New Policy: Stok Beras Cetak Rekor, Pemerintah Sebut Salurkan 7,7 Juta Ton CBP Sejak 2023
overnment Reports 7.7 Million Tons CBP Distributed Since 2023 New Policy - Kebijakan baru pemerintah berhasil meningkatkan stok beras di Cadangan Beras
New Policy Drives Record Rice Stock, Government Reports 7.7 Million Tons CBP Distributed Since 2023
New Policy – Kebijakan baru pemerintah berhasil meningkatkan stok beras di Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga mencetak rekor tertinggi. Pemerintah mencatat telah menyalurkan 7,75 juta ton beras melalui berbagai program stabilisasi harga, bantuan sosial, dan penanggulangan bencana sejak tahun 2023 hingga 2025. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi pilar utama dalam menjaga ketersediaan bahan pokok nasional. “New Policy memastikan stabilitas pasokan dan harga beras di tengah tantangan inflasi serta permintaan pasar yang meningkat,” jelas Ketut dalam keterangan resmi.
Strategi Kebijakan untuk Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat
Program distribusi CBP di bawah kebijakan baru dirancang untuk mencakup berbagai kelompok rentan, termasuk keluarga miskin, penghuni tenda, dan daerah terdampak bencana. Penyaluran dilakukan secara rutin melalui Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta alokasi darurat. Ketut menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar upaya langsung, tetapi juga memperkuat sistem distribusi yang lebih efisien. “New Policy mencakup perluasan cakupan kecamatan dan desa, serta kolaborasi dengan lembaga nirlaba untuk memastikan aksesibilitas,” tambahnya.
“New Policy membuka jalan bagi swasembada pangan dengan menyerap panen petani secara lebih optimal. Hal ini juga memastikan program penyaluran ke masyarakat berjalan terus hingga akhir tahun 2026, memperkuat keamanan pangan nasional,”
Peningkatan Stok Nasional Mendorong Kemandirian Pangan
Stok beras di CBP kini mencapai 5,2 juta ton, berasal dari pengadaan 3,18 juta ton sejak awal tahun dan sisa stok dari tahun sebelumnya. Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyatakan kondisi ini menunjukkan keberhasilan kebijakan baru dalam mengurangi ketergantungan pada impor. “Stok beras kita melimpah, semua gudang penuh saat ini. New Policy memastikan kita tidak perlu mengimpor beras dalam jumlah besar,” ujarnya dalam wawancara terpisah.
“Sebelumnya, stok CBP hanya sekitar 1 juta ton. Saat harga beras naik, kita terpaksa melakukan impor. Kini, dengan kebijakan baru, kita surplus. Ini rekor tertinggi sejak kemerdekaan,”
Produksi Beras Indonesia Bertumbuh, Tepis Kritik Impor
Dalam laporan Rice Outlook Mei 2026 oleh United States Department of Agriculture (USDA), produksi beras Indonesia mencatatkan kenaikan signifikan. Negara ini menjadi satu-satunya di antara lima negara dengan pertumbuhan terbesar yang menghasilkan lebih dari 30 juta ton beras per tahun. Kebijakan baru pemerintah, terutama dalam pengelolaan CBP, memberikan dampak positif terhadap produksi lokal. “New Policy memfasilitasi peningkatan produktivitas petani melalui dukungan harga jual yang stabil dan akses ke pasar internasional,” papar Amran.
Produksi beras yang meningkat seiring kebijakan baru juga mendukung ketersediaan pasokan nasional. Selama 2023-2025, pemerintah terus memastikan distribusi CBP berjalan efektif, terutama di daerah yang rawan inflasi. Angka penyaluran CBP tahun 2023 mencapai 2,76 juta ton, naik ke 3,37 juta ton di 2024, dan 1,62 juta ton di 2025. SPHP menyumbang 802.900 ton, disusul bantuan pangan beras sebanyak 710.800 ton, dengan sisanya digunakan untuk anggaran darurat.
Keberhasilan program New Policy terlihat dari peningkatan volume stok beras yang mencerminkan ketahanan pangan nasional. Dengan 5,2 juta ton di gudang, pemerintah memiliki cadangan yang cukup untuk menghadapi krisis pangan, seperti bencana alam atau kenaikan harga global. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya menurunkan inflasi, karena beras adalah komoditas utama yang memengaruhi daya beli masyarakat.
“New Policy adalah langkah strategis dalam memperkuat sistem distribusi beras. Kebijakan ini tidak hanya menangani kelangkaan, tetapi juga mendorong swasembada pangan. Dengan stok CBP yang melimpah, kita bisa menjamin harga beras tetap stabil di tengah tekanan eksternal,”
