Aset Tob Insurance Tembus Rp1,1 Triliun pada 2025 – Laba Komprehensif Melonjak
Aset Tob Insurance Tembus Rp1,1 Triliun pada 2025, Laba Komprehensif Melonjak Aset Tob Insurance Tembus Rp1 1 Triliun - Jakarta, Bisnis.com - Perusahaan
Aset Tob Insurance Tembus Rp1,1 Triliun pada 2025, Laba Komprehensif Melonjak
Aset Tob Insurance Tembus Rp1 1 Triliun – Jakarta, Bisnis.com – Perusahaan asuransi PT Total Bersama (Tob Insurance) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada aset dan investasinya di tahun 2025, yang diikuti oleh penguatan modal dan tingkat solvabilitasnya. Laporan keuangan auditan per 31 Desember 2025 yang diterbitkan hari ini menunjukkan total aset mencapai Rp1,103 triliun, naik 17,61 persen dibandingkan Rp938,51 miliar pada 2024.
Kinerja Finansial Tahun 2025
Pertumbuhan aset didorong kenaikan investasi sebesar 17,22 persen menjadi Rp1 triliun dari Rp853,85 miliar sebelumnya. Nilai investasi ini setara 90,7 persen dari total aset perusahaan. Selain itu, kas dan setara kas meningkat 44,70 persen menjadi Rp35,35 miliar.
Total liabilitas naik 9,55 persen ke Rp604,83 miliar, sementara ekuitas tumbuh lebih tinggi, yakni 29,12 persen menjadi Rp498,95 miliar. Dari segi operasional, pendapatan jasa asuransi bertambah 7,14 persen menjadi Rp694,69 miliar. Beban jasa asuransi juga meningkat 8,14 persen menjadi Rp509,02 miliar, sehingga hasil jasa asuransi bersih naik 8,11 persen ke Rp155,92 miliar.
Pendapatan investasi melonjak 18,42 persen menjadi Rp61,50 miliar, mendorong peningkatan hasil asuransi dan investasi bersih sebesar 12,65 persen ke Rp178,01 miliar. Namun, beban umum dan administrasi naik 35,42 persen menjadi Rp73,49 miliar, yang berdampak pada penurunan laba sebelum pajak 1,89 persen ke Rp97,99 miliar.
Kesehatan Keuangan Perusahaan
Laba setelah pajak tercatat Rp89,63 miliar, turun 3,43 persen dari Rp92,81 miliar pada tahun sebelumnya. Laba komprehensif meningkat 40,54 persen menjadi Rp113,07 miliar dari Rp80,45 miliar di 2024.
Dari aspek kesehatan keuangan, tingkat solvabilitas mencapai Rp265,75 miliar, sedangkan Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) sebesar Rp69,46 miliar. Kelebihan solvabilitas mencapai Rp196,30 miliar, dengan rasio pencapaian solvabilitas naik ke 382,66 persen dari 259,37 persen tahun sebelumnya.
Rasio kecukupan investasi meningkat menjadi 136,62 persen dari 114,82 persen, sementara rasio likuiditas menurun ke 125,96 persen dari 180,85 persen. Meski demikian, rasio likuiditas tetap berada di atas 100 persen. Capaian ini memenuhi standar minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebesar 120 persen.
