Main Agenda: FIABCI Dorong Tiga Agenda di PBB: Hunian Terjangkau, Keberlanjutan, dan Digitalisasi
FIABCI Dorong Tiga Agenda Utama di PBB: Terjangkau, Berkelanjutan, dan Digital Main Agenda FIABCI menemukan perhatian signifikan dalam Forum PBB di Jenewa.
FIABCI Dorong Tiga Agenda Utama di PBB: Terjangkau, Berkelanjutan, dan Digital
Main Agenda FIABCI menemukan perhatian signifikan dalam Forum PBB di Jenewa. Federasi Realestat Internasional (FIABCI) mengusulkan tiga isu utama yang dianggap kritis dalam pembangunan global: aksesibilitas hunian, keberlanjutan lingkungan, dan transformasi digital. Tiga agenda ini dirancang untuk menjadi pilar dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan sosial, dan menciptakan sistem yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Soelaeman Soemawinata, Ketua Kehormatan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), ditunjuk sebagai perwakilan khusus FIABCI untuk membawa kepentingan organisasi ini ke forum internasional.
Prioritas Pertama: Hunian Terjangkau untuk Seluruh Kalangan
Salah satu Main Agenda FIABCI adalah memastikan akses hunian yang layak bagi masyarakat luas, terutama di negara-negara berkembang. Soelaeman menyoroti bahwa sebagian besar populasi di belahan bumi selatan masih menghadapi kesulitan memperoleh tempat tinggal yang memadai. “Hunian terjangkau menjadi isu penting karena kebutuhan akan tempat tinggal terus meningkat, sementara ketersediaan yang cukup belum terpenuhi,” katanya dalam pernyataan resmi. Dia menekankan bahwa solusi terhadap tantangan ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga internasional untuk memastikan keberlanjutan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Prioritas Kedua: Membangun Keberlanjutan Ekonomi dan Lingkungan
FIABCI juga menempatkan keberlanjutan sebagai agenda utama. Soelaeman mengungkapkan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga mencakup ketahanan pangan, kesehatan, serta peningkatan kualitas hidup. “Keberlanjutan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Kita harus memastikan pertumbuhan ekonomi diiringi perhatian terhadap lingkungan dan sosial,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa isu ini perlu menjadi prioritas dalam berbagai diskusi di PBB, termasuk pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan dan berdampak positif pada masyarakat.
Prioritas Ketiga: Digitalisasi dalam Transformasi Industri Realestat
Agenda ketiga yang dipromosikan FIABCI adalah digitalisasi teknologi. Soelaeman menyatakan bahwa kemajuan digital memiliki dampak besar pada berbagai sektor, termasuk properti dan lapangan kerja. “Main Agenda digitalisasi harus berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjaga kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Ia menekankan bahwa digitalisasi perlu dikelola secara bijak agar tidak mengurangi peluang kerja atau menciptakan ketimpangan baru. “Kita harus memastikan bahwa kemajuan teknologi justru memperkuat keberlanjutan, bukan mengancamnya,” kata Soelaeman.
Ketiga Main Agenda tersebut dianggap relevan dengan tujuan PBB untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan berkelanjutan. Dalam forum diskusi, FIABCI berharap dapat menjadi mitra strategis dalam mengembangkan kebijakan yang mendukung aksesibilitas, keberlanjutan, dan pemanfaatan teknologi secara optimal. Soelaeman menambahkan bahwa kontribusi FIABCI akan memperkuat koordinasi antarnegara dan organisasi internasional untuk mencapai hasil yang lebih maksimal dalam bidang realestat.
Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga internasional dianggap penting untuk mewujudkan tiga Main Agenda ini. FIABCI berharap PBB dapat menjadi platform untuk menyatukan kepentingan berbagai pihak dalam mempercepat proses transformasi. “Kita perlu menyusun strategi yang terpadu, karena isu ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” kata Soelaeman. Ia juga menyoroti pentingnya pendanaan dan kebijakan yang mendukung pengembangan infrastruktur dasar di negara-negara berkembang.
Dalam forum PBB Jenewa, FIABCI akan berfokus pada tiga Main Agenda yang dirancang untuk menjadi arah pembangunan jangka panjang. Soelaeman menekankan bahwa dengan pendekatan yang terpadu, isu hunian terjangkau, keberlanjutan, dan digitalisasi bisa menjadi pendorong utama dalam menghadapi tantangan global. “Ini adalah kesempatan untuk menekankan pentingnya peran sektor properti dalam membentuk masa depan yang lebih baik,” imbuhnya. Target dari agenda ini adalah menciptakan model kehidupan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan teknologi.
Kontribusi Soelaeman sebagai perwakilan FIABCI di PBB Jenewa diharapkan bisa menguatkan posisi organisasi ini di kancah internasional. Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai Presiden FIABCI Asia Pasifik dan anggota Dewan Direksi hingga 2026. Dengan pengalaman ini, Soelaeman dianggap mampu mengemukakan pandangan strategis yang relevan dengan isu utama di dunia saat ini. “PBB harus menjadi tempat diskusi yang inklusif, termasuk masukan dari pelaku industri properti,” tutupnya.
