OJK: Pembiayaan UMKM Harus Mampu Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
OJK - Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa keberhasilan program pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya
Regulator Tekankan Transformasi UMKM Lewat Pembiayaan yang Efektif
Lintasnaya.com – OJK – Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa keberhasilan program pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya dilihat dari kuantitas debitur atau volume kredit yang disalurkan. Menurut regulator, akses pendanaan harus mampu meningkatkan kapasitas operasional pelaku usaha sehingga mereka dapat naik kelas dan meningkatkan daya saing di pasar.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dalam pertemuan yang digelar di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (18/6/2026), Presiden meminta agar bank-bank tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperkuat peran dalam mendukung pemerataan akses pembiayaan, terutama bagi pelaku UMKM.
Data Pembiayaan UMKM Capai Rp339,37 Triliun
Hingga Mei 2026, total pembiayaan UMKM yang disalurkan oleh industri pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) mencapai Rp339,37 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,70% secara tahunan. Nilai tersebut setara dengan 31,41% dari total pembiayaan industri PVML, mencerminkan besarnya kontribusi sektor tersebut dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.
“Ini menunjukkan peran strategis industri PVML dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kapasitas UMKM,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman kepada Bisnis.
Selain pertumbuhan pembiayaan, OJK juga menggunakan indikator lain dalam mengukur keberhasilan pengembangan UMKM, yakni peningkatan kapasitas usaha dan kemampuan pelaku UMKM menerapkan praktik usaha yang berkelanjutan.
Peran Strategis Bank-Bank Himbara
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan perbankan pelat merah memiliki posisi yang sangat strategis bagi perekonomian nasional sehingga keberadaannya tidak dapat dipandang semata sebagai entitas bisnis.
“Tadi kami baru saja mendapatkan arahan bersama-sama dengan seluruh pimpinan Bank Himbara, seluruh pimpinan direksi dan juga seluruh komisaris dari 5 bank,” ujar Rosan kepada wartawan usai pertemuan.
Menurut Rosan, Presiden menekankan bahwa prospek ekonomi Indonesia tetap menjanjikan sehingga sektor perbankan perlu mengambil peran lebih besar dalam mendukung pertumbuhan yang inklusif. Dia menjelaskan bahwa Himbara memiliki pengaruh besar terhadap arah perekonomian nasional karena aktivitas bisnis perbankan berhubungan langsung dengan penyaluran kredit kepada masyarakat maupun dunia usaha.
Karena itu, Presiden meminta agar bank-bank negara tidak hanya mengejar laba, tetapi juga memastikan manfaat kehadirannya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat melalui akses pembiayaan yang lebih luas. Lima bank Himbara yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BTN.
