Skip to content
12

Key Discussion: Bulog Gandeng Perpadi untuk Olah CBP Jadi Beras Premium

Elizabeth Lopez - lintasnaya.com 4 mins read

Bulog dan Perpadi Kolaborasi untuk Mengubah Cadangan Beras Pemerintah Menjadi Beras Premium Key Discussion - JAKARTA — Pada hari Senin (13/7/2026), dalam

Key Discussion: Bulog Gandeng Perpadi untuk Olah CBP Jadi Beras Premium

Bulog dan Perpadi Kolaborasi untuk Mengubah Cadangan Beras Pemerintah Menjadi Beras Premium

Key Discussion – JAKARTA — Pada hari Senin (13/7/2026), dalam sebuah pertemuan penting yang berlangsung di Jakarta, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan rencana kerja sama dengan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) dalam upaya mengolah cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 2 juta ton menjadi beras premium. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku pangan nasional, serta memastikan ketersediaan beras berkualitas tinggi di pasar. Dalam Key Discussion, Rizal menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menguntungkan pelaku industri tapi juga mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Program Pengolahan CBP Premium sebagai Strategi Nasional

Program pengolahan CBP menjadi beras premium ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan rakyat Indonesia memiliki akses ke bahan pangan yang lebih berkualitas. Dalam Key Discussion, Rizal menegaskan bahwa peran Bulog dan Perpadi sangat krusial dalam menyelesaikan tugas tersebut. CBP, yang merupakan cadangan beras yang dianggap masih memiliki kualitas baik namun belum diolah menjadi produk akhir, akan diubah menjadi beras premium yang bisa dipasarkan dengan harga lebih tinggi. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi positif kepada para petani dan pengusaha pangan.

Rizal mengatakan, program ini merupakan arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, keberhasilan konversi CBP menjadi beras premium bergantung pada sinergi antara Bulog dan Perpadi. “Kerja sama ini bukan hanya sekadar transaksi bisnis, tapi juga bagian dari Key Discussion yang lebih luas tentang pengembangan sektor pangan nasional,” tambah Rizal. Ia menegaskan bahwa Perpadi bersedia mengambil peran aktif dalam proses ini, termasuk dalam memastikan prosedur pengolahan yang efisien dan sesuai standar kualitas.

Kemitraan Bulog dan Perpadi dalam Keberlanjutan Ketersediaan Beras

Bulog berharap seluruh penggilingan yang memenuhi kriteria akan berpartisipasi dalam mengolah CBP menjadi beras premium. Dalam Key Discussion, Rizal mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat keberlanjutan ketersediaan beras nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan. Selain itu, ia menjelaskan bahwa setiap hasil koordinasi akan dilaporkan secara tertulis atau melalui aplikasi pesan ke jajaran direksi untuk menjadi bahan pemantauan. “Ini adalah bagian dari Key Discussion yang terus menerus tentang bagaimana kita memperbaiki sistem distribusi dan produksi beras,” ujarnya.

Soetarto Alimoeso, Ketua Umum Perpadi, menyambut baik rencana kerja sama ini. Menurutnya, kemitraan antara lembaga pemerintah dan pelaku usaha adalah kunci keberhasilan program ketahanan pangan nasional. “Dengan Key Discussion ini, kita bisa melihat bagaimana proses konversi CBP menjadi beras premium berjalan lebih baik lagi,” katanya. Perpadi, yang sudah terlibat dalam berbagai proyek pengadaan beras sejak lama, menegaskan kesiapannya untuk melaksanakan penugasan ini secara optimal.

Kerja sama antara Bulog dan Perpadi juga mencakup pembentukan tim khusus untuk memverifikasi penggilingan yang layak menangani CBP. Dalam Key Discussion, Rizal menyebutkan bahwa tim ini akan mengawasi proses pengolahan secara ketat, termasuk dalam memastikan kualitas beras premium sesuai standar nasional. “Kami ingin memastikan bahwa beras premium yang dihasilkan tidak hanya menarik bagi konsumen, tapi juga berdampak signifikan pada perekonomian daerah,” jelasnya. Hal ini menjadi fokus utama Key Discussion dalam membahas strategi pemanfaatan CBP.

Target Nasional dan Persiapan Implementasi

Dalam Key Discussion, program konversi CBP menjadi beras premium dirancang untuk mencapai target nasional sebesar 2 juta ton pada tahun 2026. Rizal menegaskan bahwa Bulog akan segera melakukan pertemuan koordinasi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perpadi di setiap wilayah dalam dua hingga tiga hari ke depan. Tujuannya adalah memperkuat komunikasi, membangun keselarasan strategi, serta mengatur langkah-langkah implementasi agar program bisa dijalankan secara serentak dan efektif. “Key Discussion ini menjadi pintu untuk sinergi yang lebih baik antara pemerintah dan industri,” ujarnya.

Dengan dukungan dari Perpadi, Bulog optimis program ini bisa mencapai target yang ditetapkan. Soetarto Alimoeso menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti komitmen kedua belah pihak dalam menjaga kualitas dan ketersediaan beras nasional. “Key Discussion dalam rapat ini menunjukkan bahwa kita semua sepakat untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tuturnya. Proses pengolahan CBP menjadi beras premium diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi, baik secara nasional maupun lokal.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing industri pangan Indonesia. Dengan mengubah CBP menjadi beras premium, pemerintah ingin menunjukkan komitmen untuk memastikan beras tidak hanya tersedia dalam jumlah besar tapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dalam Key Discussion, seluruh pihak sepakat bahwa sinergi antara Bulog dan Perpadi adalah langkah penting untuk memperkuat keberlanjutan program tersebut.

Join the discussion