Solution For: Perbanas Ingatkan PFII Harus Datangkan Modal Asing Baru, Bukan Dana Round Tripping
Solution For PFII: Perbanas Tekankan Fokus Modal Asing, Bukan Dana Round Tripping Solution For – JAKARTA — Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memberikan
Solution For PFII: Perbanas Tekankan Fokus Modal Asing, Bukan Dana Round Tripping
Solution For – JAKARTA — Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memberikan peringatan penting terkait visi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang harus fokus pada menarik modal asing langsung, bukan hanya sebagai alat transfer dana domestik secara berulang. Wakil Ketua Umum Perbanas, Tigor M. Siahaan, menekankan bahwa kesuksesan PFII harus diukur dari kemampuannya memberikan dampak positif terhadap keuangan nasional.
Menjadi Pendorong Pembiayaan Ekonomi
Tigor M. Siahaan mengungkapkan bahwa PFII diperlukan sebagai pusat pendorong investasi asing yang mampu menambah nilai tambah bagi sektor keuangan dalam negeri. “Solution For the success of PFII, modal yang masuk harus memberikan kontribusi nyata, bukan sekadar cirinya di luar negeri lalu kembali ke Indonesia, round tripping,” jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja RUU Tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia, Kamis (10/7/2026).
“Solution For the development of Indonesia’s financial sector, PFII harus menjadi peluang untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bukan sekadar pusat transaksi biasa yang tidak berdampak signifikan,” tambah Tigor.
Menurut Tigor, saat ini sekitar 60% dari dana langsung investasi (FDI) yang masuk ke kawasan ASEAN berlabuh di Singapura, sementara Indonesia hanya menerima sekitar 10%. Hal ini menimbulkan tantangan, terutama karena persaingan yang semakin ketat dari negara-negara seperti Vietnam dan Malaysia. “Solution For mengatasi hal ini, kita perlu memperkuat kerangka regulasi dan kesiapan infrastruktur,” ujarnya.
Tujuan Membangun Hubungan Keuangan Asia
Pembentukan PFII bertujuan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan internasional di Asia Tenggara. Tigor menilai ini penting untuk meningkatkan daya saing sektor jasa keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi asing yang berkelanjutan. “Solution For menarik perhatian investor global, PFII harus menawarkan keunggulan berupa fasilitas, regulasi, dan lingkungan bisnis yang mendukung,” katanya.
“Solution For mengembangkan PFII, kita perlu memastikan bahwa dana asing yang masuk tidak hanya menjadi alat cirian, tetapi benar-benar berkontribusi pada keuangan nasional. Ini akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi Indonesia di tingkat internasional,” tambah Tigor.
Menurut Tigor, keberadaan PFII juga berpotensi mendukung sektor-sektor prioritas nasional, seperti hilirisasi industri, ketahanan pangan, energi, infrastruktur, dan ekonomi digital. “Solution For memperluas manfaat investasi asing, PFII harus menjadi penghubung antara modal luar negeri dengan inisiatif pemerintah dalam meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi,” paparnya.
Strategi untuk Meningkatkan Daya Saing PFII
Untuk mencapai tujuan tersebut, Perbanas menyarankan strategi yang fokus pada peningkatan infrastruktur keuangan, regulasi yang lebih fleksibel, dan pelayanan yang mendukung inovasi. “Solution For menghadapi tantangan dalam menarik modal asing, kita perlu memperkuat kerja sama antarlembaga dan memastikan PFII menjadi destinasi yang menarik bagi investor,” terang Tigor.
Perbanas juga menekankan perlunya kebijakan yang mengurangi risiko round tripping. “Solution For membangun PFII yang bermanfaat, kita harus menghindari aliran dana yang hanya berputar di dalam negeri tanpa memberikan manfaat ekonomi nyata,” ujarnya. Hal ini diharapkan bisa menciptakan sistem keuangan yang lebih efisien dan menarik bagi pembangunan berkelanjutan.
Peran PFII dalam Membentuk Ekosistem Keuangan
Tigor menyebutkan bahwa PFII dapat menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kualitas investasi asing di Indonesia. “Solution For mengembangkan ekosistem keuangan yang sehat, PFII harus mendorong keterlibatan langsung investor asing dalam sektor-sektor strategis,” jelasnya. Ini berarti tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga mengintegrasikan dana asing dengan kebutuhan perekonomian lokal.
Menurut Tigor, langkah ini akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara ASEAN. “Solution For membangun kerja sama regional, PFII bisa menjadi pusat yang mempercepat aliran modal antar negara, terutama dalam bidang keuangan dan investasi,” terangnya. Hal ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam kerangka ekonomi Asia Tenggara.
