Skip to content
44

Key Strategy: Bantah PHK Dipicu Kenaikan Harga Gas Industri, Said Iqbal: Ada Relokasi Produksi

Karen Miller - lintasnaya.com 3 mins read

Dipicu Kenaikan Harga Gas, Ternyata Ada Relokasi Produksi Key Strategy - Dalam upaya memperkuat kebijakan ekonomi, Key Strategy menjadi fokus utama pemerintah

Key Strategy: Bantah PHK Dipicu Kenaikan Harga Gas Industri, Said Iqbal: Ada Relokasi Produksi

Key Strategy: Said Iqbal Bantah PHK Dipicu Kenaikan Harga Gas, Ternyata Ada Relokasi Produksi

Key Strategy – Dalam upaya memperkuat kebijakan ekonomi, Key Strategy menjadi fokus utama pemerintah dalam menghadapi tekanan sektor industri. Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden di bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, menegaskan bahwa ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri tidak hanya dipicu oleh kenaikan harga gas bumi. Menurutnya, faktor-faktor lain seperti konflik geopolitik, daya beli masyarakat yang melemah, dan pelemahan nilai tukar rupiah juga memengaruhi kondisi sektor manufaktur. Key Strategy, kata Iqbal, menjadi strategi yang penting untuk menyeimbangkan kebutuhan industri dan kepentingan pekerja.

Key Strategy dalam Penanganan PHK

Said Iqbal, yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengambil langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko PHK. Ia menekankan bahwa Key Strategy tidak hanya tentang harga energi, tetapi mencakup perencanaan yang lebih luas untuk menjaga daya saing industri. Dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (28/6/2026), Iqbal menyebutkan bahwa relokasi produksi ke negara lain dan pelemahan rupiah adalah faktor utama yang memperparah tekanan pada sektor industri.

“Key Strategy kita menggabungkan kebijakan harga gas, strategi relokasi produksi, serta upaya penguatan rantai pasok. Faktor-faktor ini saling terkait dan harus dikelola secara terpadu agar dampak PHK bisa diminimalkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa meski kenaikan harga gas menjadi isu utama, itu hanya bagian dari gambaran yang lebih luas. Pemerintah perlu memperkuat kebijakan Key Strategy untuk menangani berbagai tantangan secara holistik.

Menyikapi angka PHK sekitar 55.000 orang yang beredar, Iqbal menjelaskan bahwa data tersebut belum sepenuhnya akurat karena masih dalam proses verifikasi. “Key Strategy dalam menangani PHK melibatkan koordinasi antara pemerintah, pengusaha, dan buruh. Dengan Key Strategy yang tepat, kita bisa mengurangi dampak pengangguran secara bertahap,” katanya. Ia juga menyoroti bahwa mitigasi PHK tidak bisa dilakukan secara langsung tanpa memahami akar masalah yang lebih dalam.

Contoh nyata Key Strategy yang diterapkan terlihat dari upaya perusahaan seperti Grup Yazaki. Perusahaan tersebut berhasil memperkecil rencana relokasi produksi ke Vietnam melalui negosiasi dengan pekerja. Dengan Key Strategy yang terarah, pengurangan tenaga kerja dilakukan secara bertahap, misalnya melalui berakhirnya kontrak kerja. Iqbal menekankan bahwa strategi ini memungkinkan perusahaan menjaga keseimbangan antara efisiensi produksi dan perlindungan pekerja.

Komaidi: Harga Gas Hanya Komponen Kecil dalam Biaya Produksi

Dalam kajian ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan bahwa kenaikan harga gas bukanlah penyebab utama ancaman PHK. Menurutnya, harga gas hanya menyumbang sekitar 6,35% dari total biaya produksi industri, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025. “Key Strategy dalam meningkatkan daya saing industri jauh lebih kompleks. Kita perlu memahami bahwa biaya produksi terbesar berasal dari bahan baku dan bahan penolong, yang mencapai 64,60% hingga 96,76%,” jelas Komaidi.

“Peningkatan harga gas memang berdampak, tetapi hanya sebagai komponen kecil dalam persaingan industri. Faktor-faktor seperti strategi pemasaran, efisiensi operasional, dan kebijakan pasar jauh lebih dominan. Dengan Key Strategy yang terpadu, industri bisa menyesuaikan diri tanpa harus mengorbankan kesejahteraan pekerja,” ujarnya dalam kajian yang berjudul ‘Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Harga LNG, Harga Gas Domestik, dan Daya Saing Industri Nasional’.

Komaidi menambahkan bahwa tidak semua industri memiliki ketergantungan tinggi pada biaya gas. Industri oleokimia, misalnya, hanya terpengaruh sekitar 3,3%, sementara industri karet dan kaca masing-masing berkisar 7-14% dan 16%. Ini menunjukkan bahwa Key Strategy dalam menangani kenaikan harga gas perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing sektor. Ia menyarankan pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) serta menambah pasokan gas pipa sebagai bagian dari Key Strategy jangka panjang.

Key Strategy yang dianut pemerintah juga mencakup pemberian insentif pajak langsung kepada industri yang mengalami tekanan. Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa terus beroperasi tanpa mengurangi jumlah karyawan secara signifikan. Selain itu, fleksibilitas diberikan kepada industri selama harga LNG global tinggi, agar mereka tidak terpaksa melakukan relokasi produksi secara mendadak. Dengan Key Strategy yang terkoordinasi, pemerintah diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih stabil bagi sektor industri.

Join the discussion