Skip to content
98

New Policy: Bagasi Gratis Garuda Indonesia Dihitung per Koper Mulai 1 September 2026

Christopher Johnson - lintasnaya.com 3 mins read

Garuda Indonesia Perkenalkan New Policy Bagasi Gratis Berdasarkan Koper New Policy - Garuda Indonesia, maskapai penerbangan nasional terbesar di Indonesia

New Policy: Bagasi Gratis Garuda Indonesia Dihitung per Koper Mulai 1 September 2026

Garuda Indonesia Perkenalkan New Policy Bagasi Gratis Berdasarkan Koper

New Policy – Garuda Indonesia, maskapai penerbangan nasional terbesar di Indonesia, telah meluncurkan New Policy bagasi gratis yang dihitung berdasarkan jumlah koper, bukan berat, mulai 1 September 2026. Perubahan ini bertujuan untuk memberikan kejelasan dan kemudahan bagi penumpang dalam mengatur kebutuhan bagasi selama perjalanan. Dengan menerapkan konsep “piece concept,” Garuda Indonesia mengganti sistem lama yang menghitung berat bagasi dengan cara yang lebih sederhana dan transparan.

Pengertian dan Manfaat New Policy Bagasi Gratis

Kebijakan New Policy ini mengacu pada sistem perhitungan bagasi berdasarkan jumlah barang yang dibawa, bukan berat. Artinya, jumlah koper yang diperbolehkan untuk setiap penumpang akan ditentukan oleh kelas kabin, rute penerbangan, dan jenis tiket yang dibeli. “Kebijakan ini dirancang agar penumpang lebih mudah memperkirakan kebutuhan bagasi mereka tanpa harus khawatir tentang berat bawaan,” kata Garuda Indonesia dalam pernyataan resmi yang dikutip Senin (13/7/2026). Dengan demikian, New Policy diharapkan memberikan pengalaman yang lebih terstruktur bagi calon penumpang.

“Penerapan New Policy ini selaras dengan standar internasional yang telah diterapkan oleh berbagai maskapai dunia, sehingga memudahkan pengaturan kebutuhan bagasi dalam berbagai kondisi penerbangan,” ujar pernyataan Garuda Indonesia.

Pengaruh New Policy pada Berbagai Kelas dan Rute

Penerapan New Policy berdampak signifikan pada kuota bagasi untuk setiap kelas. Untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, kuota bagasi gratis tetap 20 kg, tetapi dihitung per koper, sehingga penumpang diperbolehkan membawa satu koper dengan berat maksimal 23 kg. Sementara itu, untuk tiket internasional kelas ekonomi, penumpang kini bisa membawa dua koper, masing-masing dengan batas berat 23 kg. Kuota ini lebih besar dibandingkan sebelumnya yang hanya menyediakan satu koper hingga 30 kg.

Berbeda dengan kelas bisnis, kuota bagasi gratis tetap dihitung per kilogram, tetapi penumpang bisa memilih tambahan koper berat (heavy bag) dengan batas hingga 32 kg. Selain itu, kebijakan New Policy juga berlaku untuk penerbangan internasional kelas premium, di mana kuota bagasi bisa ditingkatkan dengan pembelian tambahan per koper. Dengan demikian, kebijakan ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk berbagai kebutuhan penumpang, baik yang membawa barang bawaan ringan maupun berat.

Perubahan ini tidak hanya berdampak pada jumlah koper, tetapi juga memengaruhi harga tambahan bagasi. Sebelumnya, penumpang membayar per kilogram, namun kini biaya tambahan berdasarkan jumlah koper. Misalnya, jika penumpang membutuhkan koper tambahan, mereka bisa memilih opsi “additional piece” yang dihitung per koper, bukan per kilogram. Ini membuat pembayaran lebih sederhana dan mudah dipahami oleh pelanggan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Garuda Indonesia telah meninjau ulang kebijakan bagasi untuk sesuaikan dengan tren industri penerbangan global. Konsep piece concept dirancang sebagai upaya meningkatkan pengalaman pelayanan, mengurangi kebingungan selama check-in, serta mendorong penggunaan koper yang lebih efisien. Selain itu, New Policy ini juga memberikan insentif bagi penumpang yang memperhatikan lingkungan, karena jumlah koper yang lebih sedikit bisa mengurangi penggunaan kertas dan plastik dalam pengemasan barang bawaan.

Kebijakan New Policy ini berlaku untuk seluruh tiket yang diterbitkan mulai 1 September 2026. Tiket yang diterbitkan sebelumnya tetap berlaku sesuai dengan sistem weight concept, meskipun jadwal penerbangan telah sesuai dengan perubahan. Garuda Indonesia berharap kebijakan ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat daya saing dalam pasar penerbangan domestik dan internasional. Selain itu, sistem baru ini juga diharapkan mendorong efisiensi operasional dan pengurangan biaya logistik terkait bagasi.

Join the discussion