Latest Program: Triputra Agro Raih Excellence in Sustainable Agribusiness Development di Ajang BIA 2026
Triputra Agro Raih Penghargaan Excellence dalam Pengembangan Agribisnis Berkelanjutan di BIA 2026 Latest Program – JAKARTA — PT Triputra Agro Persada Tbk
Triputra Agro Raih Penghargaan Excellence dalam Pengembangan Agribisnis Berkelanjutan di BIA 2026
Latest Program – JAKARTA — PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), perusahaan perkebunan kelapa sawit berprestasi, berhasil meraih penghargaan Excellence in Sustainable Agribusiness Development dalam acara Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026. Penghargaan ini mengakui komitmen perusahaan dalam menjalankan program Latest Program yang bertujuan mengintegrasikan inisiatif ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan. TAPG terus mendorong praktik pertanian bertanggung jawab, pengelolaan sumber daya alam yang efisien, serta keterlibatan masyarakat lokal untuk menciptakan ekosistem agribisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Penghargaan Diserahkan oleh Tim Pemeringkat Berpengalaman
Penghargaan Excellence in Sustainable Agribusiness Development diberikan oleh panel juri yang terdiri dari para ahli kredibel, termasuk Raden Pardede dari Creco Research, Eduardus Tandelilin (Guru Besar UGM), Lana Soelistianingsih (dosen UI), dan Arif Budisusilo (Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group). Tim ini mengevaluasi kinerja perusahaan berdasarkan indikator seperti keberlanjutan lingkungan, inovasi bisnis, dan kontribusi sosial. Regina Anggraeni Mok, perwakilan TAPG, menerima penghargaan dengan simbolisasi yang menggambarkan dedikasi perusahaan dalam menjaga standar keberlanjutan sejak tahun 2002.
BIA 2026 menyoroti tema Where Growth Meets Strength, yang menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang seimbang dengan kekuatan lingkungan. Acara ini menawarkan penghargaan yang mengakui perusahaan yang berhasil mengimplementasikan Latest Program dengan hasil nyata, seperti peningkatan produktivitas pertanian dan pengurangan risiko lingkungan.
Program Latest Program dan Pencapaian ESG
Dalam upaya mencapai Latest Program, TAPG terus mengembangkan strategi ESG (Environmental, Social, Governance) yang berdampak luas. Perusahaan berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 10,7% hingga mencapai 1,66 tCO2eq/tCPO, berkat operasional Biogas Plant-KCP yang memanfaatkan limbah cair kelapa sawit (POME) sebagai bahan baku energi terbarukan. Capaian ini tidak hanya mendukung tujuan lingkungan, tetapi juga memberikan contoh nyata bagaimana perusahaan besar dapat berkontribusi pada transisi menuju ekonomi hijau.
Program Latest Program juga mencakup inisiatif Desa Makmur Peduli Api (DMPA), yang bekerja sama dengan komunitas lokal untuk mencegah kebakaran hutan secara dini. Hasilnya, TAPG berhasil menjaga status zero land fires di seluruh area perkebunan inti dan plasma. Inisiatif ini menggambarkan integrasi antara kegiatan usaha dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, sejalan dengan prinsip Latest Program yang memprioritaskan keberlanjutan bersama.
Di sisi ekonomi, TAPG terus mendorong pertumbuhan melalui inovasi teknologi pertanian dan optimalisasi rantai pasok. Pemimpin program ini, Regina Anggraeni Mok, menekankan bahwa Latest Program bukan hanya tentang kinerja bisnis, tetapi juga keberhasilan dalam menciptakan hubungan harmonis antara profitabilitas dan tanggung jawab sosial. “Kami percaya bahwa Latest Program menjadi bentuk pengakuan atas upaya konstan kami dalam membangun agribisnis yang berkelanjutan,” kata Regina dalam wawancara usai penerimaan penghargaan.
Inisiatif Lingkungan dan Manfaat Berkelanjutan
Perusahaan ini telah menunjukkan dampak jangka panjang dari Latest Program melalui berbagai proyek. Misalnya, penggunaan teknologi pengolahan limbah cair yang mengurangi emisi hingga 32% memperlihatkan kesiapan TAPG dalam menghadapi standar internasional. Selain itu, perusahaan aktif melakukan reforestasi dan pengelolaan air hujan untuk memperkuat ekosistem pertanian.
Latest Program juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui pelatihan pertanian berkelanjutan dan kerja sama dengan petani plasma, TAPG meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan komunitas. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Latest Program tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada lingkungan dan masyarakat secara luas.
Komitmen TAPG terhadap lingkungan dan keberlanjutan mendapat apresiasi dari para pemangku kepentingan. Predikat Excellence in Sustainable Agribusiness Development menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak hanya memenuhi standar industri, tetapi juga mendahului dengan inovasi yang berkelanjutan. Pemimpin perusahaan, Yulianto Hartono, menegaskan bahwa Latest Program akan terus dikembangkan sebagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan global dan memperkuat posisi TAPG sebagai pelaku agribisnis yang berpembangunan.
Hasil pencapaian Latest Program di BIA 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dengan pihak lain. TAPG berharap penghargaan ini mendorong lebih banyak perusahaan di sektor agrikultur untuk menerapkan praktik ramah lingkungan dan keterlibatan sosial. Dengan Latest Program sebagai acuan, perusahaan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya tujuan, tetapi juga bagian dari strategi bisnis yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Keberhasilan ini juga mencerminkan kemajuan Indonesia dalam bidang agribisnis, yang sejalan dengan visi nasional menuju ekonomi hijau.
