Skip to content
12

Realisasi SPHP Baru 47,56% – Bapanas Genjot Distribusi Beras ke Pasar Rakyat

Richard Gonzalez - lintasnaya.com 2 mins read

Realisasi SPHP Baru 47,56%, Bapanas Genjot Distribusi Beras ke Pasar Rakyat Realisasi SPHP Baru 47 56 - Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas)

Realisasi SPHP Baru 47,56% – Bapanas Genjot Distribusi Beras ke Pasar Rakyat

Realisasi SPHP Baru 47,56%, Bapanas Genjot Distribusi Beras ke Pasar Rakyat

Realisasi SPHP Baru 47 56 – Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) sedang mendorong distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) lebih intensif ke pasar rakyat untuk memastikan harga beras tetap stabil. Sampai 27 Juni 2026, jumlah beras yang telah disalurkan mencapai 392.000 ton, atau 47,56% dari target nasional 828.000 ton yang ditetapkan untuk periode Maret hingga Juni tahun ini.

Strategi Prioritas Distribusi

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa pasar rakyat dipilih sebagai prioritas karena berperan sebagai indikator harga beras di berbagai daerah. Meski ada delapan saluran distribusi untuk SPHP, intervensi melalui pasar rakyat dinilai lebih tepat untuk mengatasi kenaikan harga.

“Meskipun ada delapan titik distribusi, pasar rakyat tetap menjadi prioritas utama. Kami berharap kerja sama dari pemerintah daerah untuk memaksimalkan akses beras SPHP di pasar-pasar yang belum terlalu terjangkau,” kata Maino dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Menurut Maino, realisasi penyaluran hingga akhir Juni masih sesuai dengan target yang ditetapkan. Namun, ia menegaskan bahwa penguatan distribusi di daerah prioritas diperlukan agar pengaruhnya terhadap harga beras lebih signifikan.

“Secara rata-rata, capaian 45% cukup memenuhi target. Namun, dengan penyesuaian titik penyaluran, kami yakin stabilitas harga bisa lebih terjaga,” tambahnya.

Kondisi Harga Beras Menurut BPS

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan harga beras nasional hingga pertengahan Juni 2026 masih relatif terkendali. Peningkatan harga hanya terjadi di sejumlah kabupaten dan kota, sementara perubahan di tingkat provinsi masih terbatas.

“Di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, IPH beras mencapai 2,99 dan 2,93. Meski semua provinsi mengalami kenaikan, tingkat perubahannya masih dalam batas wajar,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah berencana memperkuat distribusi SPHP melalui pasar rakyat. Langkah ini bertujuan mempercepat upaya stabilisasi harga di daerah yang masih mengalami kenaikan, sehingga pasokan dan harga beras tetap terjaga seimbang.

Join the discussion