Skip to content
90

Key Discussion: BCA Latih Pengelola Desa Wisata Kembangkan Kuliner Lokal

Anthony Moore - lintasnaya.com 3 mins read

Key Discussion: BCA Latih Pengelola Desa Wisata Kembangkan Kuliner Lokal Key Discussion menjadi salah satu topik utama dalam upaya BCA memperkuat ekonomi desa

Key Discussion: BCA Latih Pengelola Desa Wisata Kembangkan Kuliner Lokal

Key Discussion: BCA Latih Pengelola Desa Wisata Kembangkan Kuliner Lokal

Key Discussion menjadi salah satu topik utama dalam upaya BCA memperkuat ekonomi desa di Indonesia. Di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) meluncurkan program pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan pengelola Desa Bakti BCA dalam mengembangkan masakan lokal. Kegiatan ini diikuti oleh sembilan peserta yang terdiri dari pelaku usaha kuliner, pengurus desa, dan komunitas lokal. Fokus utama pelatihan adalah penguatan teknik penyajian makanan sebagai bagian dari strategi pengembangan daya tarik destinasi wisata desa dalam era pariwisata berkelanjutan.

Program Pelatihan: Membangun Kapasitas Pengelola Desa Wisata

Program pelatihan yang diinisiasi BCA tidak hanya berfokus pada aspek teknis masakan, tetapi juga mengeksplorasi peran kuliner dalam memperkuat identitas budaya desa. Workshop ini mencakup pembahasan seluruh aspek persiapan dan penyajian kuliner, mulai dari pemilihan bahan baku lokal, cara memasak yang tepat, hingga pengaturan tampilan hidangan agar lebih menarik bagi pengunjung. Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh bimbingan langsung dari Dapur Tara, pengusaha kuliner yang berbasis budaya Flores, sebagai fasilitator utama. Selain itu, pelatihan juga mencakup pemberian wawasan tentang pengelolaan produk dan promosi kuliner melalui media sosial.

“Kuliner lokal adalah salah satu potensi yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Workshop ini bertujuan membangun kepercayaan diri pengelola Desa Bakti BCA dalam menyajikan rasa dan keunikan budaya daerah dengan standar yang lebih baik,” jelas Hera F. Haryn, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Rabu (8/7/2026).

Peran Desa Wisata dalam Perekonomian Lokal

Dalam Key Discussion, BCA menekankan bahwa desa wisata memiliki peran kritis dalam mendorong perekonomian masyarakat pedesaan. Program pelatihan ini dirancang untuk memastikan para pelaku usaha desa dapat memanfaatkan keunggulan kuliner sebagai daya tarik utama. Dengan meningkatkan kualitas penyajian masakan, BCA berharap mampu membangun keterlibatan lebih dalam dengan wisatawan, sehingga meningkatkan pendapatan dan memperkuat daya saing desa wisata. Selain itu, BCA juga memberikan pendampingan ke desa wisata binaan di berbagai wilayah melalui beragam program kapasitas masyarakat, seperti pengelolaan keuangan, penguatan ketahanan pangan, revitalisasi kebun kopi, serta bantuan sertifikasi.

Peningkatan kualitas penyajian masakan lokal, menurut Hera, diharapkan dapat memperkuat daya saing ekonomi masyarakat desa yang berkembang seiring pertumbuhan sektor pariwisata. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa. Dengan Key Discussion yang menyatukan pengelola desa dengan pelaku industri pariwisata, BCA berharap menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.

Aspek Teknis dan Budaya dalam Pengembangan Kuliner Lokal

Sebagai bagian dari Key Discussion, pelatihan BCA juga membahas aspek teknis dan budaya dalam pengembangan kuliner lokal. Para peserta mempelajari cara memperbaiki teknik memasak untuk menghasilkan rasa yang lebih konsisten, serta cara mempreservasi tradisi masakan tradisional. Program ini memperkuat konsep desa wisata sebagai wadah perekonomian yang berkelanjutan, di mana masyarakat dapat menjaga keunikan budaya sambil memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.

“Kami percaya penguatan kapasitas masyarakat desa harus dilakukan secara terus-menerus agar manfaatnya terasa secara nyata,” tambah Hera. Melalui Key Discussion ini, BCA berupaya menyatukan kompetensi teknis dan nilai budaya dalam satu platform, sehingga mampu menciptakan produk kuliner yang tidak hanya enak, tetapi juga mengandung cerita dan identitas lokal yang kuat. Hal ini memberikan nilai tambah bagi wisatawan yang semakin menginginkan pengalaman berwisata yang autentik dan berbasis budaya.

Keberhasilan program pelatihan BCA di Labuan Bajo memberikan contoh bagus bagaimana Key Discussion dapat menjadi penggerak utama dalam pengembangan desa wisata. Dengan melibatkan para pelaku usaha dan komunitas lokal, BCA menjamin bahwa pelatihan ini tidak hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Proses pembelajaran yang dipandu oleh Dapur Tara memberikan wawasan praktis tentang pengemasan, promosi, dan pengelolaan produk kuliner, yang menjadi faktor penentu dalam meningkatkan penjualan dan reputasi desa wisata.

Join the discussion