Skip to content
7

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini – Selasa 7 Juli 2026

Richard Gonzalez - lintasnaya.com 2 mins read

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 7 Juli 2026 Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari - Hari ini, Selasa 7 Juli 2026, pihak Bursa Efek

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini – Selasa 7 Juli 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 7 Juli 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari – Hari ini, Selasa 7 Juli 2026, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan hasil perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam rekomendasi saham dan pergerakan IHSG, berbagai saham unggulan seperti AKRA, BBRI, dan BUMI menjadi fokus analisis para investor. Pergerakan IHSG pada sesi perdagangan hari ini mencerminkan dinamika pasar yang dinamis, terutama di tengah kondisi global dan domestik yang berubah cepat.

Menurut data BEI, IHSG ditutup di level 5.916,07, naik 0,69% dibandingkan hari sebelumnya. Dalam pergerakan indeks, nilai tertinggi tercapai di 5.935,68, sementara titik terendah berada di 5.857,35. Komposisi pasar menunjukkan bahwa 403 saham menguat, 259 melemah, dan 297 saham stabil. Pergerakan ini mencerminkan keberagaman respon dari investor, baik lokal maupun asing, terhadap berbagai faktor pendorong dan penguat pasar.

Kinerja Saham Paling Aktif

Dari sisi saham individu, AKRA mencatatkan kenaikan terbesar dengan 3,59% ke Rp1.300. BBRI juga tampil dominan dengan penguatan 2,95% ke Rp2.790, sementara BUMI naik 1,44% ke Rp141. Namun, beberapa saham lain seperti BRPT dan DEWA juga memberikan kontribusi positif dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,35% dan 1,27%. Sebaliknya, saham ISAT mengalami penurunan cukup tajam sebesar 5,04% ke Rp1.885, dengan MBMA dan EMTK turun masing-masing 1,92% dan 1,90%. Pergerakan ini menggambarkan volatilitas yang masih tinggi dalam pasar modal.

Analisis pasar menunjukkan bahwa sektor keuangan dan konsumer menjadi pendorong utama kenaikan IHSG. BBRI, sebagai saham perbankan, menguat karena optimisme terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar. Sementara itu, BUMI mencatatkan peningkatan karena sentimen positif dari sektor properti. Namun, saham-saham yang mengalami penurunan terutama bergerak di sektor industri dan teknologi, yang terpengaruh oleh perubahan kebijakan regulasi.

Analisis dan Proyeksi IHSG

Sejumlah analis mengungkapkan bahwa IHSG memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan, terutama jika tekanan jual dari investor asing bisa diminimalkan. Fanny Suherman, Kepala Analis Retail Research BNI Sekuritas, menilai bahwa IHSG berpotensi mencoba melompati level resistensi di 5.900–5.950, dengan target penguatan hingga 6.000–6.150. “Pergerakan IHSG saat ini didukung oleh sentimen positif dari sektor-sektor tertentu, meski masih ada tekanan jual dari investor asing,” jelasnya.

Menurut laporan BNI Sekuritas, level dukungan IHSG saat ini terletak di rentang 5.780–5.850, sedangkan resistensi berada di 5.950–6.000. Penguatan di sesi sebelumnya tidak sepenuhnya menghilangkan tekanan, karena investor asing tercatat melakukan penjualan hingga Rp16,6 miliar. Namun, jumlah tersebut tidak terlalu signifikan untuk menghambat momentum kenaikan IHSG. Analis menyarankan para investor untuk memantau indikator teknikal dan faktor fundamental dalam menentukan keputusan trans

Join the discussion