Skip to content
12

Key Strategy: Kementan Klaim Bantuan Pangan Ayam dan Telur Berpotensi Dongkrak Kesejahteraan Peternak Rakyat

John Moore - lintasnaya.com 3 mins read

Kementan: Bantuan Pangan Ayam dan Telur Dorong Kesejahteraan Peternak Rakyat Key Strategy - Bisnis.com, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan

Key Strategy: Kementan Klaim Bantuan Pangan Ayam dan Telur Berpotensi Dongkrak Kesejahteraan Peternak Rakyat

Kementan: Bantuan Pangan Ayam dan Telur Dorong Kesejahteraan Peternak Rakyat

Key Strategy – Bisnis.com, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa program bantuan pangan (banpang) yang mencakup telur dan daging ayam ras memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat. Langkah ini dianggap sebagai Key Strategy dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengoptimalkan produksi sektor perunggasan. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementan, Hary Suhada, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pasar yang sering memengaruhi harga di tingkat produsen.

Manfaat Strategi Kementan untuk Peternak

Dalam penjelasannya, Hary menyebutkan bahwa bantuan pangan berupa telur dan daging ayam ras bisa menjadi penyerap produksi dalam negeri, terutama saat terjadi surplus. Program ini berpotensi mengurangi tekanan harga yang sering muncul ketika pasokan melimpah, sehingga peternak bisa menjual produknya dengan lebih stabil. “Key Strategy ini akan memberikan manfaat signifikan bagi peternak rakyat, baik secara ekonomi maupun sosial,” jelasnya dalam wawancara dengan media, Jumat (10/7/2026).

Kebijakan ini tidak hanya menguntungkan peternak, tapi juga membantu masyarakat umum dalam memperoleh akses protein hewani berkualitas. Hary menegaskan bahwa penggunaan telur dan daging ayam ras dalam banpang bisa meningkatkan kepastian pasokan, terutama dalam situasi inflasi atau krisis ekonomi. “Dengan Key Strategy ini, kita bisa memastikan produk lokal tetap relevan di tengah permintaan pasar yang dinamis,” tambahnya.

Tantangan dan Persiapan Implementasi

Meski memiliki potensi besar, Kementan mengingatkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada persiapan yang matang. Hary menyebutkan bahwa distribusi, pengelolaan stok, serta koordinasi dengan stakeholder terkait harus terjaga agar tidak terjadi miskomunikasi. “Key Strategy ini tidak cukup sekadar dirancang, tapi juga harus diterapkan dengan sistematis,” katanya.

Salah satu aspek penting dalam implementasi adalah kesiapan rantai pasok. Ditjen PKH menegaskan bahwa industri perunggasan nasional telah memadai dalam menghasilkan telur dan daging ayam ras, dengan surplus sebesar 876.000 ton untuk daging ayam ras dan 517.000 ton untuk telur ayam ras pada 2026. Angka ini menunjukkan bahwa pasar dalam negeri mampu menampung kebutuhan bantuan pangan tersebut tanpa mengganggu pasokan reguler. “Kapasitas produksi yang memadai menjadi dasar Key Strategy ini,” ujar Hary.

Ditjen PKH juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi cold chain (rantai dingin) untuk mempertahankan kualitas produk sepanjang proses distribusi. Selain itu, pemerintah harus memastikan mekanisme pengadaan yang adil agar peternak kecil tetap terlibat dalam program ini. “Key Strategy ini harus mencakup perlindungan kepada peternak rumahan, karena mereka menjadi tulang punggung produksi protein hewani,” lanjutnya.

Pelaksanaan kebijakan ini diharapkan bisa memperkuat ekosistem peternakan nasional. Dengan memasukkan telur dan daging ayam ras ke dalam banpang, Kementan ingin memastikan bahwa produk lokal tetap diminati di pasar. “Key Strategy ini juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk memperluas cakupan bantuan pangan,” tambah Hary. Ia menambahkan bahwa upaya ini sejalan dengan target pemerintah dalam meningkatkan keberlanjutan sektor pertanian.

Sebagai bagian dari Key Strategy, Kementan juga berencana meningkatkan kapasitas distribusi melalui kerja sama dengan perusahaan logistik dan pihak terkait lainnya. Program ini diharapkan bisa berjalan efektif, terutama dalam situasi kebutuhan pangan yang tidak stabil. “Kami akan terus memantau dampak kebijakan ini untuk memastikan hasil yang optimal,” pungkas Hary. Dengan strategi yang tepat, bantuan pangan berupa telur dan daging ayam ras bisa menjadi solusi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Join the discussion