Skip to content
44

Meeting Results: Freeport Proyeksi Setoran ke Negara Turun Jadi Rp47 Triliun pada 2026

Karen Miller - lintasnaya.com 3 mins read

Freeport: Kontribusi ke Negara Turun Jadi Rp47 Triliun di 2026 Meeting Results - Bisnis.com, JAKARTA — Berdasarkan hasil rapat yang diumumkan, PT Freeport

Meeting Results: Freeport Proyeksi Setoran ke Negara Turun Jadi Rp47 Triliun pada 2026

Freeport: Kontribusi ke Negara Turun Jadi Rp47 Triliun di 2026

Meeting Results – Bisnis.com, JAKARTA — Berdasarkan hasil rapat yang diumumkan, PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi ke pemerintah pada 2026 akan mencapai US$2,6 miliar atau setara Rp47,07 triliun (asumsi kurs Rp18.105 per dolar AS). Angka ini menjadi penurunan signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencatatkan kontribusi sebesar US$4,3 miliar atau Rp77,87 triliun. Penurunan ini terjadi karena penyesuaian kapasitas produksi yang diakui dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR, Selasa (14/7/2026).

Analisis Penurunan Penerimaan Negara

Dalam Meeting Results yang dilangsungkan, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan bahwa penurunan kontribusi negara pada 2026 terutama disebabkan oleh penyesuaian produksi emas dan tembaga. “Tahun ini, penerimaan negara yang terdiri dari pajak, dividen, dan royalti memang mengalami penurunan menjadi US$2,6 miliar,” tegasnya. Proyeksi ini mencerminkan kinerja tambang yang terganggu akibat kejadian alam seperti longsor di area tambang bawah tanah September 2025.

“Kita lihat dalam Meeting Results, produksi pada 2026 masih sekitar 65% dari kapasitas normal. Tahun depan, kita berharap bisa mencapai 75% dan kembali optimal pada akhir 2027,”

Menurut Tony, komposisi kontribusi pada 2026 terdiri dari pajak sebesar US$1 miliar, dividen US$1,1 miliar, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekitar US$500 juta. Meski jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan 2025, ia menyebutkan bahwa penurunan ini hanya bersifat sementara. “Kita memperkirakan produksi akan pulih seiring perbaikan operasional dan penyesuaian kebijakan yang dijelaskan dalam Meeting Results,” ujarnya.

Proyeksi Kinerja di Tahun Berikutnya

Kontribusi Freeport ke negara diprediksi akan meningkat secara signifikan pada tahun 2027 hingga 2030. Dalam rapat dengar pendapat, Tony menyebutkan bahwa target penerimaan negara pada 2027 akan mencapai US$4,7 miliar, dengan pajak sebesar US$1,9 miliar, dividen US$1,9 miliar, dan PNBP US$800 juta. Pada 2028, nilai kontribusi diperkirakan mencapai US$7,1 miliar, sementara 2029 tetap stabil di level sama. Di 2030, kontribusi diperkirakan mencapai puncak US$8 miliar, dengan distribusi pajak US$3,2 miliar, dividen US$3,5 miliar, dan PNBP US$1,3 miliar.

“Pada 2026, produksi emas ditargetkan sekitar 700.000 ounce, sementara produksi tembaga diperkirakan mencapai 800 juta pound,”

Proyeksi ini menunjukkan bahwa perusahaan akan kembali mencapai kapasitas produksi penuh seiring penyelesaian masalah pasokan konsentrat yang sempat terganggu. Tony juga menegaskan bahwa kontribusi Freeport ke negara tetap menjadi bagian penting dari kebijakan pertambangan nasional, terutama dalam menciptakan peluang investasi dan memastikan ketersediaan sumber daya mineral.

Pengaruh Produksi pada 2026

Produksi tambang tahun 2026 diprediksi hanya mencapai sekitar 65% dari kapasitas normal. Hal ini dipengaruhi oleh gangguan pasokan konsentrat ke smelter setelah longsor di area tambang bawah tanah September 2025. “Dalam Meeting Results, kami menyatakan bahwa produksi akan bertahap pulih. Semester satu depan kita targetkan meningkat menjadi 75%, kemudian menuju 100% kapasitas pada akhir 2027,” tambah Tony.

“Kondisi ini tidak hanya memengaruhi performa Freeport, tetapi juga memperlihatkan tantangan yang dihadapi industri pertambangan dalam menjaga konsistensi setoran ke negara,”

Dalam keterangan resmi, PTFI mengakui bahwa kejadian alam dan masalah logistik menjadi faktor utama penyebab penurunan produksi. Namun, Tony menegaskan bahwa perusahaan telah merencanakan strategi penyesuaian operasional untuk mengatasi hambatan tersebut. “Kita memperkirakan bahwa operasi akan stabil di 2027 dan kontribusi ke negara akan kembali tumbuh,” katanya.

Perspektif Ekonomi Nasional

Kontribusi Freeport ke negara yang turun menjadi Rp47 triliun pada 2026 memberikan dampak terhadap pendapatan negara, terutama dalam sektor pertambangan. Meski demikian, Tony menyebutkan bahwa proyeksi pertumbuhan di tahun-tahun berikutnya akan mendorong penerimaan negara kembali ke level sebelumnya. “Dalam Meeting Results, kami mengungkapkan bahwa kebijakan penyesuaian ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan pertambangan,” ujarnya.

“Meskipun penurunan terjadi, kita yakin bahwa kontribusi Freeport ke negara akan stabil dan berkontribusi signifikan terhadap penerimaan negara di masa depan,”

Analisis menunjukkan bahwa meskipun tahun 2026 menjadi tahun yang menantang, Freeport tetap berkomitmen untuk memenuhi target kontribusi. Tony juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga BUMN pertambangan, seperti MIND ID, untuk menjaga stabilitas operasional dan keberlanjutan ekonomi. “Meeting Results kali ini memberikan gambaran jelas tentang perjalanan Freeport di tahun 2026 dan proyeksi ke depan,” pungkasnya.

Join the discussion