Skip to content
215

Key Strategy: Asabri Bayarkan 69.794 Klaim pada 2025, Program THT Mendominasi

Karen Miller - lintasnaya.com 4 mins read

un 2025 Key Strategy - Dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan dan memastikan keberlanjutan program asuransi, PT Asabri (Persero) terus mengoptimalkan Key

Key Strategy: Asabri Bayarkan 69.794 Klaim pada 2025, Program THT Mendominasi

Key Strategy: Asabri Bayarkan 69.749 Klaim THT Tahun 2025

Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan dan memastikan keberlanjutan program asuransi, PT Asabri (Persero) terus mengoptimalkan Key Strategy untuk memenuhi kebutuhan peserta. Pada tahun 2025, perusahaan asuransi yang bergerak di bidang jaminan sosial ini telah membayar total klaim sebanyak 69.749, dengan dominasi program Tabungan Hari Tua (THT) yang menyumbang sekitar 56.782 klaim. Program THT, yang merupakan salah satu pilar utama kebijakan Asabri, terus menjadi penyanggah utama dalam pelayanan keuangan sosial bagi masyarakat.

Peningkatan Klaim THT dan Tantangan Pembiayaan

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (8/7/2026), Jeffry Haryadi P. Manullang, Direktur Utama Asabri, menjelaskan bahwa program THT mengalami peningkatan rasio klaim hingga 115,65% pada tahun 2025. Angka ini meningkat dari 111,37% di tahun sebelumnya. Dengan rasio klaim melebihi 100%, Asabri mencatat beban klaim sebesar Rp1,5 triliun, sementara pendapatan premi hanya mencapai Rp1,3 triliun. Key Strategy Asabri, yang fokus pada THT, terus menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pendapatan dan biaya operasional.

Berdasarkan laporan keuangan, peningkatan rasio klaim THT terjadi karena pertumbuhan peserta dan kebutuhan keuangan yang meningkat. Meski demikian, Jeffry menegaskan bahwa Key Strategy perusahaan telah menghasilkan dampak positif, terutama dalam meningkatkan partisipasi peserta. “Kami tetap optimistis, karena peningkatan peserta juga memberi dampak pada pertumbuhan premi,” ujarnya. Meski rasio klaim THT lebih tinggi dari rata-rata program lain, pihaknya masih berupaya untuk memperkuat pertanggungan melalui inovasi produk.

Analisis Rasio Klaim Program Lain

Dalam konteks keseluruhan program, rasio klaim THT masih menjadi yang tertinggi. Namun, program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Untuk JKK, rasio klaim mencapai 42,88%, dengan pendapatan premi Rp232,49 miliar dan beban klaim Rp99,69 miliar. Sementara itu, JKM memiliki rasio klaim 55,27%, berdasarkan pendapatan premi Rp303,73 miliar dan beban klaim Rp167,86 miliar. Meski rasio klaim program lain lebih rendah dari THT, Key Strategy Asabri tetap mengintegrasikan semua program untuk memberikan solusi komprehensif kepada peserta.

Jeffry juga mengungkapkan bahwa underwriting margin ratio, yaitu perbandingan pendapatan asuransi dikurangi beban klaim terhadap pendapatan asuransi, menunjukkan kinerja yang menantang. Pada 2025, program THT mengalami underwriting margin minus 43,57%, yang menunjukkan beban klaim lebih besar dari premi. Namun, fakta bahwa jumlah peserta Asabri meningkat 4,78% menjadi faktor pendorong dalam Key Strategy perusahaan untuk menyesuaikan pendapatan dengan beban yang makin bertambah.

Pertumbuhan Peserta dan Peran Institusi Publik

Pertumbuhan peserta Asabri pada tahun 2025 mencapai 1.550.446, naik dari 1.479.707 pada tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.050.276 peserta aktif dan 500.170 peserta pensiun tercatat. Dalam Key Strategy Asabri, TNI AD tetap menjadi institusi yang paling berkontribusi, baik dari peserta aktif maupun pensiun. Jumlah peserta TNI AD aktif mencapai 417.660, sementara peserta pensiun sebanyak 250.338. Kehadiran institusi publik seperti TNI AD menjadi fondasi penting dalam ekspansi program THT.

Asabri juga menyalurkan dana pensiun sebesar Rp20,46 triliun pada 2025, meningkat 3,29% dibanding tahun 2024 yang sebesar Rp19,81 triliun. Sebagian besar dana pensiun, yaitu 96,30%, dialokasikan ke Kementerian Keuangan sesuai surat Dirjen Perbendaharaan tanggal 20 Februari 2026. Pertumbuhan dana pensiun ini menjadi indikator penting dalam keberhasilan Key Strategy Asabri untuk memastikan keberlanjutan program THT.

Strategi Jangka Panjang dan Fokus pada THT

Jeffry menjelaskan bahwa Key Strategy Asabri tidak hanya terfokus pada peningkatan jumlah peserta, tetapi juga pada penguatan struktur finansial dan pengelolaan risiko. Dengan dominasi program THT yang mencapai lebih dari 80% dari total klaim, Asabri terus mengembangkan model bisnis yang mampu menyeimbangkan antara pendapatan dan beban klaim. “Pertumbuhan peserta menjadi komponen kunci dalam Key Strategy kami, karena peserta yang lebih banyak berarti potensi pendapatan yang lebih besar,” katanya.

Dalam menjalankan Key Strategy ini, Asabri juga berupaya memperbaiki kualitas produk dan memperluas cakupan layanan. Meski rasio klaim THT masih tinggi, pihaknya percaya bahwa strategi ini akan terus berdampak positif dalam jangka panjang. “Kami tetap memantau kinerja secara berkala untuk menyesuaikan kebijakan dan memastikan efisiensi,” imbuh Jeffry. Peningkatan peserta dan kinerja program THT menjadi bukti bahwa Key Strategy Asabri berjalan sesuai harapan.

Impak Ekonomi dan Persaingan Pasar

Pertumbuhan program THT dan keberhasilan Key Strategy Asabri tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga berdampak pada industri asuransi nasional. Dengan klaim THT yang mencapai 56.782 pada 2025, Asabri berkontribusi signifikan dalam mendorong sistem jaminan sosial yang lebih inklusif. Jeffry menyebutkan bahwa perusahaan terus mengembangkan kerja sama dengan lembaga pemerintah dan organisasi swasta untuk memperluas jangkauan program ini.

Dalam persaingan pasar yang semakin ketat, Key Strategy Asabri dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga relevansi dan pertumbuhan. Dominasi THT tidak hanya mencerminkan kepercayaan masyarakat, tetapi juga kompetensi perusahaan dalam mengelola risiko keuangan. Dengan jumlah peserta yang terus bertambah, Asabri berharap dapat meningkatkan keberlanjutan program THT sebagai bagian dari Key Strategy jangka panjang perusahaan.

Join the discussion