Skip to content
7

Latest Program: Manulife IM Jagokan Obligasi dan Saham Asia pada Semester II/2026

John Moore - lintasnaya.com 4 mins read

Latest Program: Manulife IM Optimis Investasi Obligasi dan Saham Asia Tahun 2026 Latest Program - Program investasi terbaru dari Manulife Investment

Latest Program: Manulife IM Jagokan Obligasi dan Saham Asia pada Semester II/2026

Latest Program: Manulife IM Optimis Investasi Obligasi dan Saham Asia Tahun 2026

Latest Program – Program investasi terbaru dari Manulife Investment Management (Manulife IM) menegaskan keyakinannya bahwa aset Asia, terutama obligasi dan saham, tetap menjadi pilihan menarik di paruh kedua tahun 2026. Dalam menghadapi ketidakpastian global dan volatilitas pasar, Manulife IM memperkirakan bahwa faktor-faktor domestik dan eksternal tetap memberikan peluang yang baik untuk keuntungan jangka panjang. “Latest Program ini mengidentifikasi pertumbuhan yang stabil dalam sektor keuangan Asia sebagai fondasi utama bagi strategi investasi,” jelas salah satu analis utama mereka. Dengan latar belakang ekonomi kawasan yang resilien, Manulife IM berharap untuk memperoleh keuntungan optimal melalui pendekatan yang terukur dan terarah.

Strategi Obligasi: Kombinasi Imbal Hasil dan Durasi

Manulife IM mengungkapkan bahwa obligasi Asia memiliki daya tarik lebih besar dibandingkan produk serupa di pasar global. Hal ini didasari oleh kombinasi antara tingkat imbal hasil yang kompetitif dan durasi pendek, yang memberikan perlindungan terhadap perubahan suku bunga. “Latest Program ini menekankan bahwa obligasi dolar AS dan obligasi lokal berperan penting dalam memperkuat portofolio investor,” tambah Murray Collis, kepala divisi obligasi Asia. Ia menyoroti bahwa kebijakan moneter yang stabil di Jepang serta India menjadi pendorong utama, terutama dalam menghadapi tekanan inflasi yang meningkat.

“Dengan perbedaan imbal hasil antara obligasi Asia dan global, investor dapat memanfaatkan Latest Program ini untuk mengurangi risiko volatilitas,”

kata Collis. Pemulihan ekonomi di kawasan Asia diprediksi akan dipercepat oleh peningkatan kinerja emiten, terutama di sektor teknologi dan manufaktur. Manulife IM juga mengajukan rekomendasi untuk menempatkan obligasi korporasi berimbal hasil tinggi (high yield) sebagai bagian dari strategi diversifikasi. Perluasan pemanfaatan teknologi digital dalam sektor keuangan memberikan peluang baru bagi pendapatan obligasi, sehingga menjadi bagian integral dari Latest Program mereka.

Kinerja Saham: Teknologi dan Pemulihan Ekonomi

Manulife IM menyatakan bahwa saham Asia akan terus berkembang, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan manufaktur canggih. June Chua, kepala divisi ekuitas Asia, menegaskan bahwa peningkatan permintaan domestik serta kebijakan pemerintah yang progresif akan menjadi peluang besar. “Latest Program ini memfokuskan pada potensi pertumbuhan ekonomi China dan negara-negara ASEAN, terutama melalui investasi dalam industri teknologi dan infrastruktur,” katanya. Faktor-faktor seperti ketersediaan rantai pasok semikonduktor dan pertumbuhan teknologi semakin mendukung pertumbuhan laba perusahaan di kawasan ini.

“Dengan valuasi yang menarik dan momentum kebijakan pemerintah, saham Asia tetap menjadi pilihan yang cerdas,”

tegas Chua. Ia menambahkan bahwa indikator ekonomi seperti PDB dan inflasi juga menunjukkan tren yang positif. Sebagai contoh, Indonesia dan Vietnam diprediksi akan menarik investasi melalui proyek pembangunan infrastruktur dan sektor energi terbarukan. Di sisi lain, negara-negara ASEAN yang lain masih menghadapi tantangan jangka pendek, tetapi peluang jangka panjang terus terbuka. Manulife IM berharap investor dapat memanfaatkan Latest Program ini untuk mengikuti pergerakan saham yang dinamis.

Analisis Pasar: Faktor Penentu dalam Latest Program

Dalam rangka memperkuat posisi pasar Asia dalam Latest Program, Manulife IM menggarisbawahi pentingnya pertimbangan faktor fundamental dan risiko. “Kami fokus pada instrumen yang memiliki likuiditas tinggi dan potensi pertumbuhan yang terukur,” kata Collis. Ia menjelaskan bahwa perubahan kebijakan moneter dan inflasi global memengaruhi volatilitas pasar, tetapi Asia memiliki kapasitas adaptasi yang lebih baik. Pemulihan ekonomi regional, didukung oleh berbagai inisiatif pemerintah dan investasi asing, menjadi fondasi utama dalam strategi Latest Program.

Manulife IM juga memprediksi bahwa volatilitas pasar akan berdampak lebih kecil pada saham Asia dibandingkan pasar global. Hal ini karena ekonomi kawasan memiliki keberagaman sektor dan kekuatan kebijakan fiskal yang stabil. “Latest Program ini menawarkan panduan untuk memanfaatkan keuntungan jangka panjang di tengah ketidakpastian jangka pendek,” jelas Chua. Pemantauan kebijakan pemerintah dan perkembangan ekonomi domestik akan menjadi kunci dalam memaksimalkan hasil dari investasi obligasi dan saham Asia.

Untuk mendukung Latest Program ini, Manulife IM telah melakukan penelitian mendalam terhadap tren ekonomi global dan lokal. “Kami yakin bahwa Asia akan tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di masa depan,” tutur Collis. Ia menyoroti bahwa perubahan suku bunga di AS dan Eropa memengaruhi keputusan investor, tetapi Asia memiliki kelebihan dalam menyediakan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain itu, peningkatan kinerja sektor keuangan digital dan ekspor teknologi akan menjadi penggerak utama bagi pertumbuhan investasi di kawasan ini.

Manulife IM mengimbau investor untuk tetap memantau dinamika pasar dan memanfaatkan peluang yang ada dalam Latest Program. “Kami optimis bahwa obligasi dan saham Asia akan memberikan hasil yang seimbang antara risiko dan keuntungan,” kata Chua. Dengan fokus pada sektor yang berkembang dan kebijakan yang mendukung, strategi ini diprediksi akan memperkuat portofolio investor di tengah perubahan makroekonomi global. Kombinasi antara pertumbuhan sektor teknologi dan stabilitas kebijakan moneter akan menjadi fondasi utama bagi keberhasilan Latest Program di tahun 2026.

Join the discussion