Key Strategy: CIMB Niaga (BNGA) Bidik Pertumbuhan Transaksi dan Pengguna 30% dari OCTO Land
Key Strategy: CIMB Niaga Bidik Pertumbuhan 30% Transaksi dan Pengguna OCTO Land Key Strategy - Dalam upayanya untuk meningkatkan kehadiran digital, CIMB Niaga
Key Strategy: CIMB Niaga Bidik Pertumbuhan 30% Transaksi dan Pengguna OCTO Land
Key Strategy – Dalam upayanya untuk meningkatkan kehadiran digital, CIMB Niaga (BNGA) telah merumuskan key strategy yang menitikberatkan pada pertumbuhan transaksi serta pengguna mobile banking OCTO. Strategi ini dijalankan secara intensif dalam rangkaian program OCTO Land yang telah dimulai di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan. Acara tersebut diharapkan menjadi pendorong signifikan untuk menarik lebih banyak pengguna dan memperluas basis transaksi, dengan target pertumbuhan hingga 30% dalam bulan pertama pelaksanaannya.
Strategi Digital CIMB Niaga Berbasis Pengalaman Langsung
Program OCTO Land dirancang sebagai key strategy yang menggabungkan berbagai elemen atraktif, seperti kegiatan seru, penampilan artis lokal, serta promo menarik dari merchant terpilih. Lusiana Saleh, Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman berinteraksi yang lebih personal dan menyenangkan bagi pengunjung. “Kita berharap key strategy ini bisa memberikan dampak positif dalam beberapa bulan ke depan, dengan proyeksi peningkatan hingga 30%,” kata Lusi, pada acara pembukaan di Pasaraya Blok M, Sabtu (20/6/2026).
Berlangsung selama satu tahun, OCTO Land menawarkan berbagai aktivitas seperti cashback hingga 50% di lebih dari 70 merchant Blok M, serta program pembukaan rekening baru yang bekerja sama dengan Paddy Dreamy Experience. Selain itu, ada tantangan khusus bernama Blok M Passport Challenge yang memberikan hadiah merchandise eksklusif hingga tiket pesawat Jakarta-Kuala Lumpur. Seluruh inisiatif ini dipadukan dalam satu ruang, mengubah Pasaraya Blok M menjadi sentral promosi dan transaksi untuk pengguna OCTO.
Pengaruh Strategi pada Transaksi dan Pengguna
Trisna L. Siahaan, Head of Retail Transaction & Community Business Development CIMB Niaga, menambahkan bahwa key strategy ini diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan layanan mobile banking. “Dengan key strategy OCTO Land, kami ingin mengukuhkan posisi OCTO sebagai platform yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pengguna,” ujar Trisna. Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan merchant lokal dalam memberdayakan ekosistem digital dan meningkatkan transaksi di area yang kurang aktif.
Program ini tidak hanya menargetkan peningkatan volume transaksi, tetapi juga keberlanjutan penggunaan aplikasi OCTO secara berkala. Sebagai bagian dari key strategy, CIMB Niaga menghadirkan berbagai inovasi, termasuk promosi cashback yang bisa diakses langsung melalui aplikasi, serta kolaborasi dengan penampil lokal untuk membangun kesadaran masyarakat akan kemudahan penggunaan layanan digital. Kegiatan ini diharapkan memperkuat hubungan antara bank dan pengguna, sekaligus mendorong peningkatan transaksi sepanjang tahun.
Dalam konteks industri perbankan digital, key strategy CIMB Niaga dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pangsa pasar. Dengan memanfaatkan lokasi strategis seperti Pasaraya Blok M, bank ini membidik segmentasi pengunjung yang beragam, termasuk kalangan usia muda dan wirausaha. “Kami percaya bahwa key strategy ini bisa meningkatkan jumlah pengguna aktif dan memperluas jangkauan OCTO,” jelas Lusi. Penyelenggaraan OCTO Land juga menjadi wadah untuk menguji strategi pemasaran yang berfokus pada interaksi langsung dan pengalaman pengguna.
Kemudahan akses ke layanan OCTO, seperti pembukaan rekening, transfer, dan pembayaran, menjadi fokus utama dalam key strategy ini. Program OCTO Land tidak hanya menarik perhatian masyarakat, tetapi juga memperkenalkan berbagai keunggulan aplikasi mobile banking CIMB Niaga. Dengan hadirnya event spesial, promo eksklusif, dan tantangan menarik, CIMB Niaga mencoba membangun loyalitas pengguna serta menggali potensi transaksi yang lebih besar. Strategi ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada layanan perbankan tradisional.
