Meeting Results: Rosan Buka-Bukaan Skema Danantara Dorong Pariwisata, Seperti Apa?
Rosan Buka-Bukaan Strategi Danantara Dorong Pariwisata Indonesia Hasil Pertemuan: Rencana Pengembangan Pariwisata Nasional Meeting Results - Hasil pertemuan
Rosan Buka-Bukaan Strategi Danantara Dorong Pariwisata Indonesia
Hasil Pertemuan: Rencana Pengembangan Pariwisata Nasional
Meeting Results – Hasil pertemuan antara Rosan Perkasa Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), dengan Presiden Prabowo Subianto membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia. Dalam sesi tersebut, Rosan menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada destinasi wisata yang menarik, tetapi juga memerlukan perencanaan komprehensif di berbagai aspek pendukung, seperti logistik, transportasi, dan kualitas lingkungan. “Hasil pertemuan tersebut menunjukkan komitmen untuk menggali potensi pariwisata secara menyeluruh, tidak hanya pada destinasi, tetapi juga pada infrastruktur pendukungnya,” katanya.
Prioritas dan Pendekatan Strategis
Menurut Rosan, salah satu prioritas utama dari hasil pertemuan adalah meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan. Ia menekankan bahwa sektor pariwisata Indonesia masih kalah dari negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura dalam hal jumlah kunjungan serta pengeluaran rata-rata wisatawan. “Hasil pertemuan ini memperkuat visi untuk mengubah paradigma pariwisata dari sekadar jumlah pengunjung menjadi kualitas pengalaman yang lebih mendalam,” jelas Rosan. Ia menambahkan bahwa pembangunan kawasan eks Hotel Sultan di area Gelora Bung Karno (GBK) menjadi salah satu langkah konkret dalam mengimplementasikan strategi tersebut.
“Hasil pertemuan menyoroti pentingnya peningkatan standar kualitas pariwisata, termasuk pengembangan destinasi dengan konsep modern yang mampu menarik wisatawan dari segala kalangan,” ujar Rosan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Rosan menegaskan bahwa BPI Danantara berperan aktif dalam mengoordinasikan pembangunan GBK sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta. “Hasil pertemuan menyatakan bahwa GBK akan ditingkatkan menjadi destinasi kelas dunia, bukan hanya sebagai tempat olahraga, tetapi juga sebagai kawasan yang menyediakan layanan komersial, kultural, dan kreatif,” tambahnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata akan menjadi fondasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional, serta mendorong keterlibatan lebih besar sektor swasta dalam pengelolaan destinasi.
Tantangan dan Peluang Pariwisata Indonesia
Dalam hasil pertemuan, Rosan juga membahas tantangan utama yang dihadapi sektor pariwisata, termasuk keterbatasan infrastruktur dan kurangnya promosi yang efektif. “Hasil pertemuan menyoroti bahwa pengeluaran rata-rata wisatawan di Indonesia masih rendah, hanya sekitar US$1.100 per hari. Hasil ini menjadi indikator bahwa kita perlu meningkatkan daya beli wisatawan, baik dari segi pengalaman maupun fasilitas yang disediakan,” katanya. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini akan mencakup pengembangan destinasi yang lebih menarik, seperti wisata alam, budaya, dan ekonomi kreatif, yang mampu mengakomodasi berbagai segmen pasar.
“Hasil pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pariwisata harus dikelola secara holistik, tidak hanya fokus pada jumlah wisatawan, tetapi juga pada kualitas layanan dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi, Danantara juga berencana untuk menjalin kerja sama dengan pihak swasta dan komunitas lokal untuk memastikan pengembangan pariwisata berjalan sinergis. Rosan menekankan bahwa hasil pertemuan menjadi dasar untuk menetapkan kebijakan jangka panjang, termasuk perluasan investasi di sektor pariwisata. “Hasil pertemuan ini membuka jalan bagi transformasi pariwisata Indonesia menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional,” tambahnya. Dengan pendekatan ini, diharapkan akan tercipta ekosistem pariwisata yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Pengembangan GBK sebagai Tahun 2026
Menjadi fokus utama dari hasil pertemuan, pembangunan kawasan eks Hotel Sultan di GBK akan dilakukan secara bertahap dengan pertimbangan keberlanjutan dan manfaat ekonomi. “Hasil pertemuan menegaskan bahwa GBK tidak hanya akan menjadi pusat kegiatan olahraga, tetapi juga akan ditingkatkan menjadi destinasi yang mampu menarik wisatawan internasional,” kata Rosan. Ia menjelaskan bahwa konsep ini mencakup perluasan fasilitas, pengembangan infrastruktur, serta integrasi dengan sektor lain seperti pariwisata edukasi dan budaya.
“Hasil pertemuan memperlihatkan bahwa GBK akan menjadi simbol pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus menjadi destinasi yang mampu meningkatkan pertumbuhan pariwisata Indonesia secara signifikan,” tambah Rosan.
Danantara juga berharap hasil pertemuan ini dapat memberikan peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam proyek pengembangan pariwisata. Rosan menekankan bahwa keberhasilan dari skema ini akan menjadi bahan acuan untuk proyek serupa di daerah lain. “Hasil pertemuan menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia membutuhkan strategi yang lebih terpadu, dan GBK menjadi contoh awal dari implementasi ini,” jelasnya. Dengan kolaborasi yang lebih erat, Rosan optimis bahwa sektor pariwisata dapat menjadi salah satu sektor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dalam waktu dekat.
Implementasi dan Harapan Masa Depan
Hasil pertemuan antara Rosan dan Presiden Prabowo menjadi dasar untuk mengambil langkah konkret dalam mendorong pariwisata. Salah satu harapan utama dari hasil ini adalah meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia serta mengoptimalkan pengeluaran rata-rata mereka. “Hasil pertemuan mengarah pada pengembangan destinasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan pengalaman unik dan berkesan,” tegas Rosan. Ia menjelaskan bahwa ini akan dilakukan melalui pendekatan yang berbasis kebutuhan pasar, serta penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Hasil pertemuan tersebut menegaskan bahwa pariwisata harus menjadi bagian dari kebijakan nasional, dan Danantara berkomitmen untuk memastikan strategi ini tercapai,” ujarnya.
Dengan hasil pertemuan tersebut, Rosan mengharapkan munculnya kawasan pariwisata yang lebih terpadu dan mampu menarik minat wisatawan dari berbagai kalangan. “Hasil pertemuan menjadi awal dari perubahan besar dalam sektor pariwisata, yang akan mengakibatkan peningkatan ekspor jasa dan manfaat ekonomi yang lebih besar,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa proyek ini akan menjadi contoh bagus untuk pengembangan pariwisata di level nasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam pasar wisata Asia Tenggara.
