Key Strategy: Daya Beli Melemah, Citanusa Group Andalkan PPN DTP untuk Dongkrak Penjualan Rumah
Key Strategy: Citanusa Group Manfaatkan PPN DTP untuk Tingkatkan Penjualan Rumah Key Strategy - Dalam kondisi daya beli masyarakat yang sedang melemah
Key Strategy: Citanusa Group Manfaatkan PPN DTP untuk Tingkatkan Penjualan Rumah
Key Strategy – Dalam kondisi daya beli masyarakat yang sedang melemah, Citanusa Group mempertahankan strategi utamanya yaitu insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebagai alat untuk memacu penjualan properti, khususnya rumah. Program ini, yang diperpanjang hingga akhir tahun 2026, dinilai sebagai salah satu key strategy yang efektif dalam menghadapi tantangan pasar yang dinamis.
Analisis Pasar dan Dampak PPN DTP
Direktur Citanusa Group Anton Suwandi mengungkapkan, insentif PPN DTP 100% tetap menjadi faktor kunci dalam menarik minat pembeli rumah, terutama untuk segmen masyarakat yang membutuhkan hunian pertama. “Key strategy ini membantu mengurangi beban biaya, sehingga mendorong lebih banyak calon pembeli untuk memutuskan membeli rumah,” jelasnya dalam pernyataan tertulis, Sabtu (4/7/2026).
“Program PPN DTP menunjukkan manfaat nyata dalam meningkatkan aksesibilitas properti, terutama di tengah pelemahan daya beli masyarakat,” tambah Anton. Menurutnya, insentif ini memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas penjualan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Dengan peningkatan kemampuan beli masyarakat, data Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia Triwulan I/2026 menunjukkan bahwa penjualan rumah tipe menengah terus mengalami tren positif. Hal ini menegaskan bahwa kebutuhan akan hunian tetap menjadi prioritas, meski daya beli masih terbatas. PPN DTP, sebagai salah satu key strategy, dinilai sebagai solusi untuk menjaga momentum pertumbuhan pasar properti.
Strategi Pemasaran dan Pengembangan Kawasan
Citanusa Group juga fokus pada pengembangan kawasan residensial Karawang Green Village 3 (KGV3), yang secara khusus ditujukan untuk keluarga muda dan masyarakat kelas menengah. Proyek ini menawarkan berbagai tipe hunian dengan harga terjangkau, sekaligus dilengkapi fasilitas modern dan aksesibilitas yang baik. Anton menilai, penjualan KGV3 terus meningkat sepanjang 2026, dengan konversi kunjungan ke penjualan mencapai hampir 30% di kuartal kedua.
Key strategy lain yang dijalankan Citanusa Group mencakup perluasan pilihan tipe hunian yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai segmen pasar. Dari Rp300 juta hingga Rp600 juta, harga rumah yang ditawarkan dirancang untuk menjangkau keluarga muda hingga individu yang mencari ruang lebih luas. Selain itu, Anton menyebutkan pertumbuhan kawasan industri dan pembangunan infrastruktur strategis menjadi faktor pendukung utama peningkatan penjualan.
Program PPN DTP juga membantu mengurangi beban keuangan pembeli, terutama dalam jangka pendek. Dengan insentif ini, Citanusa Group berharap bisa memperkuat posisi mereka di pasar properti nasional, sambil tetap menjaga kualitas produk dan layanan. Strategi ini terus disempurnakan untuk menjawab dinamika pasar yang terus berubah.
