Latest Program: Wisatawan Asing Dongkrak Daya Tarik Whoosh
awan Asing Dongkrak Daya Tarik Whoosh Latest Program: Jaringan rel kereta cepat Jakarta-Bandung, dikenal sebagai Whoosh, kini menjadi salah satu destinasi
Wisatawan Asing Dongkrak Daya Tarik Whoosh
Latest Program: Jaringan rel kereta cepat Jakarta-Bandung, dikenal sebagai Whoosh, kini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian wisatawan asing. Sebagai bagian dari Latest Program pembangunan infrastruktur transportasi, layanan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat perjalanan tetapi juga menciptakan pengalaman baru bagi para pelancong internasional. Dengan desain modern dan fasilitas yang kompetitif, Whoosh menggabungkan fungsi transportasi dengan nilai ekstra sebagai pengalaman berlibur.
Menurut data PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), sejak Oktober 2023 hingga Juni 2026, jumlah wisatawan mancanegara (WNA) yang menggunakan Whoosh mencapai 866.458 orang. Wisatawan dari 189 negara tersebut terutama berasal dari Asia Tenggara, terutama Malaysia, Singapura, dan China. Selain menjadi jalur transportasi, Latest Program ini menjadi attraction yang menarik karena kombinasi kecepatan, kemudahan akses, serta kesan eksklusif yang ditawarkan.
Peningkatan jumlah WNA yang mengakses layanan ini terus berlanjut, dengan statistik menunjukkan sepanjang Januari-Juni 2026 terdapat 184.740 penumpang asing. Di bulan Juni 2026 saja, mencapai 35.436 orang, yang kembali dimulai oleh Malaysia. “Meningkatnya minat wisatawan asing terhadap Latest Program ini mencerminkan pergeseran paradigma pariwisata di Indonesia,” ungkap Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC.
Kemitraan dengan Agen Perjalanan dan Strategi Pemasaran
Untuk memaksimalkan Latest Program yang disajikan, KCIC menjalin kerja sama strategis dengan agen perjalanan di berbagai negara. Sejumlah paket promo dikembangkan untuk mengintegrasikan penggunaan Whoosh dalam perjalanan wisata. Misalnya, turis diberi diskon khusus saat mengunjungi tempat wisata, pusat kuliner, dan area belanja di Bandung. Ini menghasilkan peningkatan interaksi dengan destinasi lokal, yang sekaligus menguntungkan industri pariwisata.
“Kami menyadari bahwa Latest Program ini bukan sekadar transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman berwisata yang utuh. Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan agen perjalanan global untuk menawarkan Latest Program yang lebih menyeluruh,” tambah Eva Chairunisa.
Salah satu kebijakan yang diadopsi KCIC adalah memperkenalkan Latest Program melalui promosi digital dan sosial media. Berbagai konten video dan ulasan pengguna dari negara-negara utama seperti Jepang dan Korea Selatan dipromosikan untuk membangun citra Whoosh sebagai destination berkelas. Hal ini juga dilengkapi dengan pengembangan layanan kebersihan dan kenyamanan khusus bagi wisatawan internasional.
Kontribusi pada Perekonomian dan Pariwisata
Angka peningkatan penggunaan Whoosh oleh wisatawan asing menunjukkan potensi kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Dari data awal operasi, 10 negara utama yang memberikan kontribusi terbesar adalah Malaysia (373.433 penumpang), Singapura (106.010), China (75.659), Jepang (41.416), Korea (28.144), Australia (27.103), Amerika Serikat (26.307), Brunei (22.213), India (21.491), dan Belanda (19.438). Dengan Latest Program yang terus berjalan, harapan besar untuk meningkatkan daya tarik wisatawan asing ke destinasi ekonomi kreatif di Bandung terus terbuka.
Kenaikan jumlah WNA yang menggunakan Whoosh tidak hanya menstimulasi minat terhadap kecepatan transportasi tapi juga berdampak pada sektor hotel dan restoran di sepanjang rute. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi, menjelaskan bahwa wisatawan mancanegara menyumbang sekitar 7%-10% dari total tamu hotel hingga Juni 2026. “Dengan Latest Program yang memperkaya pengalaman wisata, harapan besar untuk mendongkrak angka ini berlanjut,” katanya.
Lebih lanjut, Deddy Herlambang, Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), menilai Latest Program ini menjadi sarana unik bagi wisatawan internasional untuk mengakses destinasi wisata lokal. Selain menghemat waktu tempuh, pengalaman naik kereta cepat dianggap sebagai bagian dari value added yang menguntungkan baik untuk pelancong maupun pengelola destinasi. Dengan adanya Latest Program yang berkelanjutan, jaringan ini semakin dikenal sebagai key attraction dalam pariwisata Indonesia.
