Investasi Membeludak – Tiga KEK RI Minta Tambah Lahan Ribuan Hektare
inta Tambah Lahan Ribuan Hektare Investasi Membeludak - Pemerintah mengatakan bahwa tiga dari 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia telah mengajukan
Investasi Membeludak, Tiga KEK RI Minta Tambah Lahan Ribuan Hektare
Investasi Membeludak – Pemerintah mengatakan bahwa tiga dari 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia telah mengajukan permintaan untuk memperluas luas area mereka. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan bahwa kebutuhan ekspansi ini mencerminkan tingkat pemanfaatan yang sudah maksimal di sejumlah kekawasan. Dengan adanya kekawasan yang bergerak di bidang manufaktur industri, pemerintah menilai luas area yang diminta akan membantu menampung investasi baru.
KEK Kendal: Tuntutan Pemanfaatan Maksimal
Salah satu KEK yang meminta perluasan adalah KEK Kendal, Jawa Tengah. Susi, sebagai Sekretaris Kemenko Perekonomian, menyebut bahwa tingkat utilisasi di kekawasan ini mencapai 100% meskipun hanya menampung sekitar 140 industri. Industri yang beroperasi di sana mencakup bidang elektronik, tekstil, perabotan rumah, serta sektor anoda dan katoda. “Permintaan tersebut mencakup perluasan lahan sekitar dua kali lipat dari luas kekawasan saat ini,” jelas Susi.
Dengan luas area hanya sekitar 1.000 hektare, KEK Kendal yang sudah penuh ini mengajukan permintaan tambahan 1.000 hektare di sebelahnya,” tambah Susi.
KEK lain yang turut mengajukan ekspansi adalah KEK Gresik, Jawa Timur, dan Galang Batang, Riau. KEK Galang Batang, yang bergerak dalam industri pemurnian bauksit menjadi alumina, meminta tambahan area sebanyak 2.700 hektare. Susi menjelaskan bahwa sektor ini mencakup pengembangan dari smelter hingga produk hilir dan refinery.
Dalam konteks investasi, Susi menyoroti bahwa sektor pusat data (data center) menawarkan prospek yang sangat menjanjikan. Saat ini, KEK Nongsa Digital Park, Batam, sudah menampung sekitar 10 perusahaan pusat data. “Pusat data akan sangat dibutuhkan semuanya, sehingga di beberapa lokasi KEK kami juga dorong kalau [investor] mau selain di Nongsa,” pungkas Susi.
