New Policy: Direksi Ramai Borong Saham PGAS, Harga Melesat Hampir 6% Sepekan
New Policy: Direksi PGAS Aktif Beli Saham, Harga Naik 5,96% dalam Satu Minggu New Policy - Perusahaan Gas Negara (PGAS) mencatatkan peningkatan signifikan
New Policy: Direksi PGAS Aktif Beli Saham, Harga Naik 5,96% dalam Satu Minggu
New Policy – Perusahaan Gas Negara (PGAS) mencatatkan peningkatan signifikan dalam nilai sahamnya setelah tiga direktur utama memulai aksi beli saham secara massal dalam masa New Policy yang berlaku. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, transaksi tersebut terjadi antara tanggal 10 hingga 13 Juli 2026, dengan total nilai beli mencapai Rp1,10 miliar. Aksi ini berdampak langsung pada penguatan harga saham PGAS, yang mencapai kenaikan hampir 6% dalam seminggu terakhir, menunjukkan respons positif dari pemegang saham perusahaan. New Policy ini menjadi fokus utama dalam peningkatan kinerja pasar saham PGAS, memicu perhatian investor dan analis.
Aksi Direksi dan Strategi Investasi
Sebagai bagian dari New Policy, Direktur Utama PGAS Arief Kurnia Risdianto melakukan pembelian 679.000 saham biasa pada 12 Juli 2026 dengan harga Rp1.470 per lembar. Transaksi ini menambah nilai portofolio beli sebesar Rp998,13 juta, menandakan kepercayaan dirinya terhadap potensi pertumbuhan perusahaan. Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Mirza Mahendra juga aktif membeli saham sebanyak 20.000 lembar pada 10 Juli 2026, dengan harga Rp1.450 per saham, mengakumulasi Rp29 juta. Kepemilikan sahamnya meningkat dari 50.000 menjadi 70.000 lembar, menggarisbawahi komitmen manajemen untuk memperkuat keberadaan perusahaan di pasar.
Direktur Keuangan PGAS, Catur Dermawan, menunjukkan keaktifan tertinggi. Dalam periode yang sama, ia melakukan empat transaksi beli saham, termasuk 10.000 lembar pada 12 Juni 2026 dengan harga Rp1.540 per saham, total Rp15,4 juta. Sebelumnya, pada 10 Juni 2026, ia membeli 20.000 lembar seharga Rp1.485, nilai beli Rp29,70 juta. Dengan total dana yang dialokasikan sebesar Rp80,35 juta, kepemilikan saham Catur meningkat dari 20.000 menjadi 75.000 lembar, mencerminkan langkah strategis untuk menarik minat investor dan memperkuat struktur kepemilikan perusahaan.
Analisis Pasar dan Pergerakan Harga
Kenaikan harga saham PGAS yang mencapai 5,96% dalam seminggu terakhir sejalan dengan kebijakan New Policy yang diterapkan. Pada perdagangan intraday Senin (13/7) pukul 10.35 WIB, harga saham melesat ke Rp1.485, naik 1,37% dibandingkan harga sebelumnya. Perubahan ini dianggap sebagai respons positif terhadap tindakan direksi yang membuka peluang investasi baru di pasar. Meski tahun ini saham PGAS mengalami koreksi hingga 22,25%, kebijakan New Policy diharapkan mampu memperbaiki persepsi pasar dan meningkatkan daya tarik saham kecil.
Aksi beli saham oleh direksi tidak hanya menggerakkan harga pasar, tetapi juga menunjukkan keterlibatan aktif manajemen dalam memastikan stabilitas perusahaan. Dengan New Policy yang memperbolehkan direksi membeli saham secara lebih fleksibel, transaksi ini dianggap sebagai tanda kepercayaan terhadap masa depan bisnis PGAS. Para analis menyebutkan bahwa strategi ini bisa memicu pertumbuhan lebih lanjut jika kebijakan tersebut tetap berdampak positif dalam jangka panjang.
Transaksi direksi juga berdampak pada volume perdagangan saham PGAS, yang tercatat meningkat signifikan selama periode tersebut. Peningkatan volume ini memberi indikasi bahwa investor lain mulai tertarik menambah kepemilikan saham, terutama setelah melihat langkah manajemen. New Policy ini menjadi salah satu faktor yang mendorong dinamika pasar, mengingat selama ini PGAS cenderung dianggap sebagai saham yang kurang menarik dibandingkan sektor lain.
Kebijakan New Policy juga mencerminkan upaya perusahaan untuk menciptakan keseimbangan antara peningkatan kepemilikan saham direksi dan keberlanjutan pasar. Dengan memperbolehkan direksi membeli saham secara lebih aktif, PGAS mencoba mengurangi risiko pergerakan harga yang tidak stabil dan menunjukkan keberhasilan strategi perusahaan dalam menarik minat investor. Meski ada tantangan yang dihadapi, New Policy menjadi faktor penting dalam menstabilkan ekspektasi pasar.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
