Skip to content
44

Main Agenda: Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Targetkan Produksi Emas Tembus 16 Ton pada 2026

Richard Gonzalez - lintasnaya.com 3 mins read

ik Produksi Emas Capai 16 Ton pada 2026 Main Agenda – Bisnis.com, JAKARTA — PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) meluncurkan target baru untuk meningkatkan

Main Agenda: Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Targetkan Produksi Emas Tembus 16 Ton pada 2026

Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Membidik Produksi Emas Capai 16 Ton pada 2026

Main Agenda – Bisnis.com, JAKARTA — PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) meluncurkan target baru untuk meningkatkan produksi emas hingga 16 ton pada tahun 2026. Target ini diharapkan menjadi bagian dari perencanaan strategis Main Agenda yang bertujuan memperkuat posisi perusahaan dalam pasar logam. Dalam dua tahun terakhir, produksi emas AMNT mencapai 3,8 ton pada 2025, namun ambisi perusahaan kini mengarah ke peningkatan signifikan yang mencerminkan pertumbuhan industri pertambangan nasional.

Meningkatkan Kinerja Operasional Melalui Pengembangan Teknologi

Dalam wawancara dengan Komisi XII DPR RI, Presiden Direktur AMNT, Rachmat Makkasau, menyampaikan bahwa peningkatan hasil penambangan emas terkait dengan perbaikan aktivitas operasional yang terus dilakukan. Fase pengupasan batuan penutup di lokasi tambang telah selesai, sehingga perusahaan bisa fokus pada peningkatan pengambilan bijih logam. Main Agenda juga menekankan bahwa penggunaan teknologi modern dalam smelter tembaga menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.

“Dengan kemajuan teknologi Double Flash yang diterapkan di smelter kami, kami optimis bisa mencapai target 16 ton emas pada akhir 2026,” ujar Rachmat. Selain itu, perusahaan juga berupaya memperluas kapasitas produksi perak, selenium, dan tellurium yang diharapkan masing-masing mencapai 45 ton, 91 ton, serta 1,96 ton.

Strategi Penambangan dan Keterlibatan Komisi XII

Kebijakan Main Agenda AMNT mencakup kerja sama lebih intensif dengan Komisi XII DPR RI untuk menjamin keberlanjutan operasi dan transparansi dalam proses produksi. Pertemuan rutin antara manajemen dan anggota komisi tersebut menjadi wahana untuk mendiskusikan progres penambangan serta tantangan yang mungkin muncul. Proses commissioning smelter tembaga yang dimulai Juni 2024 tetap menjadi fokus utama, meski sempat mengalami hambatan teknis antara Februari hingga Agustus 2025.

“Main Agenda AMNT ingin memastikan bahwa semua produk tambang, termasuk emas, bisa diproses secara maksimal. Kami terus mengoptimalkan fasilitas agar tidak tertinggal dari target tahunan,” tutur Rachmat. Hal ini mendukung visi perusahaan dalam menjadi salah satu produsen logam terdepan di Indonesia.

Proses Commissioning dan Perbaikan Teknis

Pengembangan smelter tembaga AMNT melalui Main Agenda menghadapi beberapa tantangan teknis. Kebocoran sistem pendingin asam dan kebakaran kecil di area furnace flash smelting menjadi hambatan yang menyebabkan operasi sempat terhenti. Meski demikian, perusahaan berhasil melakukan perbaikan hingga akhir 2025 dan memulai kembali proses commissioning pada Februari 2026. Hasilnya, operasi kini berjalan lancar sejak April 2026, dengan kemampuan memproses seluruh produksi tambang saat ini.

“Main Agenda AMNT sangat berkomitmen untuk memperbaiki kelemahan teknis dan meningkatkan kapasitas operasional. Kami yakin, dengan dukungan komisi, target 16 ton emas bisa tercapai dengan baik,” jelas Rachmat. Keberhasilan ini juga didukung oleh dukungan pihak terkait dan kesiapan operasional yang matang.

Penghentian Sementara untuk Peningkatan Kinerja

Untuk menjaga kualitas produksi dan memperbaiki peralatan, AMNT berencana melakukan shutdown sementara pada Desember 2026 atau Januari 2027. Langkah ini bertujuan mengganti komponen yang perlu diperbaiki serta memastikan fasilitas berjalan optimal saat produksi tambang meningkat di tahun 2027. Main Agenda menekankan bahwa shutdown ini tidak mengganggu proyeksi target emas, karena peningkatan kapasitas smelter akan terjadi secara bertahap.

“Kami merancang shutdown sebagai bagian dari strategi Main Agenda untuk mencapai kapasitas penuh 900.000 ton konsentrat per tahun. Dengan peningkatan ini, kami yakin produksi emas akan meningkat signifikan,” tambah Rachmat. Kebijakan ini juga mencerminkan komitmen perusahaan untuk keberlanjutan dan efisiensi.

Potensi Pasar dan Kontribusi Ekonomi

Produksi emas yang diharapkan mencapai 16 ton pada 2026 memiliki dampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Dalam Main Agenda, AMNT menargetkan peningkatan volume ekspor dan penerimaan pendapatan dari produksi emas tersebut. Perusahaan juga menyoroti peran smelter tembaga dalam mendukung industri logam nasional, terutama melalui penyerapan bijih tambang dari Batu Hijau. Target ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi domestik dan mengurangi ketergantungan impor.

“Main Agenda AMNT tidak hanya fokus pada peningkatan emas, tetapi juga pada pengembangan produk samping seperti asam sulfat yang mencapai 572.000 ton. Kami yakin, dengan perencanaan yang matang, semua target bisa tercapai,” pungkas Rachmat. Proyeksi ini menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan strategi bisnis AMNT.

Join the discussion