Skip to content
44

Latest Program: Pertagas Siap Perkuat Pasokan Gas untuk Industri Jawa Barat Lewat Pipa Cisem II

Anthony Wilson - lintasnaya.com 4 mins read

Dalam Program Terbaru, Pertagas Siap Perkuat Pasokan Gas untuk Industri Jawa Barat via Pipa Cisem II Latest Program - Dalam program terbaru, Pertamina Gas

Latest Program: Pertagas Siap Perkuat Pasokan Gas untuk Industri Jawa Barat Lewat Pipa Cisem II

Dalam Program Terbaru, Pertagas Siap Perkuat Pasokan Gas untuk Industri Jawa Barat via Pipa Cisem II

Latest Program – Dalam program terbaru, Pertamina Gas (Pertagas) telah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan pasokan gas bumi bagi industri di Jawa Barat melalui jaringan transmisi yang terkait dengan proyek pipa Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas distribusi energi, sehingga bisa mengatasi penurunan kebutuhan gas pipa yang terjadi di wilayah tersebut. Dengan penguatan infrastruktur ini, Pertagas berharap dapat memastikan kelancaran pasokan gas untuk berbagai sektor industri, yang menjadi salah satu pilar ekonomi Jawa Barat.

SKG Tegalgede sebagai Pilar Kritis

SKG Tegalgede, yang menjadi bagian dari jaringan Cisem II, berperan sebagai titik strategis dalam memastikan stabilitas pasokan energi. Fasilitas ini dikelola oleh Pertagas dan berfungsi sebagai penghubung antara sumber-sumber gas dari Sumatra hingga Jawa Barat. Dalam pernyataannya, Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, mengungkapkan bahwa SKG Tegalgede telah menjadi pusat distribusi gas bumi yang vital, khususnya bagi industri-industri yang membutuhkan pasokan energi secara konsisten.

“SKG Tegalgede merupakan aset penting dalam sistem transmisi gas bumi nasional, dan kini berperan sebagai penggerak utama distribusi di wilayah Jawa Barat,” tambahnya. Proyek ini tidak hanya meningkatkan kapasitas distribusi, tetapi juga mendukung peningkatan keandalan pasokan gas untuk kebutuhan industri, yang semakin meningkat seiring pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan menyelesaikan infrastruktur seperti ini, kita bisa memastikan pasokan gas tetap stabil meskipun terjadi fluktuasi permintaan di daerah,” ujar Sulthani. Ia menegaskan bahwa infrastruktur Cisem II merupakan bagian dari strategi nasional Pertagas untuk memenuhi kebutuhan energi di sektor industri.

Kapasitas dan Sumber Pasokan yang Diperkuat

Jaringan transmisi yang terhubung dengan SKG Tegalgede memiliki total kapasitas mencapai 350 MMscfd, yang merupakan kombinasi dari empat kompresor dengan masing-masing kapasitas 70 MMscfd. Dengan kapasitas ini, proyek Cisem II diharapkan bisa menyalurkan 90% dari kapasitas maksimalnya, sehingga memperkuat ketersediaan gas bumi untuk industri dan sektor layanan lain.

Sumber pasokan gas yang digunakan dalam jaringan ini berasal dari berbagai lokasi, termasuk produksi Pertamina EP, jaringan South Sumatra-West Java (SSWJ) PGN, serta Nusantara Regas 1. “Ketersediaan berbagai sumber pasokan ini memberikan fleksibilitas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan industri Jawa Barat,” jelas Sulthani. Program terbaru ini juga memberikan jaminan bahwa pasokan gas tetap terjaga, bahkan dalam kondisi permintaan tinggi.

“Kapasitas pipa sekitar 350 MMscfd totalnya, kompresor ada empat, masing-masingnya 70. Jadi kita masih bisa untuk ke 90% dari kapasitas pipa itu,” imbuh Fari Akhdiar Rachmad, kepala distrik Tegalgede. Ia menambahkan bahwa peningkatan infrastruktur ini akan memberikan dampak signifikan dalam memperkuat jaringan distribusi nasional.

Konektivitas Nasional dan Peran Strategis Cisem II

Pembangunan pipa Cisem II yang memiliki panjang sekitar 242 kilometer menghubungkan Batang, Jawa Tengah, hingga Kandang Haur Timur, Jawa Barat. Proyek ini terdiri dari dua fase, yaitu dari Semarang ke Batang dan dari Batang ke Jawa Timur. Dengan selesainya proyek, jaringan transmisi gas bumi nasional akan terhubung secara utuh dari Sumatra tengah hingga Jawa timur, yang merupakan langkah penting untuk menjaga ketersediaan energi di seluruh wilayah Indonesia.

“Konektivitas nasional melalui Cisem II akan memperkuat kemampuan Pertagas untuk mendistribusikan gas bumi ke berbagai sektor, termasuk industri Jawa Barat,” papar Sulthani. Proyek ini juga merupakan bagian dari program terbaru yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pasokan energi secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan perekonomian daerah.

Dampak Ekonomi dan Perspektif Masa Depan

Dengan penguatan infrastruktur transmisi gas bumi ini, Pertagas berharap dapat meningkatkan kapasitas pasokan untuk industri-industri yang mengalami kenaikan permintaan energi. Program terbaru ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, terutama di sektor manufaktur, kelistrikan, dan layanan umum. “Kapasitas pasokan yang lebih besar akan memungkinkan industri lokal untuk beroperasi lebih efisien dan menurunkan biaya produksi,” jelas Sulthani.

Lebih lanjut, Pertagas menyatakan bahwa proyek Cisem II akan menjadi salah satu pilar utama dalam upaya meningkatkan keandalan pasokan energi nasional. “Dengan keberhasilan program terbaru ini, kita bisa memastikan bahwa pasokan gas tetap stabil meskipun menghadapi tantangan dari perubahan kebutuhan industri,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa infrastruktur seperti SKG Tegalgede dan Cisem II adalah bagian dari strategi jangka panjang Pertagas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam jangka waktu yang lebih jauh, Pertagas berharap bahwa proyek Cisem II akan menjadi model terbaik dalam meningkatkan ketersediaan energi untuk daerah-daerah yang mengalami kenaikan permintaan. “Program terbaru ini akan menjadi fondasi untuk ekspansi lebih luas dalam distribusi gas bumi, tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga di wilayah lain,” pungkas Sulthani. Ia menambahkan bahwa langkah ini akan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan keandalan pasokan energi di Indonesia.

Join the discussion