingga hanya perusahaan yang siap berkembang yang masuk,” tutur Hendra, Senin (29/6/2026).

Kebutuhan Kualitas dalam Transaksi Harian

Bukan hanya kurasi emiten, New Policy juga menyoroti pentingnya kualitas dalam transaksi harian. Meski target kapitalisasi pasar mencapai Rp30.000 triliun dan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) meningkat menjadi Rp31 triliun, para pelaku pasar menekankan bahwa kuantitas transaksi tidak cukup sebagai indikator kinerja yang akurat. Dengan kata lain, pasar harus berfokus pada saham yang memiliki likuiditas sehat, bukan hanya sekadar frekuensi transaksi tinggi. “Likuiditas yang baik adalah hasil dari saham berkualitas yang diminati investor,” tambah Hendra. Ini berarti bahwa New Policy akan memastikan kualitas transaksi harian terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah perusahaan.

Para pelaku pasar juga memperkirakan bahwa New Policy akan memengaruhi perilaku investor. Dengan penekanan pada kualitas, mereka diharapkan lebih selektif dalam memilih emiten yang layak untuk dibeli. Ini dapat berdampak pada kepercayaan pasar terhadap transparansi dan kestabilan sektor keuangan. “Investor jangka panjang akan lebih berani berinvestasi jika melihat tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang konsisten,” jelasnya.

Masa Depan Bursa Efek Indonesia

Target 1.100 perusahaan terdaftar dalam New Policy menjadi tantangan tersendiri. Dengan peningkatan jumlah perusahaan, BEI juga harus memastikan bahwa sistem pengawasan tetap ketat. Para pelaku pasar mengingatkan bahwa perusahaan-perusahaan baru yang masuk ke pasar harus terus diawasi untuk memastikan mereka memenuhi standar kualitas. “New Policy menuntut penguatan pengawasan pasca-IPO, termasuk kepatuhan terhadap keterbukaan informasi dan realisasi rencana bisnis,” kata Hendra. Hal ini penting agar pertumbuhan pasar tidak hanya terlihat dalam angka, tetapi juga pada keberlanjutan emiten.

Direksi baru BEI diharapkan mampu memimpin perubahan ini dengan kebijakan yang konsisten. Salah satu langkah kunci adalah menjaga kepemilikan mayoritas pemegang saham pengendali setelah IPO, setidaknya di atas 51%. Langkah ini menjadi sinyal kuat tentang komitmen jangka panjang BEI terhadap perusahaan-perusahaan yang terdaftar. Dengan New Policy, pasar modal Indonesia diharapkan menjadi lebih stabil dan menarik bagi investor global.

Langkah-Langkah untuk Mewujudkan New Policy

Untuk mewujudkan New Policy, BEI perlu melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, memperketat proses seleksi emiten baru dengan mengutamakan kualitas model bisnis dan laporan keuangan. Kedua, memperkuat pengawasan terhadap transaksi harian agar likuiditas pasar tetap sehat. Ketiga, memberikan edukasi lebih lanjut kepada investor tentang pentingnya memilih perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang nyata. “New Policy akan menjadi jalan untuk menciptakan pasar modal yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tegas Hendra. Ini berarti bahwa kebijakan ini tidak hanya mengubah struktur pasar, tetapi juga mengubah mindset pelaku pasar.

Pelaku pasar menambahkan bahwa New Policy juga memberikan kesempatan bagi perusahaan yang lebih kecil tetapi potensial untuk tumbuh. Dengan fokus pada kualitas, BEI akan menciptakan lingkungan yang lebih adil bagi semua emiten, baik besar maupun kecil. “New Policy memperbaiki kesenjangan antara perusahaan besar dan kecil dalam mengakses pasar modal,” jelasnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi kecil dan menengah (UKM) untuk berkembang melalui pendanaan dari pasar modal.

“New Policy adalah jawaban dari kebutuhan pasar modal Indonesia untuk menjadi lebih matang dan berwawasan jangka panjang. Dengan kualitas yang ditekankan, pasar akan lebih mampu menarik investasi asing dan membangun reputasi internasional,” tambah Hendra.

Join the discussion