QRIS Memperluas Jejak Global di Tengah Dorongan Transformasi Digital
Lintasnaya.com – Pembayaran digital Indonesia semakin menembus pasar internasional melalui QRIS Antarnegara. Sistem pembayaran berbasis kode QR tersebut telah digunakan untuk transaksi lintas batas di Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. Bank Indonesia juga menyiapkan ekspansi konektivitas ke India, Hong Kong, serta Timor-Leste.
Perkembangan itu menjadi salah satu sorotan pada pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Fintech Summit & Expo di Jakarta. FEKDI x IFSE menjadi ruang tahunan bagi Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah, serta pelaku industri untuk membahas perkembangan dan arah ekonomi-keuangan digital nasional.
Sinergi lintas lembaga untuk pertumbuhan
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengajak kementerian, lembaga, industri, dan mitra terkait memperkuat kerja sama yang disebutnya sebagai Sinergi Merah Putih. Kolaborasi ini diposisikan sebagai modal penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, terutama melalui pemanfaatan ekonomi dan keuangan digital.
Penguatan sistem pembayaran menjadi salah satu fondasi dalam agenda tersebut. Modernisasi tidak hanya menyasar transaksi masyarakat sehari-hari, tetapi juga sistem pembayaran wholesale atau transaksi bernilai besar. QRIS dan BI-FAST termasuk dalam infrastruktur yang terus dikembangkan agar layanan pembayaran semakin luas, aman, serta relevan dengan kebutuhan ekonomi digital.
“Bank Indonesia menyatakan akan terus berfokus pada pengembangan sistem pembayaran, baik dari sisi peningkatan jumlah pengguna maupun kualitas layanan. Modernisasi dilakukan pada sistem pembayaran wholesale maupun retail, termasuk melalui QRIS dan BI-FAST. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembayaran yang semakin modern dan mendukung aktivitas ekonomi digital,” ujar Destry, Kamis (24/9/2026).
Bagi pengguna, interoperabilitas QRIS lintas negara dapat mempermudah pembayaran ketika berada di wilayah mitra. Bagi ekosistem pembayaran, perluasan ini menunjukkan bahwa konektivitas digital membutuhkan keselarasan standar, koordinasi regulator, serta kesiapan penyedia layanan di masing-masing negara. Langkah tersebut juga memperkuat peran Indonesia dalam pembahasan pembayaran digital di kawasan.
Penghargaan internasional untuk QRIS Antarnegara
Jelang pelaksanaan forum, QRIS Antarnegara memperoleh penghargaan 50-in-5 Awards 2026 pada kategori Collaboration. Penghargaan dari Digital Public Goods Alliance dan Co-Develop itu diserahkan dalam acara di New York, Amerika Serikat.
Pengakuan tersebut menempatkan kerja sama konektivitas pembayaran lintas negara sebagai salah satu capaian penting. Pengembangan sistem pembayaran tidak semata berkaitan dengan teknologi aplikasi atau kode QR, melainkan juga kemampuan berbagai pihak membangun mekanisme yang dapat digunakan lintas yurisdiksi. Dengan jaringan yang terus bertambah, QRIS diharapkan semakin mendukung aktivitas ekonomi digital yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha Indonesia.
Talenta digital ikut menjadi perhatian
FEKDI x IFSE 2026 tidak hanya membahas infrastruktur transaksi. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia digital juga menjadi bagian dari agenda. Pemerintah bersama Bank Indonesia mendorong pengembangan Pusat Inovasi Digital Indonesia sebagai ruang untuk menumbuhkan ide, inovasi, dan talenta teknologi.
Dalam salah satu kompetisi melalui program itu, lebih dari 2.000 proposal telah masuk. Sekitar 800 proposal kemudian mendapatkan pembinaan lanjutan. Sejumlah pemenang mengembangkan solusi berbasis kecerdasan buatan, termasuk platform pencarian kerja dan riset pasar.
Angka tersebut menggambarkan besarnya minat untuk membangun solusi digital bagi kebutuhan nyata. Namun, pengembangan talenta tidak berhenti pada kompetisi. Pembinaan, akses terhadap ekosistem inovasi, dan peluang penerapan solusi menjadi unsur penting agar gagasan teknologi dapat berkembang menjadi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Stabilitas ekonomi dan kesiapan menghadapi risiko
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa pemerintah terus memperkuat ekonomi agar laju pertumbuhan dapat dijaga di atas 5%. Dalam konteks stabilitas harga, perhatian diberikan pada penguatan produksi, cadangan pangan, serta kelancaran distribusi barang.
Digitalisasi juga dipandang dapat membantu pengelolaan risiko ekonomi melalui early warning system. Sistem peringatan dini penting untuk meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai potensi gangguan, terutama saat perubahan teknologi berlangsung semakin cepat dan aktivitas ekonomi semakin terhubung.
“Kerja sama Indonesia dengan negara-negara Asean, termasuk Singapura, juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi dan perkembangan gig economy. Pemerintah mendorong pengembangan super tech synapse yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pelatihan sekaligus penjaringan talenta digital dari kalangan milenial Asean. Hal tersebut sejalan dengan dorongan untuk mengembangkan ekonomi digital premium di kawasan Asean,” ujar Airlangga.
Rangkaian FEKDI x IFSE 2026 memperlihatkan bahwa transformasi digital Indonesia dijalankan melalui beberapa jalur sekaligus: pembaruan sistem pembayaran, perluasan hubungan internasional, pengembangan talenta, dan koordinasi kebijakan lintas sektor. Bank Indonesia dan OJK menyelenggarakan forum ini bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, serta Asosiasi Fintech Indonesia.
Dengan QRIS yang terus memperluas konektivitas dan agenda pengembangan ekosistem digital yang semakin beragam, tantangan berikutnya adalah menjaga sinergi agar inovasi dapat berjalan seiring dengan stabilitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is QRIS Kian Mendunia BI Serukan Sinergi?
QRIS Kian Mendunia BI Serukan Sinergi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does QRIS Kian Mendunia BI Serukan Sinergi matter?
QRIS Kian Mendunia BI Serukan Sinergi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
