Skip to content
44

Latest Program: ConocoPhillips Akuisisi 42% Aset Migas BP di Irak

Elizabeth Lopez - lintasnaya.com 3 mins read

ConocoPhillips Perkuat Kemitraan dengan BP di Irak Latest Program - Perusahaan energi multinasional asal Amerika Serikat, ConocoPhillips, mengumumkan rencana

Latest Program: ConocoPhillips Akuisisi 42% Aset Migas BP di Irak

ConocoPhillips Perkuat Kemitraan dengan BP di Irak

Latest Program – Perusahaan energi multinasional asal Amerika Serikat, ConocoPhillips, mengumumkan rencana akuisisi 42% saham dalam BP ECKL, perusahaan pengembangan energi yang beroperasi di Kirkuk, Irak utara. Kesepakatan ini merupakan bagian dari Latest Program yang bertujuan memperkuat posisi perusahaan di pasar minyak dan gas global. Proyek ini diharapkan memberikan dampak signifikan dalam revitalisasi empat lapangan minyak utama di wilayah tersebut, termasuk Lapangan Minyak Baba dan Avanah. Transaksi yang resmi diumumkan pada 19 Juli 2026 ini juga selaras dengan kunjungan resmi Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, ke Washington D.C. untuk mendiskusikan kerja sama energi antarnegara.

Kemitraan antara ConocoPhillips dan BP ECKL dianggap sebagai langkah strategis dalam memperluas portofolio energi perusahaan. Latest Program ini menjadi bagian dari upaya ConocoPhillips untuk mengejar pertumbuhan di kawasan Timur Tengah, terutama di Irak yang memiliki potensi sumber daya minyak dan gas yang besar. BP ECKL sendiri merupakan unit bisnis BP yang fokus pada pengembangan proyek energi di Irak, yang selama ini dianggap sebagai salah satu pasar kunci bagi perusahaan Inggris tersebut. Dengan mengakuisisi saham dari BP, ConocoPhillips dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dan meningkatkan efisiensi operasional di lapangan yang sudah ada.

Proyek Revitalisasi dan Kontribusi Energi

BP ECKL mengelola kontrak pengembangan dan produksi (DPC) yang mencakup area kubah Baba dan Avanah di Lapangan Minyak Kirkuk, serta tiga lapangan lainnya yaitu Bai Hassan, Jambur, dan Khabbaz. Total estimasi sumber daya yang dapat dipulihkan mencapai lebih dari 3 miliar barel setara minyak (boe). Revitalisasi empat lapangan tersebut akan dilakukan melalui modernisasi infrastruktur, peningkatan kapasitas produksi, dan pengoptimalan operasional. Latest Program ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi energi Irak ke pasar global seiring dengan meningkatkan produksi yang telah terhambat selama beberapa tahun terakhir.

Menurut Ryan Lance, ketua dan CEO ConocoPhillips, investasi ini selaras dengan strategi perusahaan dalam alokasi modal secara disiplin. “Proyek di Kirkuk menawarkan akses ke sumber daya bumi yang berkualitas tinggi, berumur panjang, dan sesuai dengan target biaya pasokan yang telah ditetapkan,” katanya dalam pernyataan resmi. Lance menekankan bahwa akuisisi 42% saham ini akan membantu ConocoPhillips menciptakan nilai berkelanjutan melalui penggunaan basis produksi yang sudah ada, serta membuka peluang eksplorasi baru. Pihaknya juga menyoroti kestabilan politik Irak dan kerja sama yang baik dengan pemerintah setempat sebagai faktor penting dalam keberhasilan proyek.

“Kawasan Kirkuk menjadi salah satu pusat energi global yang dapat mendukung visi jangka panjang Irak. Kemitraan dengan ConocoPhillips menempatkan kami dalam posisi strategis untuk fase selanjutnya dari proyek ini. Kami tetap memilih aset yang mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham,” ujar Meg O’Neill, CEO BP.

Persetujuan akuisisi ini diharapkan selesai sebelum akhir tahun 2026 setelah mendapatkan persetujuan dari regulator terkait. Proses transaksi ini tidak memerlukan pengeluaran modal tambahan yang signifikan karena imbal hasil akan tergantung pada volume produksi yang dihasilkan dan efisiensi biaya operasional. Latest Program ini juga mencerminkan komitmen kedua perusahaan untuk mengurangi risiko pasokan dan meningkatkan keandalan produksi minyak di Irak, yang merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Dengan peningkatan kapasitas produksi, Irak bisa memperkuat posisinya dalam pasar energi internasional.

Sebagai bagian dari Latest Program, ConocoPhillips akan mengalokasikan sumber daya dan teknologi terbarunya untuk mendukung revitalisasi proyek ini. Perusahaan energi AS ini dikenal memiliki pengalaman luas dalam pengembangan lapangan minyak, terutama di wilayah yang terisolasi secara geografis. Kemitraan dengan BP ECKL dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat keberlanjutan produksi minyak dan gas di Irak, yang sebelumnya mengalami penurunan akibat dari perang saudara dan krisis ekonomi. Dengan peningkatan infrastruktur dan investasi, proyek ini diharapkan mampu menghasilkan keuntungan jangka panjang bagi kedua belah pihak.

Pembelian 42% saham ini juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi ConocoPhillips dalam mengurangi ketergantungan pada pasar minyak tradisional. Perusahaan ini telah melakukan sejumlah investasi strategis di kawasan Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa, namun Irak dianggap sebagai destinasi yang sangat menjanjikan karena potensi sumber daya yang belum sepenuhnya dieksplorasi. Latest Program yang diluncurkan oleh ConocoPhillips juga mencakup pengembangan teknologi hijau dan peningkatan efisiensi energi, yang menjadi prioritas perusahaan dalam menghadapi perubahan iklim dan tekanan lingkungan.

Join the discussion