Skip to content
7

Key Discussion: GOTO Rampungkan Buyback 7,59 Miliar Saham, Siapkan Program Baru Rp3,5 Triliun

Richard Gonzalez - lintasnaya.com 3 mins read

GOTO Rampungkan Buyback 7,59 Miliar Saham, Siapkan Program Baru Rp3,5 Triliun Key Discussion — Jakarta, Bisnis.com — Perusahaan GoTo Gojek Tokopedia Tbk

Key Discussion: GOTO Rampungkan Buyback 7,59 Miliar Saham, Siapkan Program Baru Rp3,5 Triliun

GOTO Rampungkan Buyback 7,59 Miliar Saham, Siapkan Program Baru Rp3,5 Triliun

Key Discussion — Jakarta, Bisnis.com — Perusahaan GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah menyelesaikan program pembelian kembali saham (buyback) selama periode 12 bulan, dari 19 Juni 2025 hingga 18 Juni 2026. Dalam fase ini, GOTO membeli kembali 7,59 miliar lembar saham Seri A, yang menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat nilai saham di tengah dinamika pasar. Hal ini diumumkan oleh Direktur Perusahaan, Simon Tak Leung Ho, dalam keterbukaan informasi yang dilaporkan pada Rabu, 18 Juni 2026.

Detail Pembelian Saham dan Kinerja Perusahaan

“Key Discussion mengenai selesainya buyback 7,59 miliar saham ini mencerminkan komitmen GOTO untuk menjaga kesehatan keuangan dan meningkatkan daya tarik investasi,” jelas Simon. Program buyback tersebut, yang merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, telah berhasil memperoleh total 39,78 miliar lembar saham treasuri. Dengan demikian, jumlah saham yang beredar di luar treasuri mencapai 1,15 triliun lembar, menunjukkan perusahaan telah memperkuat modal inti sektor teknologi dan layanan digital.

Dalam proses buyback, GOTO mengalokasikan dana dari laba bersih atau cadangan perusahaan untuk membeli saham yang diperdagangkan di pasar. Pembelian ini diharapkan dapat meningkatkan harga saham secara langsung, sekaligus memberikan sinyal kekuatan finansial kepada investor. Pemegang saham GOTO juga menyetujui penggunaan dana tambahan untuk program buyback baru sebesar Rp3,5 triliun selama 2026-2027, yang menjadi fokus Key Discussion dalam rapat tahunan yang diadakan hari itu.

Peluncuran Program Buyback Baru dan Tujuannya

Program buyback baru yang akan dimulai pada 2026 bertujuan untuk memperkuat struktur modal perusahaan, meningkatkan rasio kepemilikan saham, dan memastikan stabilitas ekosistem GoTo di tengah persaingan yang semakin ketat. Menurut Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, Key Discussion ini dilakukan untuk memenuhi harapan pemegang saham dan masyarakat yang bergantung pada layanan digital perusahaan. “Program ini akan dikelola secara bertahap, dengan penyesuaian jumlah saham yang dibeli kembali sesuai dengan kinerja keuangan dan kondisi pasar,” tambah Hans.

Buyback Rp3,5 triliun tersebut akan dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama akan menggunakan dana cadangan yang ada, sementara tahap kedua akan dilakukan dengan pendanaan tambahan dari investor. Strategi ini tidak hanya mendukung keberlanjutan bisnis, tetapi juga meningkatkan daya saing GOTO dalam industri teknologi dan layanan digital. Dengan mengurangi jumlah saham yang beredar, perusahaan berharap dapat meningkatkan return kepada pemegang saham, sekaligus menciptakan lingkungan investasi yang lebih menarik.

Key Discussion tentang dampak buyback telah mendapat respons positif dari beberapa analis keuangan. Mereka menganggap langkah ini sebagai indikator kuat bahwa GOTO memiliki kesehatan keuangan yang baik dan fokus pada pembuatan nilai jangka panjang. “Buyback adalah cara efektif untuk menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap proyeksi pertumbuhan perusahaan di masa depan,” kata seorang analis. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar dan menarik minat investor yang mencari aset dengan potensi pertumbuhan tinggi.

Perubahan Komposisi Direksi dan Konsensus Pemegang Saham

Dalam rapat yang sama, pemegang saham GOTO juga menyetujui pengangkatan Agus D.W. Martowardojo sebagai Komisaris Utama, Marjorie Tiu Lau sebagai Komisaris Independen, serta Santoso Kartono sebagai Komisaris. Masa jabatan ketiganya diperpanjang hingga 2027, menunjukkan konsensus kuat dari pemegang saham terhadap kebijakan manajemen yang telah dijalankan. Hal ini menjadi bagian dari Key Discussion dalam pertemuan tersebut, dimana selain buyback, perubahan komposisi direksi juga menjadi fokus utama.

Simon Tak Leung Ho menyatakan bahwa keputusan untuk meluncurkan program buyback baru adalah hasil dari Key Discussion yang mendalam antara manajemen dan pemegang saham. “Kami percaya bahwa program ini akan menjadi fondasi penting untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan,” ujarnya. Pemegang saham menyetujui keputusan ini dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan bisnis, serta konsistensi strategi yang sudah dijalankan sebelumnya.

Disamping itu, GOTO juga memperbarui rencana ekspansi bisnisnya di berbagai sektor, termasuk pengembangan teknologi AI dan layanan digital. Key Discussion dalam rapat tahunan menunjukkan bahwa perusahaan akan terus fokus pada inovasi dan penguatan ekosistemnya, dengan budget yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami berkomitmen untuk memberikan nilai tambah kepada seluruh pemegang saham, baik melalui buyback maupun inisiatif bisnis lainnya,” pungkas Hans Patuwo.

Join the discussion